narasi ini dituliskan untuk dia yang bermata coklat muda persis seperti cat kuku kesukaanku, yang memiliki belahan pada dagunya. rambut yang tipis dan ikal, gigi depan yang miring namun masih menawan. mungkin, tulisan ini terlambat diterbitkan. mungkin, perasaan juga terlambat menyampaikan. memang bahagia, mengenalnya dengan baik, dengan hangat. bercengkrama tanpa batas, tanpa jeda. hingga aku tau bagaimana itu sesal. waktu itu, aku mengenalnya dengan tak sengaja. dengan wujudnya ada, aku memotret setiap bagian dari dirinya. aku sudah berdebar sejak puisiku dipilih olehnya. setelah itu, aku mulai mendengar setiap kata-katanya. aku sudah merasa jatuh, saat mendengar puisinya. ketika itu, ia bacakan 'layang-layang'. aku sudah mencoba, menggambarkan perasaan melalui bangau origami. sudah ku selipkan pada sepucuk surat merah muda yang ku terakan namanya. aku sudah mencoba, mendekatinya dengan tulisan. mencoba memahaminya dengan buku-buku kesukaannya. jika jatuh padanya adalah...
rangkaian kisah untukmu