Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2017

setelah aku sembilan belas tahun

seketika aku sadar, bukan mereka yang menghilang tapi akulah yang melarikan diri. semua pertemuan adalah sebuah tanda perpisahan. begitulah, selama ini aku menerjemahkan sebuah pertemanan. kita akan begitu dekat dan sangat dekat pada masanya, dan akan saling tak bersentuhan saat waktunya tiba. aku pernah mengalami perpisahan hebat. apa yang ada dalam diriku, terpaksa ku tinggalkan semua. apapun, termasuk diriku yang lama. kata orang, jika ingin menjadi lebih baik, kau harus berani melepaskan hal-hal yang dapat menahanmu. maka, saat itu aku meninggalkan semua hal dalam kotak yang berisi kenangan. aku meninggalkan mereka, saat mereka berat melepas. setiap hari, aku dikirimi rindu yang bertubi-tubi. setiap hari, aku ditanyai habis-habisan. setiap hari, mereka ada membantuku melupakan kesendirian. aku bersyukur, mereka memaklumi saat aku harus berusaha kuat. saat itu, aku masih delapan belas tahun, cukup rentan untuk lepas di dunia yang sibuk. cukup berani memang, hidup sendir...

karena dia adalah orangnya

aku sudah berjalan menempuh panas yang garang sampai merasakan suntikan dingin yang membekukan. aku sudah terjatuh dan berdiri dengan kaki yang terluka. sebelumnya aku juga sudah berhadapan dengan segala misteri serta kesialan yang kerap mengikuti. aku sudah berhenti dan menyerah untuk tidak lagi membuka lubang yang bernama, cinta. tapi, siapa sangka Tuhan adalah zat yang jauh lebih kuat dari segala keinginan. di saat aku tak lagi ingin berhubungan dengan segala hal tentangnya, di saat segala kekuatan sudah ku kerahkan untuk menghilang darinya. Tuhan membalikkan segala cinta yang sempat tertinggal. Ia mengangkat semua ego dalam isi kepalaku. hingga aku menyerah dan pasrah saat rindu menggerogoti perasaanku, akan dia. ternyata benar, tak selamanya aku mampu membenci dan menolak untuk lupa akan perasaan yang sudah terlanjur besar ku bentuk untuknya. perasaan yang selama itu ku paksa untuk mati demi sebuah harga diri. perasaan yang dibenamkan demi sebuah nama baik. ya, perasaan y...