pada pukul dua dini hari, rembulan memilih bersembunyi di balik mendung yang dingin. jendela yang sengaja ku buka agar angin bersedia menggulung malam ku dengan kesejukan. aku memperhatikan jalanan yang remang dan hening. yang terdengar hanya suara jangkrik sesekali, juga suara air kolam ikan di depan kamar ku. suasana hening ini mengirim ku pada miliyaran renungan. dua dini hari adalah waktu yang tepat segala resah dan gelisah berkumpul di puncak kepala. ku putar lagu-lagu yang baru saja ku tambahkan dalam daftar favorit ku baru-baru ini, sambil menyeruput coklat hangat dan meletakkan kursi menghadap jendela kamar yang terbuka. bagaimana bisa segala resah itu berkumpul di waktu semua manusia harusnya dengan mimpi terbaik mereka? aku selalu menghela nafas berat. kenapa, dua dini hari menjadi teman yang salalu handal jika diajak berdiskusi. walaupun, terlalu sering aku memeriksa ponsel ku, untuk melihat adakah seseorang yang masih terjaga agar dapat menemaniku memikirkan perihal ke...
rangkaian kisah untukmu