Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2017

Hari itu, perlu di ingat setidaknya selamanya

hari itu, seorang perempuan tengah berdiri diantara badai ketidak tahuan mengenai dirinya. hari itu, ia menemukan sosok yang mampu menerima kebimbangan hatinya lalu mengubah segalanya menjadi rencana-rencana indah dalam imajinasi seorang perempuan. hari itu, akan selalu diingatnya. mengenal seseorang yang sangat berarti dalam hidupnya. hidup yang mungkin akan terasa hambar tanpa kehadirannya. apa yang terjadi jika waktu itu mereka tak pernah dipertemukan? mungkin perempuan itu tak pernah belajar melepaskan sebuah perasaan yang terpendam. mungkin perempuan itu takkan pernah menyimpan sebuah nama dalam hatinya dengan rapat. mungkin perempuan itu juga tidak akan pernah menyelam ke dasar yang disebut orang-orang penantian panjang. hari itu, seorang perempuan merasa hatinya benar-benar berdebar kepada sesosok pria belia dan memilih menyimpan perasaannya saja. ia benar-benar tahu, jika semua dunia mendengar pria itu akan lari dan menghilang. demi tak kehilangan, perempuan itu memilih pe...

tidak diberi judul.

dalam hening yang menyekap mata, aku menanti dan menanti kabarmu. di ujung telfon selalu ku ucapkan kata rindu, namun tiada balas yang tersangkut di telingaku. dering telfon tak lagi mendominasi, pesan singkat pun mulai pudar. inikah, tanda hati ikut mundur? bagaimana bisa kita berjanji menuai rasa bersama dalam alunan hujan dan menghentikan waktu seolah hanya kita yang berjalan. benar, waktu begitu egois memisahkan isi kepalamu dari rindu. bukan karena mau tapi kita percaya waktu memang begitu.  singkat memori yang tersusun bagai jutaan puzzle. aku memilah satu per satu memori mana yang sedang kita lupakan. sebelumnya dalam puzzle pertama, aku menemukan kita pada usia yang belia. saling menemukan rasa dalam malu-malu yang sering melanda. sudah delapan tahun berlalu, sudah banyak pula lika dan liku yang menggaris jalan-jalan waktu kita. sudah banyak hati-hati yang terluka karena perasaan kita yang ku pikir selalu meruncing kedalam. sudah begitu banyak lontaran kalimat indah ter...

belajarlah dari Yusuf

bulan malam ini tenggelam di matamu. hati juga ikut menggopoh rindu yang kian berat. seulas senyummu bisa menggoyahkan iman manusia. karena senyummu bagai madu yang baru diambil dari sarangnya, manis sekali. aku tidak kuat bersembunyi jutaan manusia ternyata rela membawa rembulan di tangannya. mengalungkan emas dengan dada yang di busungkan. mereka menggoda dengan nafsu terliarnya. malam itu saat pintu tak terkunci kau memilih melarikan diri selang waktu yang bertebaran sepi langkah kakimu yang tegas terdengar dari balik rumah reotku kau perlihatkan sepasang cincin emas dan meminangku. katamu: jika waktu itu aku masih tinggal di sisimu. Tuhanku tidak akan mempercayakanmu padaku. sungguh rasa dalam dada yang Ia panaskan tak mampu membakar rasa hormatku. aku dalam ketidaksempurnaan masih mencintaimu walau tanpa rembulan namun ku junjung mentari di atas puncak kepala. agar kelak kita tak kehilangan cahaya untuk melengkapi dunia. with love, itijonas 12/7/17 01:22

mengenal Lukman.

Dari desir angin yang kacau juga suara bising dari mulut raksasa kenalkan ia Lukman lelaki hebat nan beriman sebab langkahnya selalu penuh cinta dan nafasnya disertai oleh hikmah kenalkan ia Lukman berkulit kuning langsat serta tinggi menjulang yang suka menebar kebajikan diantara topeng-topeng kemunafikan ia suka tersenyum, katanya ia suka beribadah ia selalu suka menjadi tangan atas agar dapat jadi contoh sampai tua kenalkan ia Lukman, pada suatu ketika ia ajarkan seorang anak untuk patuh pada keyakinannya katanya alangkah indah dunia jika ia bersama Tuhannya dia Lukman, sosok lelaki tauladan yang bermimpi menebar kebajikan sepanjang hayat. dia Lukman, Imam impian banyak wanita. with love, itijonas 9/7/17 20:12

teruntuk Adam

jadi Adam, dunia ini sempit. hanya seluas ruas jarimu yang membengkak. atau selebar perutmu yang melunak. di dunia ini kau turun, sebagai pengingat khilafku, khilafnya dan khilaf mereka . kau mengajarkanku untuk duduk bersandar paling bawah agar bisa mendengar dengan seksama tentang semua sabda alam rekaan manusia. teruntukmu wahai Adam, yang membakar pahitku jadi abu berputar, yang memercikkan api pada asramaku yang hilang, yang menuai bibit asa dengan serabut kelapa, yang sekiranya mampu putus dalam sekejap. oh Adam, aku begitu gila. setelah aku menyadari duniamu adalah dunia yang ku impikan. dan Adam, jika tak bisa ku sentuh, walau hanya sekejap, aku masih menginginkan kekosongan dunia. meski harus terlebih dahulu terbuang. teruntuk Adam, cintaku padamu akan terus berakar menembus perut dunia. with love, itijonas 6/7/17 00:11