Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2014

puisi terakhir untuk 24 Januari

sebenarnya ini bukan tentang kepergianmu bukan juga karena perpisahan perih yang menyayat relungku hanya saja, kini cerita sudah tak lagi bercerita termakan waktu, tergilas hari, kau dan aku dempuran masa lalu menguatkan tanganku menulis untuk kesekian kali bukan, bukan karena aku menangisimu ataupun karena kau menyesakkan ulu hatiku. tapi, ini tentang bagaimana kau yang pernah kutulis di hati kali ini, sudah ke tiga kalinya aku menuliskan hal serupa bukan karena aku tak melupakanmu, bukan ataupun karena kau telah menghapus memori tentangku hanya saja kau terlalu sulit untuk terlupa yang pertama, di sudut gedung tinggi itu aku terkejut mendapatimu menunggu mendorongku mengikuti pijakanmu terlintas debaran dahsyat saat kata cinta menguap membuatku tak tidur semalaman tapi yang kedua, di sudut gedung tinggi itu aku berdiri sendiri menghamparkan pandangan ke atas awan meneteskan air mata kerinduan yang begitu dalam hanya dengan sebelah tangan aku menyentuh bayanga...