Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2016

seperti inilah perempuan yang kau kenali

Ilustrasi 1 *** hatiku berdegup kencang, ketika menunggu dari ujung jalan sana kau berjalan. aku melirik lagi pada kaca, apakah hari ini sudah terlihat lebih baik. ku perhatikan setelan ku, ku rasa sudah baik-baik saja. aku menunggu di balik pohon yang besar. aku sibuk menunggumu menghampiri. ujung rambutmu sudah terlihat, jantung ku semakin berdebar. entah mengapa, ia berdegup setiap kali mengingatmu. ku ikatkan tali sepatu yang sudah lepas, menunduk dan duduk lagi.  tapi, tak kulihat batang hidungmu. oh baiklah, kau sedang berbincang hangat dengan temanmu. aku mengunyah sebungkus roti dan terus memperhatikan mu berbincang. mataku tak menoleh ke arah lain, kanan dan kiri tak terhiraukan. aku tersenyum sendiri saat memperhatikan. ku buka ponsel ku untuk memberi tahu aku tepat di belakang mu. namun ku urungkan. sepertinya lebih manis jika kau terkejut dan menghampiri.  seorang temanmu melirik ke arahku karna memperhatikan kalian. namun matanya melirik ke sisi l...

Sudahkah kita dewasa

kita sudah sama-sama dewasa, sebelumnya bertindak seperti anak-anak. kita sudah melewati banyak fase untuk menjadi lebih baik. jadi, kenapa masih saja kita menyimpan dingin di antara keduanya. bukankah lebih nyaman jika kita bisa bertatap muka dan berbagi cerita dari masing-masing. bukankah lebih arif jika kita bisa saling peduli satu sama lain. bukankah sebelumnya pun kita begitu. atau adakah sisi lain yang membuat kita harus membentang jarak begitu jauh dan membangun dinding yang begitu luas. bukan kah sebelumnya kita terbiasa bercakap hingga larut malam. Ada waktu dimana kita ingin menjarak, lalu berganti haluan mencari yang lebih tepat. bukan hati, tapi ingin. haruskah kita memendam tanya setiap hari untuk tau bagaimana. lebih tepatnya, kita peduli meski harus diam-diam. tidakkah lebih bijaksana jika kita mampu mengutarakan dan bertanya.  jika kita memilih mundur, siapa lagi yang akan memulai memperbaiki semuanya. manakah yang lebih baik selain belajar bertanya dahulu keti...