Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2013

yang bukan dan yang akan

kenangan yang datang akan menutupi segala kemungkinan yang ada. apakah seperti itu? mereka bilang tidak mungkin, tapi kenyataan yang menghapiri malah kebalikan dari segalanya. segala hal yang sempat di simpan rapat, ketika sosok itu datang kembali tersenyum sambil berseru riang dapat meluluhkan dinding-dinding yang belum usai di bangun. adakah kesalahan setelah ini? bukan, masalahnya penyayat hati itu berubah menjadi jinak, tersenyum indah sambil berkata `jangan membenciku´ akupun terluluh lantah, tak berdaya dan kembali membongkar habis segala yang tersimpan rapat. aku terus merindukannya. ada yang mengatakan, bagaimana kah perasaanmu? seharusnya kau mengingat dia, bukan yang satu ini. adakah harus ku jelaskan tentang apa yang ku simpan tanpa banyak orang mengetahui? liku-liku menjalani hari dengan berpura di depan yang satu ini memang sudah membuat ku belajar setengah mati, mencari jalan yang tak pernah terfikirkan, menahan segala hal yang dapat diketahui orang-orang. apak...

Das heiß "Heimweh"

Dies Artikel nur Text Produktion für lernen. Wenn ich viele Fehler habe, Entschuldige ich mich :) Ich heiße iti. Ich bin seit 3 Monate in Deutschland. Ich studiere hier. Jetzt, lebe ich in Aachen. Aachen ist kleine Ort von Deutschland. Aachen ist schön, aber meine Heimat ist am schönsten. Deutschland ist kälter als meine Heimat. Ich lebe gern hier, aber es gibt Tage, an denen ich meine Heimat vermisse. Ich vermisse meine Familie, meine Freunde, das Essen, das Wetter und alles in meiner Heimat.  Ist das "Heimweh?" Ja, natürlich! Ich war sehr traurig und wenn ich allein bin, manchmal glaube ich dass ich nach Hause zurück würde, aber ich kann nicht. Es gibt mehrere Probleme. Niemand kann mir helfen. Obwohl ich in der Zeit lachen, in andere Zeit möchte ich weinen. In Deutschland hat viele unterschieden mit Indonesien. zum Beispiel: die Leute. die Leute sind kälter als in Indonesien, aber sie sind freundlich auch. Wenn ich meine Familie oder meine Freunde vermisse, ...

apa yang aku fikirkan, itu tentangmu (lagi)

Saat rintikan hujan pertama aku menuliskan sebuah nama Tertulis dengan jelas ku ukir namamu dengan tinta hitamku di sudut ruang Dari awalnya hingga akhirnya mengenaimu, dirimu, dan senyummu Mengepakkan sayap hatiku dengan indah, karena mu  Satu detik sudah cukup bagiku, memandangi wajahmu dari khayalku Menunggu kabarmu sudah menjadi kebiasaanku Menepikan sepi yang berbalut rindu dari jarak yang membentang jenuh Langit-langit hati memendung hingga hujan di ujung mataku turun Entah harus berapa lama waktu akan berpihak Entah harus berapa lagu dan puisi yang ku tuliskan tuk menepikan sepi Kau bagai simfoni hati yang menyahut dari kegelapan Rinduku meronta kehadiranmu, tapi kita tak berdaya ini bukan waktunya Dahulunya saat mata masih bisa saling memandang Tak ada yang bisa terucap, tak ada kalimat hanya senyum simpul Perwakilan hati tak kunjung berbalik memberi kabar Enyah kah perasaan dengan luka lama? Tidak, rasaku belum selesai, tidak sama s...

pendapat perempuan itu

ketika Tuhan meminta kita mundur sejenak, seharusnya yang dilakukan adalah terus berdoa bahwa pilihan Tuhan lebih tepat dari pengharapan. siapa yang mengerti dengan hati seseorang, apa yang ia rasakan, apa yang ia simpan, bagaimana ia menghadapinya ataupun sebagainya. jika, salah satu pertanyaan terlontar mengenai perasaan, banyak pendapat yang berbeda bermunculan. saat duniamu membentang lemah didepan, tak pernah ada yang bisa membuatmu kuat, yakini hatimu bahwa perasaanmu lebih berharga di banding apapun. dan disaat kau di hadapkan pada dua pilihan yang mungkin tak bisa kau katakan dalam waktu yang singkat, ingatlah apa yang membuatmu berfikir pertama kali. saat ini, ada seorang perempuan yang mungkin dikatakan ia sedang pasrah pada hatinya. ia merasakan banyak beban di kepalanya. mengenai perasaannya, terbengkalai sejak lama. yang dia lakukan hanya bermain pada masa lalunya, berhadapan dengan masa depannya. ia mengatakan bahwa apa yang ia rasakan sepenuhnya bukanlah yang terl...

When you thinking the day

Before I go to sleep you are the first person that I remembered When I'm tired of everything you are the thing that I'm thinking first I walk around this town Nobody's can hear this screaming Enough is doesn't enough for me I'm losing you for long time a go Now is it too late cause I'm not around I wish love still bring you back One those day rainfalls in the end of my eye Foolishly I can't stop watching Like in Saturnus I'm lost Waited for someone who never come White snow blue sky grey rain What I'm supposed to do? I let you in I let myself down Who's the one who thinking everything is okay? Dark Forest in the middle of your mind You clueless to mess up my new world You here smile and got the pride Are you thinking of me still? All I wanted to do is love you All I wanted you know is I still love you All the most stupid things is want you with whole world And the sadness is you just wanna play a bit How can I...

Ein Breif für jemanden

für einen Jungen im mein Leben, vielen dank für gibt mir einen schönen Herz. Vielleicht, können wir jetzt treffen. Aber im andere Zeit, Got will uns wieder treffen. Du machst mich verlieben, bis heute. Ich weiß nicht genau warum mein Herz noch dich liebt. für einen Jungen im mein Leben, Ich wieß, du bist einer guter Jung. Ich hoffe, du kannst viele schöne Tage bekommen. Das ist fast drei Jahren wartete ich mich auf dich. Wie lange muss ich warten. Ah, kein Problemm wenn er dich ist, möchte ich. für jemanden wer ich liebe, Ich wartete auf dich, und wartete. Ich vermisse dich und vermisse. Obwohl, können wir viele sprechen, aber kein Problemm. Ich verliebte dich. Ja, du kannst mich nicht sehen. Weil, ich in anderem Land jetzt lebe. Vermisst du mich? Sag ja für mich, und ich sage ja für dich auch. Ich will zurück fahren, bitte wart dich auf mich acht Jahren noch. Von jemandem der dich liebt, Annisa Istiqa Suwondo

saya bercerita sedikit

  hello semua para pembaca, ini cerita saya kemarin 8. Oktober 2013 selamat membaca dan melihat beberapa foto yang tertera :)   cerita kemarin, kemarau sudah mulai menampakkan jati dirinya. pepohonan mulai menguning dan gugur satu per satu. udara yang begitu dingin membuat tubuh sedikit menggigil. namun tidak menghalangi niat saya untuk terus berjalan dan mencari tahu seluk-beluk kota ini. ini dia salah satu taman kota yang terletak tidak jauh dari tempat tinggal saya.  -Ronaldstrasse- haltestelle berkunjung kesana untuk pertama kalinya, dengan modal nekat tanpa tau tempat lebih tepatnya. berjalan bersama seorang teman sehabis pulang kursus, setidaknya melupakan sedikit beban kepala yang begitu menumpuk. balik lagi, taman ini sewaktu saya berkunjung tidak begitu ramai, mungkin di karenakan masih terlalu siang, banyaknya pohon membuat rindang taman ini, saya tidak banyak memotret tapi coba lihat beginilah kira-kira keadaan taman yang saya kunju...

prolog diwaktu sore

aku melamunkan sebuah kenangan lama; lagi-lagi itu dia jendala kubuka tanpa batas, ku biarkan angin menerpa wajahku, ku hirup mereka dengan perlahan, ah betapa aku merindukan hal yang sepantasnya terlupa sejenak. ah tidaklah, mana mungkin aku bisa melupakan segalanya. kenangan itu ada bukan untuk di lupakan bukan? ku lirik arloji yang melingkar  di tangan kiriku, sore ini cuaca bersahabat membuatku ingin berjalan sebentar. membawa buku tua kecil ini, ku ceritakan kembali kisah sepi di Negeri yang entah harus bagaimana aku sebutkan. lagi-lagi aku bercerita denganmu. maksudku tidak dengan nyatamu, yang ku maksud bayanganmu. bayangan yang selama ini menemani sepiku, dan hanya buku tua ini saksi jelas yang menemaniku selama ini. hai, Negeri ini begitu indah, cantik, rupawan serta menawan. tapi bagiku apa gunanya kau tak disini menemaniku bercerita, walau sesekali kita sempat bertukar cerita, rasanya tak nyata itu memang menyulitkan. Kutulis lembarannya, mereka terisi lagi. Cokl...

sajak yang kau kira ini apa

ada hal lain yang perlu ku jelaskan? sabtu sore berjalan menepi sungai kulihat lampu neon di seberang jalan ada ribuan kunang-kunang menghiasi temaram malam ku ambil kameraku untuk mengabadikan mereka dari sudut kedua mataku bertanya adakah kesedihan yang tak terbaca? lalu ku buang pandangan ini ke rerumputan hijau mereka menyambutku dengan hangat lalu tertawa kamuflase dari kehidupanmu adalah air mata kau hanya berdiam tanpa berencana kau tak menyadari betapa penting keteguhan sebongkah hati karang saja akan hancur apalagi potongan hatimu yang rapuh lagi ku berjalan menyusuri wisteria biru cantik jelita mereka tergantung dari atas sana tapi sayang mereka akan hilang ketika salju meminta pulang itu pertanda kau takkan selalu bersanding dengan tawa lemari kayu yang berkilau tak lagi terlihat indah reot dari penampilannya mengalihkan pandangan para pecinta tak ada yang mendekati melihat saja mungkin tidak kau tau itu mengapa? dikarenakan mereka tak pernah dirawa...

Sedikit cerita dari kota Aachen

Hallo semua para pembaca setia!! Sudah lama sekali saya tidak menulis di blog ini seperti tidak makan sebulan hehe kali ini saya sudah sampai di kota impian Aachen. Saya akan menceritakan sedikit tentang pengalaman disini. Aachen, Germany Saat ini sedang musim gugur, gugurnya pepohonan Aachen membuat hati saya bersemangat menjalani hari disini walaupun cuaca disini benar-benar jauh berbeda dengan cuaca indonesia. Walaupun dingin tapi entah apa, saya hanya senang. Saya disini belum menjalankan kuliah, saya baru menjalankan kursus wajib bahasa untuk mendapatkan sertifikat untuk lanjut ke jenjang berikutnya. Semakin hari pelajaran bahasa ini sangat menyulitkan. Walaupun otak saya standar dalam hal ini, setidaknya belajar adalah jalan satu-satunya. Melihat kebiasaan masyarakat disini membuat saya belajar banyak. Lebih mandiri dan disiplin. Kota bersih dan sangat nyaman. Saya baru sebulan di kota ini, akan banyak tahun lagi yang akan saya habiskan di negara ini. Dan kota ini terlihat ba...

ku temukan lirikku dari namamu

"jangan sebut ini perasaan yang berbeda ataupun sama. jangan deskripsikan ini sebagai hal yang dalam ataupun dangkal. aku tidak mengerti berada di mana, hanya saja aku ingin menjelaskan sedikit; ku temukan lirikku dari namamu" tidak ada hal yang dapat di jelaskan logika saat ini. perasaan hanya mutlak tentang perasaan. berbalas ataupun tidak itu urusan belakangan. hanya saja, keteguhan hati sudah terlalu terbentuk sejak pengalaman bodoh yang terhasil.  hanya ada beberapa alasan aku seperti ini, haruskah aku jelaskan? sudahlah kali ini tak perlu ku ucapkaan. kau sudah membuat ku menulis kembali setelah aku lelah menuliskan hari-hari dalam lembaran-lembaran kertasku yang sudah usang. kau tak banyak membuatkan aksi, tapi hasil yang mengirimkan sinyal pada tanganku untuk terus menulis. kali ini dengan tema yang berbeda. aku menenukan irama ketika mengagumi mu, entah itu dalam bentuk apa aku hanya menulisnya dengan lincah, tarian dari pena hitamku sudah terlalu banyak berku...

Schwarz

"tulisan ini di buat karena saya baru belajar mengarang sebuah paragraf dalam bentuk bahasa Jerman. jika ada banyak kesalahan, maaf saya hanya menulis menurut pelajaran yang saya ikuti. selamat membaca" Das ist zirka die erste Zeit wir haben getreffen. Ich nicht genau was ist passiert. Das ist denn deine Augen. Wenn ich habe dein Hand gehaltet, mein Herz höher schlangen. Ich nicht genau warum. Seit dem Tag, ich war klar ich liebe mit dir. Bist du genau warum ich rufe dich als 'Schwarz?' Denn ich und du tragen genauso das Schwarz T-shirt am Sonntagabend. Das ist warum rufe ich dich als 'schwarz'. Und dann, denke ich nie enden zirka wenn können wir genauso die Ferbe mal tragen  hahaha ich war kindisch. Aber, das ist mich! Das Mädchen das dich liebt. Erinnerst du dich an wenn du hast meinem Radiergummi geleiht. Ja, mein grau Radiergummi!! Die erste Zeit wenn unsere Prüfung am 12. Juli. Das ist sehr schön! Wir können nicht mehr bis heute sprochen. Scha...

sementara meninggalkan kenangan

sudah tidak terasa, waktu ku ternyata berbatas. selang, hari-hariku akan menemui sosok-sosok baru. apa aku akan bisa bertahan lebih lama? tapi mereka meminta aku untuk kuat. aku pasti sukses! 4 tahun silam, aku masih mengenakan seragam putih-biru. masih bocah ingusan yang baru mengenal cinta. masih anak kecil yang suka bersuara keras. masih gadis berkacamata yang tak bisa diam. lanjut aku mulai mengenakan putih abu-abu. jalanku, ternyata disini lebih singkat namun kenangan di dalamnya membuat aku meremang. aku dilanda kerinduan mendalam. aku mengenal keluargaku disini;  mereka semua betapa banyak yang mengukir dijalan hidupku, melukiskan memori yang akan kuingat dan kubawa selalu. sadarku, memintaku membuka mata bahwa getaran jiwa ku menggema dari kalbu, menyeru bahwa aku tak siap meninggalkan mereka disini. kemarin, senyumku merekah, melihat wajah-wajah makhluk Tuhan yang selalu kurindui. Papa, Mama, Yuqi . isakan tangis yang tak terbendung ini, ku lampiaskan dengan...

perempuan juga bisa berharap

'Datang untuk pergi, memulai untuk di akhiri. tapi kita? berada di tengahnya, aku lelah' aku terperangkap. benar sekali dalam jeratan mu. yang kau lemparkan tepat di jantung hatiku. saat awal yang tak pernah terduga, saat yang tak pernah aku bayangkan, kau hadir. pelan-pelan mengenalkanku pada sebuah rasa. rasa yang sudah sekian lama tak ku bongkar. kau mengorek pelan, lalu menyembulkannya ke permukaan; aku jatuh cinta.  waktu lalu, saat mulanya perkenalan itu, kau memberiku satu rasa. kau mengaplikasikannya dalam kadar sederhana. aku tak menuai terlalu banyak, tapi kau menyiramnya dengan sempurna membuat aku, dan hatiku jatuh padamu. tepat sasaran, aku menyayangimu. panggilan unik kita ciptakan, seolah itu hanya kita miliki. perhatian dan pengertian, membuat aku sulit membendung rindu ingin berjumpa. walau tak pernah sempat, kita selalu berusaha meyakinkan. petikan gitar halus dan suara beratmu memenuhi pendengaranku. benar, aku damai setelah mendengarkan lagu yang kau...

hari itu membuat saya lebih bersyukur

"diatas langit masih ada langit. melihat kebawah membuat kita merasa lebih bersyukur dengan nikmat Tuhan"  Ada waktu itu, saya ingat betul, 30 Juni 2013. entah apa yang saya pikirkan hari itu, hanya ingin berlalu dari manusia-manusia yang ada. saya memutuskan untuk keluar rumah, meminta izin sekedar untuk mencari angin keluar. saya bangun lebih pagi, membersihkan segala yang kiranya wajib saya bersihkan. lalu, sehabis waktu zhuhur berlalu, saya berpamitan dengan orang tua untuk keluar. walaupun hari itu terik sekali, tidak mengurungkan niat saya untuk keluar, entah apa yang saya cari, saya hanya tidak ingin bertemu siapapun hari itu. menggunakan angkutan umum saya menelusuri jalanan yang sepi. saya berhenti, tepat di pusat kota saya tinggal. Padang. pasar raya yang sudah tidak terurus lagi, sistem kendaraan yang kacau, saya keluar. saya kembali berjalan, hanya berjalan tanpa tahu apa yang akan saya lakukan. disepanjang Permindo, masyarakat Padang menyebutnya, saya ter...

best friends like a sister

'kita terbiasa berbagi kisah. mulai dari terkecil hingga besar. kita seperti kembar yang berbeda. kita melalui setengah hidup bersama. bagaimana bisa sebuah kenangan itu PUDAR? TIDAK AKAN' 1998~ mungkin tepatnya kita tumbuh saling mengenal. berbagi banyak hal kecil yang dilakukan 4 bocah ingusan yang baru mulai belajar mengenal dunia luar. tak perlu mengenalkan nama masing-masing entah bagaimana kejadian mulanya, kita sudah terpatri untuk menghabiskan banyak hari kosong dimasa-masa transisi itu. ataukah dikarenakan pekerjaan orang tua kita yang sama? entahlah mungkin. BLOK F dan G ASRAMA POLISI ALAI 1 gadis lahir lebih awal 31 Agustus 1994 Izdihar Sausan, 2 gadis lagi lari berurutan, 13 Agustus 1995 Dwi Hariana Pane, kemudian 26 Agustus 1995 Annisa Istiqa Suwondo, dan 1 gadis terakhir hadir mengisi tempatnya Yuni Minzuriatina 24 Juni 1996. berempat mengarungi masa kecil yang begitu indah. tak terlupakan itu pasti. terlalu banyak hal unik dalam setiap detik yang pernah k...

Tapi katamu kita TEMAN?

aku meragui. entah kenapa aku meragui ucapanmu. bukan aku tidak percaya, bukankah kau mengatakan tak menyimpan rasa apapun terhadapku? hingga kini aku bertanya-tanya. sebenarnya ingin bertanya langsung, tapi lagi-lagi ragu mendahului opiniku. aku benar-benar ingin rasional dengan keadaan ini. menjadi positif mungkin lebih baik bukan? tapi, aku belum bisa bermain dengan kenyataan. kau tau, aku menyimpan rasa, tak besar memang. tak juga berharap. hanya sekedar cambukan untuk emosi hatiku, tak mengapa. tapi haruskah di akhir kita seperti ini? bahkan memulaipun belum. tak mengucapkan sepatah kata apapun? aku memikirkan. apakah ini benar seperti ucapanmu? kau terlihat sangat berani saat di dunia maya, tapi dengan nyata kau? sama sekali tak terlihat. bukan. bukan maksudku mengucilkanmu. akupun begitu, tapi setidaknya kau mengerti dengan konsekuensi yang kau ucapkan beberapa waktu dulu, tapi katamu kita teman kan? berteman tidak lebih. tidak ada yang salah? lalu sekarang ada apa? kau lup...

waktu hujan turun

'kita meyakini satu hal, cinta kita seperti; waktu hujan turun'   waktu itu kita selalu menyebutkan 'pertemuan kita selalu bersama hujan'. entah percaya ataupun tidak, aku juga meyakini itu. tak pernah terkecuali sedikitpun setiap pertemuan yang ada, kau dan aku selalu bersama hujan. tidak mengada-ada, aku memperhatikan, aku menghitung setiap pertemuan dan aku menandakan semua kegiatan, kita di temani hujan. aku suka bermain hujan, sama halnya denganmu. aku mencintai hujan, jauh sebelum pertemuan kita dulu. aku merindukan tetesan hujan setiap harinya, sama seperti setiap tetes hemoglobin ku merinduimu.  waktu hujan turun, kakiku bergegas menuju teras rumah, duduk berlama-lama menikmati aroma tanah basah, percikan menggelitik dari tetesan hujan membuatku memutar kenangan, saat bertahun-tahun yang lalu kita duduk menikmati hujan di temani sebuah ular tangga dan coklat panas di teras yang sama, menadahkan tangan serta bercanda di antara deru hujan yang memburu. ...

sehari kemarin : 'Kedutaan Negara Federasi Jerman'

kali ini gue mau share deh tentang kejadian yang gue alami tanggal 5 juni kemaren. ini demi melanjutkan mimpi-mimpi yang masih tergantung indah di otak gue. ini ceritanya, gue -insyaallah- bakalan ngelanjutin study ke negara Jerman. itu memang kesempatan yang nggak pernah gue bayangin selama ini. gue yang belum pernah mengenal bahasa ataupun kultur dari negara itu dengan pasti, tapi memutuskan untuk menginjakkan kaki kesana, mangadu nasib dan merubah kepribadian mungkin lebih tepatnya. setahun gue mempelajari banyak hal tentang negara Jerman. banyak yang belum gue mengerti, tapi gue nggak pernah nyerah buat cari tau segala hal yang menyangkut tentang sistem perkuliahan, cara belajar, jenis-jenis universitas, tatacara bebicara, dan segala hal lainnya. gue sempat ragu, negara ini, terlalu menjunjung tinggi kedisiplinan. waktu adalah hal yang paling berharga. begitulah kata mereka dilanjutkan, mungkin pas ditahun gue kena apes lagi, sistem perkuliahan di Jerman mengalami perubahan, b...