Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2012

Terima kasih bunda tercinta

Bunda, hari demi hari aku tumbuh dewasa. Apakah kau bahagia melihatku tumbuh? Bunda aku juga merasa semuanya terlalu cepat. Aku masih merasa seperti anak kecil yang merengek memintamu untuk menggendong ku, membelikan kebutuhanku dan membacakan dongeng ketika ku ingin tertidur. Tapi kini aku sudah dewasa bunda. Aku sudah bisa berfikir mana yang harus aku lakukan dan yang tidak harus aku lakukan. Bunda pernah kah bunda bangga kepadaku? Bunda, pernahkah aku membuat bunda menangis? Bunda apa ada yang kurang dari pengabdianku? Bunda, aku anakmu yang selalu mencintaimu. Bunda, apa kau lelah? Mengerjakan pekerjaan kantor lalu mengerjakan pekerjaan rumah sendirian? Bunda aku ingin sekali membantumu. Meringankan bebanmu. Aku ingin setiap hari memberi senyum untuk mu. Bunda aku ini anakmu yang mungkin belum bisa menjalankan kewajiban untukmu. Bunda, aku anakmu yang selalu mencintaimu. Bunda, kau tau bukan? Kau adalah pahlawan yang memberiku jiwa baja seperti ini. Bunda ingatkah kau...

sepertinya ini tentang waktu

"sepertinya waktu belum bisa merubah segalanya.. aku terlanjur masuk kedalam hatimu. jauh dan terjatuh di dasarnya" waktu terus berjalan. rentang waktu yang singkat sudah membuat ku terbuai pada kisah cinta yang kau persembahkan. walau awalnya ku rasa ini terlalu cepat. walau awalnya hatiku masih saja belum yakin padamu. walau awalnya aku hanya berniat untuk bermain-main atas perasaan yang kau berikan, tak kusangka kini semuanya berbalik dengan sempurna. kau yang sempat mempercayai hatimu untukku, kau yang sempat terlalu menyayangi ku dengan satu fakta yang tak bisa kita sebutkan aku melukai mu. terlalu jauh aku mengecewakan kepercayaanmu, terlalu banyak permainan dan perkataan ku yang menggores luka pada hatimu. dan kau berubah, benar-benar berubah..   pria bermasker, aku mencintaimu untuk kali ini aku telah menyadari betapa aku sungguh menggilaimu. yang mungkin kau tak bisa mempercayainya bukan? karena aku telah terlalu sering mempermainkan hatimu. sejenak aku sempa...