Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2019

Rangkai Kisah #6

Ketika patah hati, hati masih bisa jatuh cinta             Patah hati mungkin sudah menjadi kebiasaan sekarang. Terlebih ketika seseorang terlalu mencintai seorang lainnya. Banyak kisah patah hati yang pernah ku dengar dan kurasakan. Namun ketika patah hati karenamu aku lebih memilih untuk cepat pulih. Bukan karena aku tak sayang, hanya saja sepertinya aku tidak pantas merasa-rasakan luka ini terlalu lama. Karena sayatan yang kau berikan sudah cukup menjadikan aku kuat.             Aku pernah trauma untuk jatuh cinta, namun ketika bersamamu aku mampu melewatinya. Ini berarti ketika kau menjadi penyebab hatiku patah, akan ada orang baru yang menyebuhkannya. Dalam gelap dan dingin, hati mampu menerima sedikit kehangatan yang diberikan. Meskipun belum utuh ada tahapan yang perlu dilalui hingga ia menjadi matahari yang mahir mengusir mendung.     ...

Rangkai Kisah #5

Yang terberat bukan berpindah, namun mematikan kenangan             Aku sudah di sini, menjalani akitifitas sebagai mahasiswi di universitas yang pernah kita bicrakan. Aku sudah di sini sedikit lebih dekat denganmu. Kau tahu, semenjak aku di sini, aku menemukan banyak lelaki yang jauh melebihimu. Mereka dekat denganku, mereka berusaha menghapusmu dan aku tak menyuruhnya berhenti. Aku menjalani hari-hari ku dengan baik sekarang, kau sudah tahu bahwa aku akan baik-baik saja setelah perpisahan kemarin. Benar sekali, aku baik-baik saja, aku memiliki banyak teman sekarang, aku memiliki beberapa lelaki yang mendekatiku, aku memiliki kesibukan baru yang benar-benar ampuh melupakan wajahmu.             Namun kenangan tetaplah kenangan yang sudah pernah terjadi dan membekas. Hal yang paling sulit untuk dihindari. Kenangan dapat muncul tiba-tiba disaat ia ingin, disaat ia rind...

Rangkai Kisah #4

Jum’at itu aku benar-benar jatuh cinta             kali ini aku memutuskan untuk pulang, menemuimu secara nyata. Aku mencari celah dan kaupun begitu. Aku berhenti di matamu. Apa kau tahu aku menjadi perempuan paling bahagia waktu aku mendapatimu secara nyata? Dan debaran di jantungku tidak hanya berdebar, namun ingin copot saja rasanya. Setelah tamat sekolah menengah pertama, ini kali pertama kita bertemu lagi berdua, sudah 4 tahun dan kau berubah begitu banyak. Aku tidak bisa menutupi rona merah di pipiku dan kau tidak bisa menyembunyikan tanganmu yang bergetar itu.             Jum’at sore yang tidak pernah menjadi daftar keinginanku menjadi sangat manis dikemas dalam singkatnya waktu. Saat kita menikmati sate madura sore itu, pertama kalinya aku makan berdua saja dengan pria untungnya itu kamu. Dan saat kau mencoba menghabiskan sate madura milikku, apa kau tahu kau t...

Rangkai Kisah #3

Sebelum badai, langit begitu cerah             Sewaktu kita mengenakan seragam putih biru, kita menjadi begitu lugu dalam memaknai setiap tanda. Hal yang tidak dimengerti bocah kecil, yang dalam pikirannya hanya bermain dan bergurau saja. Di waktu itu, kita bertemu.             Kau menjadi sorotan bagi guru-guru karena kepandaianmu dalam belajar, dan aku bukan siapa-siapa yang perlu diingat dengan jelas. Di satu poin tertentu aku terkesan denganmu. Aku terkesan pada pria untuk pertama kalinya. Benar-benar pertama kali, jika kau ingin tahu. Kau menjadi daya tarik ku untuk sedikit ingin belajar dengan baik, meski tak juga bisa. Aku mendapatkanmu sebagai seorang teman yang selalu ada, selalu perhatian dan selalu sabar. Aku menjadikanmu sahabat setelah semua cerita yang keluar dari mulutku mengendap di kepalamu. Dan kita tidak merubah segala hal. Kita tetap seperti itu, sa...

Rangkai Kisah #2

Hari-hari setelah kita pergi             Tak terasa sudah hampir dua bulan kita memutuskan komunikasi. Sudah dua bulan aku hanya tidur di rumah tanpa melakukan aktivitas apapun. Sudah dua bulan aku tak menikmati mentari pagi dan menghirup udara baru. Sembari menunggu pengumuman ujian, aku hanya menyesali semuanya. Kau sudah tahu jika aku jatuh cinta semua terlihat seperti drama, namun beginilah yang terjadi padaku setelah kau pergi. Aku tak nyaman berbicara pada semua orang yang terbiasa menanyai kabarmu padaku. Aku hanya mendengar suaramu dalam sela-sela imajinasiku. Aku menjadi pemalas, aku jadi semakin kurus dan terlihat sangat menyedihkan. Aku mengunci semua pendengaranku yang menyangkut namamu, aku berhenti mencari tahu karena aku hanya akan semakin buruk jika melakukannya.             Sabtu sore saat pengumuman telah disebutkan, aku mendapatkan posisi itu, aku me...