Untuk yang terkasih, kau bagai kaset rusak yang seharusnya tak ku putar lagi . Sudah berapa lama kau bersemayam dengan diam dalam doaku? Apa kau tidak lelah melukai perasaanku tiap kali aku memikirkanmu. Apa kau tidak bosan membuat ku sulit bernafas setiap malam? Apakah kau tidak berniat untuk menyudahi perasaan yang berat ini dan mengeluarkanku dengan lega? Tapi, sebenarnya ini bukan sepenuhnya salahmu. Kau sudah benar, dengan menghilang bagai ditelan bumi. Aku saja yang selalu sibuk mencari tau keberadaanmu. Benar kasih, ini sepenuhnya salahku yang selalu berlari kearahmu setiap kali aku bertemu banyak pria baru. Aku selalu berusaha berkali-kali meyakinkan hati bahwa aku hanya menyukai mereka tapi cinta dan perasaanku masih untukmu. Seharusnya, aku tak perlu melibatkanmu lagi dalam perasaan yang diberikan orang lain terhadapku kan? Aku selalu jatuh dan salah dalam menerka hatiku sendiri. Bagiku intuisiku adalah yang paling benar. Mereka mengatakan...
rangkaian kisah untukmu