Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2013

Surat Terakhir : Selamat Jalan Kakakku

mereka bilang kau hanyalah seorang sepupu. bagaimana mungkin aku bisa menganggapmu seperti itu, sedang kau 14 tahun menjagaku? Untuk kak Soni Sundari P. Siantar,  20 Maret 2013 Kak, kenapa semuanya terasa begitu cepat? kak, kenapa tiba-tiba kakak pergi tinggalin iti? kak, sama siapa lagi iti mau cerita? kak, tolong jangan tinggalin iti. 14 tahun, mulai dari iti jadi anak ingusan yang ditinggal kerja mama, papa. 14 tahun kakak terus jagain iti sama yuqi. masakin makanan kesukaan kami. dengerin cerita iti. yang tiap hari tidur sama iti, ngasih dongeng sebelum iti tidur. yang bersihin lemari baju iti, kamar iti, bahkan buku-buku iti yang berantakan.  Kak, iti nggak tau harus gimana, iti belum bisa ikhlas. semuanya begitu mendadak. tolong iti kak, ini kedua kalinya iti di tinggal pergi sama orang yang berpengaruh dalam hidup iti. kak, tapi kakak janji mau beliin iti kado ulang tahun sebelum iti berangkat kuliah besok? kakak bahkan nyuruh iti pulang ke Siantar dulu...

Seperti cinta pertama #2

*** Komplek Perumahan Asri Jaya no. VI "masuklah"  Robi mempersilahkan Sarah untuk masuk. dengan ragu-ragu ia mengikuti Robi dari kejauhan ia melihat figura mantan kekasihnya di atas meja hias. tangisnya belum juga reda. sampai pada sudut rumahnya, Robi membuka pintu kamar, kamar yang juga mirip sekali dengan kamar yang dimiliki Sarah, ia heran setengah mati, sampai ia melihat sebuah kursi roda. di atas tempat tidur ada lekaki muda tanpa rambut. lesu, pucat, dan tak bisa berbicara apa-apa "Radit!!!" teriaknya histeris. berlari menuju mantan kekasihnya itu, memeluknya dengan air mata yang tak bisa ia bendung.  "kamu kenapa bisa seperti ini? selama ini kamu kemana aja? kamu bilang kamu punya pacar baru, itu sebabnya kamu memutuskan hubungan kita. Radit kenapa Rob?" "Radit sakit, maaf dia tidak bisa berbicara dan mendengar lagi. dokter sudah memvoniskan umurnya hanya sebentar lagi. maaf aku selama ini memang sudah mengenali mu sejak awa...

Seperti cinta pertama #1

"jangan katakan apa-apa lagi! cukup.. aku sudah lelah" teriakan dari Sarah membuat suasana semakin tak terkendali. "jangan seperti ini sar, kita bisa bicara baik-baik" lirihnya sambil menggenggam tangan sarah. "sudah cukuplah, biarkan saja seperti ini, aku lelah terus-terusan berkompromi dengan cerita ini!" berlari meninggalkannya dalam tanda tanya yang tak terjawab *** "aku mau pergi bareng Jiji, maaf ya aku nggak bisa nemenin kamu hari ini" "yaudah gak papa, have fun ya!!" sambil tersenyum sarah berlalu. "mereka semua memang beruntung, bisa mencintai dengan bahagia, bisa di cintai dengan tawa. posisi yang indah" gumamnya dalam hati. memang begitu, mencintai memang indah, tertawa, menangis, berdua. jatuh cinta memang hal yang paling menakjubkan. tuhan memberikannya pada setiap manusia. mencintai dan di cintai. begitu seterusnya berulang-ulang, sampai pada akhirnya jatuh pada pelabuhan terakhir yang bernama jo...

namanya CASINO

CASINO = CLASS SOCIAL NUMBER TWO ini kelas saya, casino alias XII IPS 2 Smantri Padang. kelas yang isinya cuma 24 orang yang 11 orang adalah wanita-wanita cantik serta 13 orang lagi adalah pria-pria ganteng *sebenernya males bilang ganteng*. kelas yang banyak mengukir prestasi di bidang non-akademik. apalagi untuk para lelaki yang sering kali membawa juara kelas ini dalam permainan futsalnya atau bahkan sepak bola. *colek para lelaki* kami para wanita hanya bisa bersorak-sorak ria. lanjut kelas ini di andil oleh seorang walikelas ganteng yaitu Papi Zainal A. Rasti yang kerjaannya ga tau deh apa. kalau di bilang perhatian nggak juga tapi di bilang nggak perhatian ya gak juga. apalagi pas ujian ga perlu syarat apa-apa tinggal tanda tangan langsung dapet haha. thankyou papi {} berikut anggota yang di ketuai oleh orang yang paling gelap yang kalo jalan pantatnya tinggal di belakang  dan kalau malam pasti nggak nampak  Rizki Pratama Putra . makasih ya udah jadi ketua k...

tentang 2011

"When he holds you close, when he pulls you near.  When he says the words.  You've been needing to hear, I'll wish I was him  'Cause these words are mine, to say to you 'till the end of time. -bon jovi, always-"  sesingkatnya lirik lagu itu, seperti itulah yang kau tuliskan padaku di tahun 2011 lalu, awal. iya awal tahun memasuki 1 bulan hubungan kita. dulu.    "aku nggak tau mau ngirim apa lagi, tapi ini satu-satunya lirik lagu yang aku suka. waktu itu aku pertama kali mendengarnya dari seorang teman. kamu tau kan, aku memang tidak bisa berbahasa inggris dengan baik, tapi lirik lagu itu aku ngerti kok artinya" begitulah sepenggal ucapan yang kau lontarkan. aku memberikan senyuman bahagia ketika mendengar kau mengucapkannya. "kamu suka sama lagu itu? mungkin sebelum aku tau lagu itu kamu sudah dahulu mendengarnya. tapi itu usahaku memasuki duniamu sayang. aku harus bisa menggapai mu, menjadikan kebiasaanmu sebagai pedoman kelang...

cinta yang salah

Seperti halnya yang kau katakan kini ‘rindu’.  untuk apa kau menyebutnya sekali lagi jika itu hanya sekedar ucapan belaka yang tak berujung dan tak bermuara? Kau menyebutkan melalui tulisan sedang fisik mu tak pernah mendukung adanya ‘rindu’ yang kau tuliskan itu. Kau lewat, sekedar lewat. Kau mengintip hanya sekedar mengintip. Apa gunanya kau menyebutkannya lagi? Kau sudah tau, aku tak berada di haluan yang dulu. Jangan kau menjadi seperti ini untuk kembali mendapatkan kesempatan lagi, sudah berapa kali kesempatan yang kau buang? Dengan baik hati aku memberinya, seenak hati kau perlakukan. Jika niatmu untuk kembali, maaf kau sudah terlambat. Aku berbicara bukan karena rasa benci, aku hanya tak ingin luka kembali muncul. Ketidakpedulianmu di masa lalu sudah cukup membuatku bertahan, dan aku jengah.   Aku berbicara bukan karena rasa bosan, aku hanya lelah. Disudutkan setiap kali pertengkaran mengelilingi hubungan kita. Yang kita sendiri tak tau siapa yang benar da...