Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2022

pria dewasa

dia pria yang mengaku dewasa dihadapanku dengan segudang kisah dan pengalamannya dalam hidup. ia menceritakan dirinya sebagaimana ia ingin dipahami lebih baik. ia katakan tak pernah peduli dengan anggapan orang lain tentangnya namun selalu membahas tentang dirinya. kenalkan dia, pria yang mengaku dewasa kepada seorang gadis kecil. lihatlah bagaimana matanya penuh dengan kebohongan, ucapannya penuh dengan sampah manis yang selalu menyuapiku dengan omong kosong. usia yang terpaut jauh, dikiranya aku akan menangis diperlakukan begitu buruk. lelaki yang mengatakan bahwa perjalanannya mencari cinta jauh lebih tragis daripada menyakiti wanita yang baru ia temui setahun lalu. aku adalah pecinta wanita katanya. ku perlakukan manis setiap semut yang berada di sisiku, namun kenyataannya yang dia lakukan hanyalah mengambil kesempatan itu untuk menulis daftar wanita yang dapat ia tahlukkan. dan dia bangga akan jerih payah itu. sekali lagi, aku mendengar semua ceritanya yang seolah-olah dia adalah ...

berhenti saling mengarah

 "kamu sebenarnya tidak benar-benar pergi dari hidupku. hanya karena kamu ingin pergi, itulah kenapa aku membiarkannya. tapi jika kau datang kembali, aku akan selalu jatuh cinta." - O   ucapan itu yang ku dengar terakhir kali darinya. aku melihat wajahnya dari layar ponsel buram itu. aku menelaah semua perkataannya seperti biasa. jika ku ingat lagi, ketika momen aku dan dia bercengkrama, aku selalu mendengarkannya dan setuju dengan semua pendapatnya. tapi, kali ini ada yang berbeda. aku tak begitu mudah percaya lagi. entah karena usia yang merubah cara berfikirku atau memang aku yang sudah tak sama. namun, aku setuju pada ucapannya bahwa dia sebenarnya tidak benar-benar pergi dari hidupku. mustahil aku dapat melupakan seseorang begitu saja yang hampir dari satu dekade menjalani hari-hari bersama. jadi wajar, melupakan adalah kosakata yang sulit di dapat. apalagi, dengannya hampir seluruh rahasia telah ku bagi. ada dua orang yang berusaha mati-matian untuk merelakan yang naman...

Berdamai

setelah berakhirnya hari itu, aku menutup diriku terhadapmu. "terima kasih" ucapku dalam hati sambil melambaikan tangan ke arahmu. kau berlalu dan hari itu adalah hari terakhir aku melihatmu.   perpisahan adalah pilihan berat yang mau tidak mau harus setiap orang pelajari. meskipun, perpisahan terkesan menjadi hal yang lumrah, namun perasaan yang timbul akibat kepergian seseorang akan tetap menjadi luka yang tidak mudah bagi orang yang ditinggalkan. dalam sebuah perasaan, melepaskan hati yang selama ini berakar adalah keputusan yang memakan waktu yang begitu lama hingga bisa berdamai dengan ego nya untuk terus bersama. aku dipertemukan dengannya tanpa alasan apapun dan dipisahkan karena memang tidak ada lagi yang perlu dilanjutkan dari pertemuan itu. hati yang ku berikan padanya, sepertinya terlalu banyak. hingga tak satupun yang dapat ia rasakan ataupun ia lihat. aku mengganggap pemberian perasaan itu dapat meluluhkan hatinya, namun proses meluluhkan hati seseorang itu tidak...