Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2014

kamu belum tau rasanya menjadi aku

purnama indah mengintip dari gulitanya malam kemarin. purnama itu, membuat aku merinding kesakitan. bukan tubuhku, tapi jeritan batinku yang kian lama merontakan namamu. kian lama kian menggerogoti relung jiwaku. aku mungkin yang terlalu lama menyikapi, kau hanyalah bualan senja kemarin yang sudah tertelan mentari. aku dengan segala upayaku menopang kaki, untuk berdiri. aku sudah jatuh sejak lama dan kau penyebabnya. untuk apa aku mempertahankan rasa aneh ini selama bertahun-tahun? kau tak pernah menggubris kesakitanku, apalagi penantianku. kau datang dan pergi sesukamu, menyematkan pelangi lalu memberikan badai setelahnya, begitu berulang-ulang. dan dengan keseringan, aku memaafkan dan terus menunggu kepulanganmu. aku, menuai luka hari demi hari, melihatmu dengan mudah berganti hati. sukma kalbu suci yang selalu kau ceritakan padaku tempo dulu, apa seperti itu? kau yang mengajariku tentang ketulusan tapi malah kau yang tak terbiasa pada ucapanmu. dengan mentah kau ucapkan, ...

seharusnya begini

debaranku masih terasa ketika ku tau kau menyapaku. bukan karena aku masih mengingatmu, aku bahkan sudah bisa dan bahkan terbiasa mengenyampingkan rasaku. tapi, karena hatiku terlalu senstif akan hadirmu, detaknya masih terus menggebu ketika sosokmu perlahan muncul dan berhadapan langsung denganku. kuasa siapa yang membuat debaran ini masih ada? bahkan aku telah menginginkan seseorang yang jauh lebih baik darimu masuk dalam hidupku, tapi tetap saja kau selalu memiliki debaran hebat untuk jantungku, atau apa karena jantungku yang masih mencintaimu? aku tak menyangka saja, kelupaanku padamu tak berfungsi lagi ketika, kau hadir. berjuta kupu-kupu berterbangan diperutku. kau tahu, telah lama aku mencintaimu. kau pun juga tahu, begitu banyak waktu yang ku sia-siakan untuk menanti gejolak hatimu. ketika dulu kau tak bisa membalas satu per satu besarnya perasaanku. bagiku dulu, tak pernah ada salahnya jika menantimu begitu lama, bahkan aku tidak sadar hingga detik ini rasa itu masih ada ...