aku selalu berfikir, aku akan baik-baik saja ketika mengingatmu kembali, nyatanya aku masih tersiksa. aku tak berniat melupakan apapun, karena sejatinya kenangan hanya akan tinggal di sana, tanpa bisa ku kembalikan. kenangan itu akan tetap berada di linimasa ku, takkan bisa terhapus. aku sudah maju dua ribu langkah, tanpa kamu, tanpa menghubungimu, tanpa tau bagaimana kabarmu. kau sudah menghilang begitu lama, walaupun rasanya masih sama. kau tinggalkan jejak yang begitu pekat, sehingga sulit ku timpa. tak ada yang benar-benar bersedia membantuku untuk berdiri tegak, karena katanya aku harus bisa sendirian. terbukti, sampai hari ini aku tak ditemani siapapun menghadapi masa depan yang begitu gelap seperti yang kita bicarakan sebelas tahun lalu. kau tidak ada di sana menyaksikan aku melewati itu, apalagi orang lain. walaupun kau sudah memprediksikan aku mampu melawatinya, tapi aku berusaha dengan tangan gemetar. saat itu, tak ada tangan yang bisa ku pengang. tak ada bahu tempat aku bisa...
rangkaian kisah untukmu