Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2013

untuk anak IPS

IPS = IKATAN PELAJAR SUKSES Begitulah kira-kira mereka berargument. Sudah banyak yang menjadikan simbol itu sebagai motivasi. Saya pun demikian. Saya salah satu dari mereka. Menjadi bagian dimana logika menjadi modal utama. Saya bangga berpijak pada poros ini. Entah kenapa saya tak peduli dengan gonjang-ganjing yang kerap kali menikam kami. Sosial, Begitulah adanya semboyan mereka. Pelajar lain pun mungkin tahu, manusia adalah makhluk sosial. Meskipun yang terjadi kenyataannya, mereka adalah salah satu pelajar yang memiliki jiwa keras untuk bebas. Karena mereka memang seperti itu. Mereka bukannya tak ingin sukses ataupun membuat yang lain bangga. Hanya cara mereka berbeda dari kebanyakan. Jika di katakan seorang pemimpi. Memang mereka adalah pemimpi yang sangat handal. Apalagi yang menyangkut imajinasi, tanyakan saja mereka rajanya. Memang hidup tidak hanya indah dengan mimpi dan imajinasi belaka. Namun, saya pernah mendengar salah satu teman saya berkata “tak semua k...

penyair hujan kelabu

matahari nan terik dengan gagahnya ia berdiri di jendela langit mengukir lelah serta amarah dari atas sana meminta manusia untuk terus bekerja, belajar, dan bersabar tanpa diduga sang kelabu dengan sigap mengambil alih semua pekerjaannya mengubah terik menjadi gelitikan angin yang menyejukkan semua manusia bersyukur dunia tak lagi terik, tapi dunia kini kelabu aku yang sedari tadi tak bosan melihat keakuan alam ini hanya tertawa kecil melihat manusia-manusia yang tengah bersyukur aku tak bisa mengumpamakan apa-apa aku hanya bisa bersajak bersajak mengenai sang kelabu memaknai setiap detik anugerah yang ia cipratkan dalam suasana senyap aku hanya bisa bersajak menunggu sang kelabu melunturkan kegagahannya turunkan hujan! banyak manusia membenci kehadiran hujan berdoa untuk segera melihat titik ini hilang mereka bilang hujan adalah penghambat mereka bernalar hujan adalah bencana tanpa mereka fikir kembali hujan adalah nyawa nyawa untuk mereka yang mencintai hujan ...

#surat di langit biru

Langit biru, awan putih. berpadu padan menciptakan suasana indah. segemericik suara angin terdengar, hingga dedaunan kian melambai manja. siang ini aku kembali menulis rangkaian paragraf untukmu. hingga menciptakan larik-larik yang sedari tadi bergumpal di benakku. apa kabar kau hari ini? hari ini begitu cerah. suasana hatimu seperti hari ini kah? siang ini, senandung burung yang berkicau, beramai-ramai dengan teriakan manusia-manusia yang lelah di sekitarku. apakah hari ini pelajaranmu menyenangkan? apa yang kau dapat hari ini? masihkah kau mengatupkan kedua matamu sambil di alasi tas biru hitam yang menjadi saksi juang mu? apakah itu nyaman? siang ini, hawa terasa begitu menyengat. pertahanan tubuhku tidak berniat untuk terlalu bersemangat. hari ini hanya beberapa alunan lagu yang dapat mewakili hasrat. seperti yang sudah kau tahu kebiasaanku jika suasana seperti ini mulai hadir. pepohonan rindang menjadi tujuan utama ku, dengan menggenggam buku wajib serta bolpoint ya...

menunggumu lebih lama lagi? aku menyerah

"jika cintamu sudah pudar hari ini, katakan saja. jangan coba kau tutupi. bukan hanya hatimu yang risih tapi hatiku juga tersakiti" kau yang selalu memberiku berbagai macam sugesti untuk selalu tersenyum. memberiku mimpi-mimpi yang indah. menjanjikan masa depan bahagia untuk ku. dengan mudahnya kau mengatakan segalanya. dengan raut meyakinkan kau katakan segalanya. kau buat ku percaya dengan itu semua. ini karena kebodohan ku atau karena kecintaan ku padamu yang terlalu besar yang membuat ku begitu saja percaya. waktu demi waktu tanpa hubungan apapun kau menjanjikan itu. tapi apa kau sadar sesungguhnya itu menyakitiku? dan dengan jiwa besar aku memaafkan itu.

Hanya sekeping masa lalu

  Jika di ceritakan kembali kisah-kisah yang sudah berlalu, aku ingin sekali lagi menceritakan kisah tentang sekeping masa lalu yang pernah singgah di dalam perjalanan hidupku. Dan ini tentang dia, lelaki yang memberi ku pembelajaran tentang luka. Dia, sesosok anak lelaki yang tidak begitu tampan jika di bandingkan dengan lelaki lain yang pintar bersolek. Dia hanya sesosok lelaki yang memiliki senyum khas, yang bisa membuatku mabuk asmara jika membayangkannya. Lelaki ini sebut saja dia sebagai cinta pertama. Dulu, aku begitu berbahagia memilikinya. Aku bahkan telah meyakinkan cinta seutuhnya untuk dia. Sampai-sampai aku berniat untuk terus mencintai kekurangannya. Aku yang di saat itu benar-benar terbuai akan yang namanya cinta, seketika lupa untuk memikirkan perasaan ku sendiri. Dan saat dia memilih untuk pergi, aku tak bisa berkata apa-apa. Aku tak sanggup menahan sesak yang telah dia ciptakan. Saat itu aku terjatuh, jauh di dasar, tenggelam bersama bayang-bayang ny...

Ritual Rumah Atap #1

"siapa sangka, kau adalah motivasi terbesar dalam hidupku"                  “bangun Ra.. ini udah jam berapa. Nanti kebablasan lo ..” suara lembut mama membangunkan Kinara dari mimpi indahnya.   Di liriknya arloji yang ada di meja lampunya. Dengan tersenyum ia bangkit mematikan lampu tidur itu, lalu menuju kamar mandi. Membersihkan diri dan merapikan semuanya dengan baik. Masih ada 30 menit lagi untuk memulai ritual yang selalu ia jalankan setiap tahunnya. Kinara kembali dengan keadaan rapi, menuju lemari khusus yang di persiapkan untuk menyimpan segala benda-benda berharga miliknya. Kinara mengambil kotak yang terbungkus dengan rapi berwarna hijau tua, membukanya perlahan dan mengambil buku unik yang begitu tebal dengan lembaran-lembaran yang sudah hampir setengah penuh. Buku itu bersampul abu-abu dan jingga. Sungguh cantik. Kinara lalu tersenyum dan membawa kotak beserta buku itu ke tempat ritualnya. Sebelumnya Kinara, mengambil ...

Pelangi di malam hari. mungkinkah?

Mungkin terlambat. Aku sudah salah dalam mengartikan segalanya. Cinta, sedih, bahagia, semuanya berada dalam satu paket yang aku tak mengerti itu apa. Kau sadar aku bukan wanita satu-satunya. Kau juga sadar aku bukan wanita terbaik. Dan kau juga tau aku bukan menjadi prioritas pertama. Tapi apa kau sadar? Cinta itu buta. Jika ku ulang kembali kisah dulu, dimana aku telah berada di titik terendah yang tak lagi mengenal cinta. Dimana cinta sudah menjadi halangan ku untuk tersenyum. Dimana cinta sudah menjadi kebencian batin yang melanda hari-hari ku. Dimana cinta sudah menjadi bahan permainan ku seperti cinta sebelumnya yang selalu mempermainkan rasa ku. Kau yang pertama membuatku kembali merasakan cinta yang manis. Setelah sekian lama pahit bermain-main dalam indra perasa ku, Kau beri ku gula hingga aku bisa mengecap manis yang kau berikan. Tidak kah kau sadar itu seperti hal terbesar yang pernah kau lakukan untukku? Apakah salah aku telah menjadikan mu satu-satunya yang berada dala...