malam, dingin ditambah lagi dengan lagu-lagu pilihan, pastilah jadi waktu untuk ku ataupun orang lain mulai berdrama dalam kepalanya. menggali semua ketidakmungkinan menjadi wujud utuh nan mustahil diterima logika. mungkin, untuk yang patah hati, ia membayangkan hatinya utuh kembali. untuk yang kecewa, mungkin ia membayangkan mampu memaafkan. untuk yang rindu, secepatnya terbayar tuntas. atau untuk yang telah bersama, berangan-angan semua akan baik-baik saja. begitu banyak pimikiran yang tidak bisa tersampaikan menjadikan air mata sebagai jawaban. mungkin terlalu klise jika mengatakan bahwa "baik-baik saja" pada semua orang maupun diri sendiri. tapi, selain jadi tameng, "baik-baik saja" mampu membuat hati kerap tenang. entahlah, mungkin ini analogi yang bisa ku tuliskan hari ini. selain itu, "baik-baik saja" menurutku adalah kalimat penipu yang paling ampuh. meski sesungguhnya, kita tahu bagaimana mimik yang terpancar dari muka mereka. baiklah, s...
rangkaian kisah untukmu