Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2024

Permohonan untuk tidak datang kembali

teruslah berfikir akulah penyebab semua luka itu, agar hatimu kokoh untuk tidak lagi pulang ke sini.   Sebuah lembaran surat ini akan ku rangkai pelan-pelan berdasarkan perasaanku yang kian lama rusak. Aku berfikir, semua akan pulih jika kenangan itu dikubur dalam-dalam. Ku fikir meninggalkanmu adalah rencana paling baik untuk membuatmu kembali mencintaiku. Karena, kehilanganku adalah bentuk rasa rindu yang selalu berkecamuk dalam hatimu. Ku kira, kalimat itu akan berlaku lagi. Namun aku salah kaprah. Tak ada lagi sorot cinta itu walau hanya setitik. Tak ada lagi cinta yang ku banggakan hadir. Aku mengira ini akan sementara. Kita akan sementara berjarak dan merenung. Ternyata kita kebablasan begitu lama. Kau menghadiahiku dengan sebuah kejutan besar, yaitu benar-benar pergi dan menghilang pula. Saat itu hatiku kacau lagi. Kenapa aku menjilat ludahku sendiri. Kenapa strategi ini tak lagi berhasil. Ya, benar. Perasaan itu ternyata sudah kadaluarsa. Segitu hebatnya kata cinta yang...

cinta dipenghujung dua puluh

hari ini kotaku dingin. semilir angin menembus telingaku. aku termenung di depan jendela. merenungkan kebisingan yang bertebaran dalam kepalaku akhir-akhir ini. mempertanyakan mengapa manusia bisa tiba-tiba berhenti merasakan apapun. mengapa manusia tiba-tiba di usianya yang matang, malah terpeleset jauh dari prediksinya. seperti semua yang indah dalam diriku mati seketika. aku membuka jendela kamarku dan merasakan angin sekali lagi. betapa bebasnya mereka bergerak, menembus semua kulit manusia. kenapa kebebasannya tidak bisa ku raih. kenapa rantai ini mengikat diriku pada sumur yang begitu gelap. aku menghela nafas berkali-kali, menahan diri untuk tidak cengeng. udara dingin ini menarikku pada banyak memori indah yang hanya ada dalam kepalaku. seketika aku tertawa, terharu, seketika lagi aku menangis dan menyesali. tapi, apakah pantas manusia memiliki rasa sesal, sedangkan pilihan dari awal adalah milik mereka?  satu sisi kepalaku melarang untuk merasa menyesal dengan semua keputu...