Saat rintikan hujan pertama aku menuliskan sebuah nama Tertulis dengan jelas ku ukir namamu dengan tinta hitamku di sudut ruang Dari awalnya hingga akhirnya mengenaimu, dirimu, dan senyummu Mengepakkan sayap hatiku dengan indah, karena mu Satu detik sudah cukup bagiku, memandangi wajahmu dari khayalku Menunggu kabarmu sudah menjadi kebiasaanku Menepikan sepi yang berbalut rindu dari jarak yang membentang jenuh Langit-langit hati memendung hingga hujan di ujung mataku turun Entah harus berapa lama waktu akan berpihak Entah harus berapa lagu dan puisi yang ku tuliskan tuk menepikan sepi Kau bagai simfoni hati yang menyahut dari kegelapan Rinduku meronta kehadiranmu, tapi kita tak berdaya ini bukan waktunya Dahulunya saat mata masih bisa saling memandang Tak ada yang bisa terucap, tak ada kalimat hanya senyum simpul Perwakilan hati tak kunjung berbalik memberi kabar Enyah kah perasaan dengan luka lama? Tidak, rasaku belum selesai, tidak sama s...
rangkaian kisah untukmu