Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2016

something about you were like ...

For the guy who called himself as dark. It's been a long years to spent this whole times with you. Seven years ago, we met each other as a strangers. We didn't talk that much. I didn't see you anytime. I didn't even care about what were you doing out there. Since the day, you found me as the girl you fallen in love with. Protected me, made some stupid jokes, cared for me, and every single day payed attention to my life. I never thought that I would be so in love with you. With every fucking bad condition in the past, with every fucking terrible situation in our life, with every fucking barricaded time in our relationship. I was hurt you and so you were. So here we go again. I told you before, you never fail to make me fall in love.  I guess, I was in the right choice when I tried to run away from you. And I thought after all this time, we were forget it all the memories. But I was wrong. You showed me what love is. You teached me everything tha...

ku rasa aku tak bisa lagi seperti sebelumnya

"indah memang indah, saat kita mampu menatap dunia dengan cara yang sama." aku semalaman ini hanya berkutat pada kisah-kisah lampau. mengenaimu dan kita yang dulu. aku menggali-gali lagi ingatan lama yang sudah tertumpuk dengan banyaknya beban akhir-akhir ini. aku berbaring di kasurku dengan laptop  yang terletak di kedua pahaku. ku pangku, sambil mendengarkan lagu-lagu dari playlist -ku. ku ingat, aku pernah memintamu memberikan sebuah flashdisk yang berisi kenangan lama. sekitar tiga atau empat tahun yang lalu. ia kita waktu dulu. aku mulai tertawa kecil, mengingat-ingat lagi kapan kejadian pada setiap foto itu. aku menemukan screenshoot dari percakapan kita selama ini. saat membacanya lagi dengan serius, tak kuasa aku terhenyak.  aku mendapati diriku yang begitu tegas, tak selemah hari ini. aku yang mendapati diriku yang mampu menahan rindu, tak seperti hari ini. serta mendapatimu yang hangat setiap harinya. mendapatimu yang penuh kejutan setiap harinya....

aku padamu...?

"aku padamu sekarat.." banyak frasa yang sudah ku tulis untukmu. dari mulai cacian hingga kerinduan. satu hal yang menyebalkan adalah menemukan dimana kau dan aku harus dipisah. baik secara jarak mau pun hati. banyak hati yang terluka waktu itu, banyak makian yang t erlontar. b ahkan perwujudan dewasa belum menghampiri. ada aku yang menimpakan semua kesal pada waktu. karena telah dipert emukan dengan seorang kamu di waktu yang selalu saja salah.  mulanya, degup yang biasa . perhatian ke cil yang kita bagi hanya pada waktu malam, dalam sunyi yang kelam. kau dan aku menyatu jadi kita. dari mula aku tak bisa berpakaian dengan baik, hingga kamu yang sibuk kesana -kemari dengan kerumunanmu. mulai  dari cinta segitiga yang hinggap antara aku kau dan laki-laki itu. dipa du lagi dengan banyak tarikan yang menghalangi kesiapanku.  kau sudah dengan benar mele takkan hatimu dari awal. meski aku sering kali goyah, kau selalu mengingatkan bahwa kau akan selalu ada. mesk...

seperti inilah perempuan yang kau kenali

Ilustrasi 1 *** hatiku berdegup kencang, ketika menunggu dari ujung jalan sana kau berjalan. aku melirik lagi pada kaca, apakah hari ini sudah terlihat lebih baik. ku perhatikan setelan ku, ku rasa sudah baik-baik saja. aku menunggu di balik pohon yang besar. aku sibuk menunggumu menghampiri. ujung rambutmu sudah terlihat, jantung ku semakin berdebar. entah mengapa, ia berdegup setiap kali mengingatmu. ku ikatkan tali sepatu yang sudah lepas, menunduk dan duduk lagi.  tapi, tak kulihat batang hidungmu. oh baiklah, kau sedang berbincang hangat dengan temanmu. aku mengunyah sebungkus roti dan terus memperhatikan mu berbincang. mataku tak menoleh ke arah lain, kanan dan kiri tak terhiraukan. aku tersenyum sendiri saat memperhatikan. ku buka ponsel ku untuk memberi tahu aku tepat di belakang mu. namun ku urungkan. sepertinya lebih manis jika kau terkejut dan menghampiri.  seorang temanmu melirik ke arahku karna memperhatikan kalian. namun matanya melirik ke sisi l...

Sudahkah kita dewasa

kita sudah sama-sama dewasa, sebelumnya bertindak seperti anak-anak. kita sudah melewati banyak fase untuk menjadi lebih baik. jadi, kenapa masih saja kita menyimpan dingin di antara keduanya. bukankah lebih nyaman jika kita bisa bertatap muka dan berbagi cerita dari masing-masing. bukankah lebih arif jika kita bisa saling peduli satu sama lain. bukankah sebelumnya pun kita begitu. atau adakah sisi lain yang membuat kita harus membentang jarak begitu jauh dan membangun dinding yang begitu luas. bukan kah sebelumnya kita terbiasa bercakap hingga larut malam. Ada waktu dimana kita ingin menjarak, lalu berganti haluan mencari yang lebih tepat. bukan hati, tapi ingin. haruskah kita memendam tanya setiap hari untuk tau bagaimana. lebih tepatnya, kita peduli meski harus diam-diam. tidakkah lebih bijaksana jika kita mampu mengutarakan dan bertanya.  jika kita memilih mundur, siapa lagi yang akan memulai memperbaiki semuanya. manakah yang lebih baik selain belajar bertanya dahulu keti...

Rasa dan Kau

Nobody's ever loved anybody as much as I love you - Breaking Dawn- Kali ketiga, mengarungi kisah bersamamu adalah pilihan terbaik setelah menjalani rangkaian jalan yang berbatu. namun, bersamamupun aku diterjal batu yang lebih besar. tapi, tak masalah asal denganmu semua terasa baik-baik saja. kalimat cinta tak henti-hentinya tumpah dalam isi kepala ku, memaksa untuk terus menulis dan menulis untukmu. dikatakan itu-itu saja, tetap kau menjadi pilihan teratas dari sekian banyak opsi untuk ku tulis. namamu bernaung indah dalam dekap hangat yang disebut rasa sayang.  saat waktu menjadi penghalangku untuk bertemu, gundah-gundah ku cair bersama indah suara beratmu. kadang, bercanda adalah penikmat hari dalam rindu yang terkepung. selalu kau menegaskan tiada hari selain rindu, bahkan sekalipun telah disampingku.  Disaat rasa adalah pisau yang suatu saat mampu melukai, namun hari ini kau ajari aku untuk memilih mencegah luka. dengan segala lelucon burukmu, dengan segala raut...

Bertahanlah Sampai Akhir

ini bukan sulit sayang, ini hanya salah satu dari sekian banyak cobaan. menarik sekali memang jika kita bisa bersama-sama tanpa perlu khawatir apapun. tidak, aku tidak meragukan lagi hatimu. tapi, keadaan kita yang semakin hari semakin sulit ini yang membuat ku kian lemah sayang. terkadang hanya senyum dan keberadaanmu saja yang memberi asupan pada semangatku.  lihatlah, betapa banyak sekali badai yang menerpa jalan kau dan aku. tapi badai kali ini sedikit menyiksa. aku bukannya tidak kuat, namun aku hanya merasa ini bukan seperti harapanku. kita berdua sudah terlalu lama jatuh cinta dan berpisah. banyak puing yang harus kita rapikan lagi, hingga membuat keberadaan kita semakin nyata. tapi, disaat kita semangat sekali membangunnya, badai itu muncul dan nyaris meruntuhkan. tidak, aku tidak akan berhenti membangun sayang. kau tahu bagaimana matamu adalah favoritku. menatapmu beralama-lama adalah kebiasaanku. kerena padanya aku mampu tenang dan sejenak melupakan rangkaian badai...