Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2013

Ein Breif für jemanden

für einen Jungen im mein Leben, vielen dank für gibt mir einen schönen Herz. Vielleicht, können wir jetzt treffen. Aber im andere Zeit, Got will uns wieder treffen. Du machst mich verlieben, bis heute. Ich weiß nicht genau warum mein Herz noch dich liebt. für einen Jungen im mein Leben, Ich wieß, du bist einer guter Jung. Ich hoffe, du kannst viele schöne Tage bekommen. Das ist fast drei Jahren wartete ich mich auf dich. Wie lange muss ich warten. Ah, kein Problemm wenn er dich ist, möchte ich. für jemanden wer ich liebe, Ich wartete auf dich, und wartete. Ich vermisse dich und vermisse. Obwohl, können wir viele sprechen, aber kein Problemm. Ich verliebte dich. Ja, du kannst mich nicht sehen. Weil, ich in anderem Land jetzt lebe. Vermisst du mich? Sag ja für mich, und ich sage ja für dich auch. Ich will zurück fahren, bitte wart dich auf mich acht Jahren noch. Von jemandem der dich liebt, Annisa Istiqa Suwondo

saya bercerita sedikit

  hello semua para pembaca, ini cerita saya kemarin 8. Oktober 2013 selamat membaca dan melihat beberapa foto yang tertera :)   cerita kemarin, kemarau sudah mulai menampakkan jati dirinya. pepohonan mulai menguning dan gugur satu per satu. udara yang begitu dingin membuat tubuh sedikit menggigil. namun tidak menghalangi niat saya untuk terus berjalan dan mencari tahu seluk-beluk kota ini. ini dia salah satu taman kota yang terletak tidak jauh dari tempat tinggal saya.  -Ronaldstrasse- haltestelle berkunjung kesana untuk pertama kalinya, dengan modal nekat tanpa tau tempat lebih tepatnya. berjalan bersama seorang teman sehabis pulang kursus, setidaknya melupakan sedikit beban kepala yang begitu menumpuk. balik lagi, taman ini sewaktu saya berkunjung tidak begitu ramai, mungkin di karenakan masih terlalu siang, banyaknya pohon membuat rindang taman ini, saya tidak banyak memotret tapi coba lihat beginilah kira-kira keadaan taman yang saya kunju...

prolog diwaktu sore

aku melamunkan sebuah kenangan lama; lagi-lagi itu dia jendala kubuka tanpa batas, ku biarkan angin menerpa wajahku, ku hirup mereka dengan perlahan, ah betapa aku merindukan hal yang sepantasnya terlupa sejenak. ah tidaklah, mana mungkin aku bisa melupakan segalanya. kenangan itu ada bukan untuk di lupakan bukan? ku lirik arloji yang melingkar  di tangan kiriku, sore ini cuaca bersahabat membuatku ingin berjalan sebentar. membawa buku tua kecil ini, ku ceritakan kembali kisah sepi di Negeri yang entah harus bagaimana aku sebutkan. lagi-lagi aku bercerita denganmu. maksudku tidak dengan nyatamu, yang ku maksud bayanganmu. bayangan yang selama ini menemani sepiku, dan hanya buku tua ini saksi jelas yang menemaniku selama ini. hai, Negeri ini begitu indah, cantik, rupawan serta menawan. tapi bagiku apa gunanya kau tak disini menemaniku bercerita, walau sesekali kita sempat bertukar cerita, rasanya tak nyata itu memang menyulitkan. Kutulis lembarannya, mereka terisi lagi. Cokl...

sajak yang kau kira ini apa

ada hal lain yang perlu ku jelaskan? sabtu sore berjalan menepi sungai kulihat lampu neon di seberang jalan ada ribuan kunang-kunang menghiasi temaram malam ku ambil kameraku untuk mengabadikan mereka dari sudut kedua mataku bertanya adakah kesedihan yang tak terbaca? lalu ku buang pandangan ini ke rerumputan hijau mereka menyambutku dengan hangat lalu tertawa kamuflase dari kehidupanmu adalah air mata kau hanya berdiam tanpa berencana kau tak menyadari betapa penting keteguhan sebongkah hati karang saja akan hancur apalagi potongan hatimu yang rapuh lagi ku berjalan menyusuri wisteria biru cantik jelita mereka tergantung dari atas sana tapi sayang mereka akan hilang ketika salju meminta pulang itu pertanda kau takkan selalu bersanding dengan tawa lemari kayu yang berkilau tak lagi terlihat indah reot dari penampilannya mengalihkan pandangan para pecinta tak ada yang mendekati melihat saja mungkin tidak kau tau itu mengapa? dikarenakan mereka tak pernah dirawa...

Sedikit cerita dari kota Aachen

Hallo semua para pembaca setia!! Sudah lama sekali saya tidak menulis di blog ini seperti tidak makan sebulan hehe kali ini saya sudah sampai di kota impian Aachen. Saya akan menceritakan sedikit tentang pengalaman disini. Aachen, Germany Saat ini sedang musim gugur, gugurnya pepohonan Aachen membuat hati saya bersemangat menjalani hari disini walaupun cuaca disini benar-benar jauh berbeda dengan cuaca indonesia. Walaupun dingin tapi entah apa, saya hanya senang. Saya disini belum menjalankan kuliah, saya baru menjalankan kursus wajib bahasa untuk mendapatkan sertifikat untuk lanjut ke jenjang berikutnya. Semakin hari pelajaran bahasa ini sangat menyulitkan. Walaupun otak saya standar dalam hal ini, setidaknya belajar adalah jalan satu-satunya. Melihat kebiasaan masyarakat disini membuat saya belajar banyak. Lebih mandiri dan disiplin. Kota bersih dan sangat nyaman. Saya baru sebulan di kota ini, akan banyak tahun lagi yang akan saya habiskan di negara ini. Dan kota ini terlihat ba...