Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2021

tak ada alasan lagi

ku pangkas habis harapan yang ku simpan untuknya. tiada lagi tangis yang akan ku keluarkan disela-sela malam yang sepi ini. ku hentikan mendengar lagu-lagu yang menyayat hati. memberikan hati pada orang yang sulit mencintaimu adalah hal yang sia-sia. memberikan yang terbaik untuk membuatnya nyaman berada di dekatmu juga hal yang terlalu berlebihan. dia terbiasa bersinar di mata banyak bunga, dia terbiasa menerima kenyataan bahwa dia takkan terluka hanya karena mawar berduri sepertiku. meskipun saat bersamanya aku dapat menjadi diriku sendiri, tapi aku tak bisa leluasa mengungkapkan perasaanku, demi sebuah perasaan yang harus ku jaga kenyamanannya. saat aku memiliki alasan untuk terus menjalin sebuah emosi, kupu-kupu dalam perutku terus menerus bermekaran. setiap ku tatap matanya yang besar itu, setiap ku dengar suaranya yang bercerita tentang hal-hal tidak penting, perasaan debar selalu jadi penguat bahwa, apa yang terjadi pada hatiku bukan hanya alasan untuk mengubur kesepian. debar i...

dibuat hilang ingatan

dia berusaha menghapus kehadirannya dengan menjadi orang asing. dia berusaha membuat ku hilang ingatan dan lupa bahwa dia sempat melukis hari-hariku dengan penuh warna darinya. dia beri aku banyak pilihan agar lukisanku tidak hanya tentang hitam dan putih. dia berusaha menjadi dingin, agar aku menangis karena kehilangan panggilan darinya.  berawal dari rasa cinta yang kecil, dipupuk dengan sejuta cerita dan tawa akan menghasilkan ruang-ruang baru yang begitu besar. aku tak menyadari, ruang itu tercipta dengan semua senyum-senyum yang muncul dari bibir tipisnya itu. dia tak menyadari, aku sudah tenggelam. lebih tepatnya, tidak memperdulikan itu. tapi dengan segenap usaha, aku harus naik ke permukaan. samudera sudah terbentuk di mataku, sedang sudut mataku kini beralih fungsi menjadi ladang air terjun. kepalaku terus saja berat, setiap kali sekelebat bayang wajahnya muncul dalam pandang. telingaku kerap salah menafsirkan suara-suara di sekitar, karena yang ku dengar hanya tawanya yan...

tolong jangan buat aku menderita lagi, aku mencintaimu.

aku melihat mu dari tempat terendah,  di atas sana kau baik-baik saja. melanjutkan hidupmu, bahkan ketika aku tak lagi di sana. kau tetap tersenyum, kau tetap berdiri dengan gagahnya. aku melihat kau semakin bahagia, aku melihat kau menerima semua pujian atas keberhasilanmu mematahkanku dalam sekejap. aku di sini, dari bawah sini, aku menyapu air mataku setiap hari. melihat kau baik-baik saja semakin memperburuk hari-hariku. kenapa, kau baik-baik saja sedangkan aku sudah hampir mati menelan lara? padahal hatiku, sudah kau rebut seluruh, kau buat duniaku jadi dunia yang paling menyenangkan. kenapa, saat kau tak ada, hadiah terakhir malah neraka yang sangat menyiksa?    apakah mencintaimu bagian dari dosa? malam-malam ku tak lagi indah, aku tak lagi tersenyum. aku katakan, aku kehilanganmu dengan lantang. tapi, mengapa kau tak pernah mendengar? apakah kau mulai menulikan telinga dari saat itu? jika mencintaimu tidak diperbolehkan, kenapa kau ajak aku ke depan pintu, namun t...

Saat Menemukan

Disaat aku lelah menimbang hati kedalam hidupku lagi. Ku temukan engkau merawatnya dengan baik hingga layuku berubah mekar. Dari sudut tergelap kau masih melihat cahaya dalam tanganku. Meski ku tutup, kau selalu yakin itu cahaya yang indah. Disaat yang lain tak melihat memar, kau mengetahuinya dan mengajakku mengobatinya dengan sabar. Diantara bintang yang bertabur di cakrawala, mengapa baru kali ini aku melihat kau begitu terang? Bahkan menyilaukan penglihatanku. Baiknya, kau berbagi cahaya denganku dan menambah energi ku. Bahkan saat matahari muncul, kita masih saja memiliki cahaya walau samar. Berbeda dengan bulan yang habis indahnya jika raja siang muncul. Aku banyak berbagi puisi dengan daun gugur. Aku memberi setiap mereka sepotong cerita resah dan indah. Kau mengetahuinya lewat bacaan yang terlintas dari indra penglihatanmu. Saat dihembuskan angin, cerita hanya menjadi kisah yang ditelan waktu. Sejak ku putuskan untuk mengarungi samudera yang luas, beraneka ragam ikan yang ku te...