Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2014

kamu belum tau rasanya menjadi aku

purnama indah mengintip dari gulitanya malam kemarin. purnama itu, membuat aku merinding kesakitan. bukan tubuhku, tapi jeritan batinku yang kian lama merontakan namamu. kian lama kian menggerogoti relung jiwaku. aku mungkin yang terlalu lama menyikapi, kau hanyalah bualan senja kemarin yang sudah tertelan mentari. aku dengan segala upayaku menopang kaki, untuk berdiri. aku sudah jatuh sejak lama dan kau penyebabnya. untuk apa aku mempertahankan rasa aneh ini selama bertahun-tahun? kau tak pernah menggubris kesakitanku, apalagi penantianku. kau datang dan pergi sesukamu, menyematkan pelangi lalu memberikan badai setelahnya, begitu berulang-ulang. dan dengan keseringan, aku memaafkan dan terus menunggu kepulanganmu. aku, menuai luka hari demi hari, melihatmu dengan mudah berganti hati. sukma kalbu suci yang selalu kau ceritakan padaku tempo dulu, apa seperti itu? kau yang mengajariku tentang ketulusan tapi malah kau yang tak terbiasa pada ucapanmu. dengan mentah kau ucapkan, ...

seharusnya begini

debaranku masih terasa ketika ku tau kau menyapaku. bukan karena aku masih mengingatmu, aku bahkan sudah bisa dan bahkan terbiasa mengenyampingkan rasaku. tapi, karena hatiku terlalu senstif akan hadirmu, detaknya masih terus menggebu ketika sosokmu perlahan muncul dan berhadapan langsung denganku. kuasa siapa yang membuat debaran ini masih ada? bahkan aku telah menginginkan seseorang yang jauh lebih baik darimu masuk dalam hidupku, tapi tetap saja kau selalu memiliki debaran hebat untuk jantungku, atau apa karena jantungku yang masih mencintaimu? aku tak menyangka saja, kelupaanku padamu tak berfungsi lagi ketika, kau hadir. berjuta kupu-kupu berterbangan diperutku. kau tahu, telah lama aku mencintaimu. kau pun juga tahu, begitu banyak waktu yang ku sia-siakan untuk menanti gejolak hatimu. ketika dulu kau tak bisa membalas satu per satu besarnya perasaanku. bagiku dulu, tak pernah ada salahnya jika menantimu begitu lama, bahkan aku tidak sadar hingga detik ini rasa itu masih ada ...

Karena kau pantas mencari penggantinya

“kamu bertahan untuk apa? Memutar waktu? Membalikkan hati manusia yang sudah tak mengingatmu?” seru Anita  Dalam rintikan hujan, Dinda termenung memikirkan setiap rangkaian kata dari Anita. Dalam pikirannya hanya bermain-main satu orang laki-laki yang sejak dulu tak ingin ia lupakan.   Ia bertahan karena ia percaya bahwa keajaiban akan mengembalikan hati lelaki itu. Ia tak pernah bosan untuk bertahan menanti, walau ia tau bagaimana rasanya di abaikan berkali-kali. Andai waktu dapat menjawab hati manusia lebih cepat, penantian mungkin takkan pernah berujung lama dan penuh tanda tanya seperti yang terjadi pada setiap manusia saat ini. Andai rasa bisa di hapus dengan lebih cepat tanpa harus menunggu waktu, pasti tak banyak manusia yang merasakan luka dan rasa iba setiap saat. Tapi, waktu terlalu sering bermain-main hingga ia berlama-lama mengguncang hati manusia setiap kali manusia terluka. *** “bagaimana sudah berfikiran jernih?” tanya Anita tiba-tiba “ti...

Kamu

love of my love you hurt me, you've broken my heart and now you leave me. Love of my life can't you see, bring it back, bring it back don't take it away from me. Because you don't know, what it means to me - Queen seharusnya, hatiku tak bermain-main dalam duniamu sejak lama. iya, seharusnya aku sudah sejak lama menghapus semua jejak yang membuatku luka, membuatku menitikkan air mata. iya, itu keseharusannya. tapi, aku memang tak pernah berdaya dengan perasaan. otakku memang selalu kalah dengan hati. memang, kali ini jika itu tentangmu hatiku menjadi pemerintah nomer satu untuk seluruh anggota tubuhku. aku gampang saja menangis jika itu mengingat kenanganmu, aku bisa saja seketika tertawa melihat senyummu, yang walau bukan teruntuk padaku. duniaku bisa saja dalam sekejap mendung mendengar segala kicauan burung tentang perasaanmu terhadapku, bahkan sekejap bisa menjadi terang dan cerah melihat kau menuliskan kalimat indah yang membuatku bahagia, walau itu bukan kau t...

this is my journey #1

gadis itu berlari-lari kecil ketika sang papa datang membunyikan klakson mobilnya. ia berlari kencang menuju sumber suara. membuka pintu mobil dan duduk disebelah papanya. bercerita apa saja yang ia alami seharian penuh ini. dan turun dengan di gendong sang papa. gadis itu saya, Adeline. dalam usia yang sangat muda saya bergerak kemana saya ingin, melakukan apa yang saya suka. tak henti berbuat semau saya, toh tidak ada yang melarang. saya ingin ini saya ingin itu, mereka memenuhi tanpa berkomentar panjang. lautan boneka memenuhi kamar saya. aneka jenis permainan tersusun rapi dalam lemari kecil yang memang tersedia untuk menyimpan segala milik saya. bagi saya, menjadi anak pertama dan satu-satunya adalah hal yang paling indah. saat itu. walaupun, mama dan papa tak terlalu sering ada di samping saya, tapi sahabat saya yang berserakan di atas tempat tidur sudah mewakili keheningan rumah yang tidak terlalu besar itu. setiap malam, saya terbiasa dengan papa begadang, hanya untuk me...

First new year in Germany!

haii semuanya kembali lagi dengan saya. ini mungkin sudah lewat sekali tahun baruannya, baru sempat ngepost ini soalnya hehehe. tahun baru saya kali ini mungkin beda dari tahun baru sebelum-sebelumnya. karena saya sedang berada di negara berudara super dingin ini. tahun baru bagi negara barat mungkin sangat di sambut dengan meriah, tak terkecuali di negara kita sendiri pasti, Indonesia.  kali ini saya diberi kesempatan untuk berlibur di rumah salah satu guru dari teman saya. nama kotanya ´Karlsruhe´ ini dia fotonya. tapi, tau nggak sih kota ini berbatasan langsung dengan negara Prancis dan Swiss. kota Karlsruhe ini pertama kalinya saya berlibur berdua saja bersama teman saya, Cynthia diluar kota lagi. kami memilih untuk menaiki mobil daripada kereta, karena mungkin harga kereta sudah sangat mahal. dan akhirnya kami menyewa sebuah mobil untuk mengantarkan kami ke kota yang belum tersentuh itu. dan perjalanan kami sangat berkabut -_- cuaca di Karlsruhe lebih dingin di band...