Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2012

senja bukan milik kita

“Takkan ada yang berbeda. Takkan ada yang berubah. Selama kau percaya aku disana” itu yang selalu kau ucapkan ketika aku gelisah. Katamu kita akan melihat pelangi setelah hujan. Katamu kita akan merubah warna senja. Katamu.. katamu..dan lagi-lagi katamuu… Kau buat ku percaya akan segala hal yang mustahil. Kau buat aku mengerti tentang hidup dan cinta. Kau buat aku mengingat semuanya dengan jelas tanpa ada satu hal yang harus aku lupakan. Bagaimana caramu berjalan. Bagaimana caramu tersenyum. Bagaimana caramu menyebut namaku. Dan semua tentang mu kau buat aku mengingatnya tanpa bisa aku tepiskan. Kau buat cinta tumbuh dihatiku, kau ukir begitu dalam hingga aku tak bisa lagi melihat kebelakang. Kau tutupi luka masa lalu ku. Kau berikan padaku selembar kertas putih dan kau meminta izin melukisnya sesuka mu. Aku percaya kau akan membawa ku ke tempat yang benar. Karena aku terlalu percaya padamu, aku bahkan terlalu yakin cinta yang kau tumbuhkan di hatiku akan berbalas. Seperti y...

Hujan terindah

"aku ingin senja yang sewarna dan hujan terindah untuk kita berdua" semalam aku bermimpi kau pergi semalam aku bermimpi kau hilang aku takut aku takut tak bisa melihat senja yang sewarna aku takut tak bisa merasakan hujan yang indah aku takut kau pergi aku menutup mata sejenak merasakan hangat yang kau berikan menikmati senyuman yang kau hadiahkan aku ingin selalu seperti ini aku ingin membekukan momen ini momen yang dimana hanya ada kau dan aku bercengkerama menikmati waktu aku ingin seperti ini berdua hanya dengan mu apa ini akan berlangsung selamanya? atau kau lakukan ini hanya sebagai salam perpisahan? maaf, aku paranoid hujan terindah yang telah di berikan tuhan sabtu itu ku abadikan dalam memori indah yang ku selipkan dalam rentetan doa tapi aku masih saja takut aku takut kehilangan aku takut berlabuh lagi aku takut hujan yang akan kurasakan tak sama lagi salah kah jika aku terlalu mempercayaimu, menunjuk mu sebagai pelabuhan terakhir? a...

aku mencintaimu selalu

Berapa kali kadang kita mencintai orang yang berbeda. berapa kali kita mencintai hal-hal yang di benci. Tapi kau begitu menarik hatiku kembali. Kembali menggenggam erat diriku dalam peluk dan nafas yang selama ini kau persembahkan untukku.  Aku telah menjadi seorang Monster untukmu. Menjadi seorang yang sangat tidak bertanggung jawab atas  hatimu. Dan juga aku telah menjadi gadis yang melukai hatimu hingga bertahun-tahun. Kau mencintai ku dengan seluruh nafas mu, setiap denyut yang berdetak dalam jantung mu, kau izinkan aku untuk hidup disana bersemayam.  Namun karena diriku, kau terluka. Karena diriku kau terdiam. Dan karena diriku kau menyakiti dirimu sendiri. Aku merasa bersalah, hingga air mata ku tak dapat lagi membayangkan betapa kejam diriku padamu. Kau tetap saja mengatakan "ini bukan salah mu" . Kalimat itu semakin merobek setiap helaian hatiku. Aku begitu mengasihi mu kini. Tapi aku terlambat. Aku terlambat memiliki mu. Kau telah bersama yang lain. Bah...

Mungkin

kucoba menutupi hati menutup telinga hingga mata menyisihkan kepala ketika melihat berpura tak tahu bahkan tak mendengar dulu ku kecewa dulu ku menyesal ku berbuat hingga kau terluka kau pergi dan menjauh begitu pun aku debaran ketika berjumpa lagi masih tak terukur, masih kencang seperti dulu entah itu apa aku tak mengerti yang jelas aku hanya berusaha menepis rasa. dan entah rasa bersalah atau apa aku hanya berusaha untuk tidak memikirkan mencari hati baru untuk berlabuh namun lagi-lagi mereka mengecewakan ini sesuatu yang absurd untuk di pikirkan melewati hari tanpa kamu, berbeda sapaan hingga senyuman di pagi hari tak lagi ada walau terkadang hati ingin kembali ber cengkrama ada satu hal yang ku mengerti, kita terpisahkan jarak ada satu hal yang ku tau, aku merindukan mu dan ada satu hal yang ku yakini, kau akan kembali nanti, mungkin melewati ratusan hari yang ada kau dan aku masih saja terpisah, hilang dan entah kemana aku merasa kau merenggut selur...