Sebenarnya, banyak hal yang tidak ingin aku rasakan ketika memilih mengenalnya lebih baik, untuk saat ini. Namun semua mengalir tak terkendali. Dunia seolah menarikku pada alunan kisah yang dirangkai isi kepalaku sendiri. Mengenai kebaikannya, wajah tampannya, kepribadiaannya, seolah-olah aku dihipnotis waktu. Tapi, aku selalu menyangkal bahwa ini adalah kebenaran yang sudah berulang kali ku temukan pada dirinya. Sampai berandai-andai bahwa dia sangat layak untuk ku jadikan harapan di masa depanku. Setelah berkali-kali hatiku patah, tak terbendung percaya, dan banyak koleksi ketakukan lain terhadap makhluk yang bernama laki-laki, seseorang ini mengembalikan harapan itu. Sesorang ini kembali membuatku merajut harapan di kepala, bahwa masih ada yang layak, masih banyak yang baik, dan masih ada yang bisa diandalkan. Pada setiap percakapan kami yang ku rekam di kepalaku, setiap nasihat yang ku dengar, setiap perlakuan yang ku nilai diam-diam menyimpulkan banyak kebaikan dalam hatik...
rangkaian kisah untukmu