Langsung ke konten utama

Karena kau pantas mencari penggantinya


“kamu bertahan untuk apa? Memutar waktu? Membalikkan hati manusia yang sudah tak mengingatmu?” seru Anita 

Dalam rintikan hujan, Dinda termenung memikirkan setiap rangkaian kata dari Anita. Dalam pikirannya hanya bermain-main satu orang laki-laki yang sejak dulu tak ingin ia lupakan.  Ia bertahan karena ia percaya bahwa keajaiban akan mengembalikan hati lelaki itu. Ia tak pernah bosan untuk bertahan menanti, walau ia tau bagaimana rasanya di abaikan berkali-kali.

Andai waktu dapat menjawab hati manusia lebih cepat, penantian mungkin takkan pernah berujung lama dan penuh tanda tanya seperti yang terjadi pada setiap manusia saat ini. Andai rasa bisa di hapus dengan lebih cepat tanpa harus menunggu waktu, pasti tak banyak manusia yang merasakan luka dan rasa iba setiap saat. Tapi, waktu terlalu sering bermain-main hingga ia berlama-lama mengguncang hati manusia setiap kali manusia terluka.
***

“bagaimana sudah berfikiran jernih?” tanya Anita tiba-tiba

“tidak ada yang berubah” jawab Dinda singkat

“kau selalu begitu. Keras kepala. Apa yang kau tunggu? Laki-laki macam apa yang membiarkanmu menanti seperti ini? Bahkan dia juga sudah jelas-jelas mengatakan bahwa hatinya berubah. Seharusnya kau pergi mencari yang bahkan jauh lebih baik dari itu.”

“kau tidak tahu bagaimana rasanya jadi aku ta, ini perasaan ku dan aku yang tahu.”

“memang, aku tidak pernah tahu bagaimana isi hatimu, atau sebesar apa kau menyayanginya. Kau harus ingat, berapa lama, aku berdiam melihat kau seperti ini, berapa lama aku bersedia mendengar semua fantasimu tentang lelaki itu. Aku bahkan tidak pernah melarangmu selama ini. Tapi, kali ini kau harus pindah. Pindahkan hatimu ke tempat yang lebih pantas. Bukan mengemis dan menunggu sesuatu yang belum tentu pantas untukmu” jelas Anita lagi

“kenapa kau tiba-tiba berkata begini? Perkataanmu menyakitiku nita” 

“maaf kalau aku menyakitimu. Tapi, aku sahabatmu. Dan aku juga sakit melihat sahabatku sendiri seperti ini. Kau mungkin bisa bersilat lidah mengatakan pada orang-orang kau baik-baik saja tapi dalam kenyataannya, bahkan aku tau bagaimana hancurnya hatimu, bagaimana kau menangis tiap hari melihat dia berganti pasangan. Kau sembab semalaman, tapi orang lain tak tahu itu. Dan memang mereka tak perlu tahu, atau bahkan orang yang kau cintai itu tak juga perlu tahu bahwa kau selama ini mencintainya seperti orang gila! Kau seperti tidak mengenal dirimu sendiri, kau kalahkan pikiranmu dengan hati. kau terlalu lemah, sehingga ia merasa bahwa kau akan terus-terusan mencintainya dinda!” jelas Aanita dengan amarah kekecewaan lalu pergi meinggalkan dinda sendiri.
***
Cinta punya banyak sekali defenisi yang banyak orang diluar sana tak mampu mencari artinya satu per satu. Ketulusan hadir karena adanya rasa sayang yang tak pernah habis, begitu katanya. Cinta tak melihat apapun yang ada pada di diri seseorang, baik kelebihan ataupun kekurangannya, ada juga yang mengakatakan demikian. Namun, setiap ketulusan hanya akan di sandingkan pada ketulusan. Dan ketulusan hanya akan bertahan untuk ketulusan, bukan yang lain.
***

"kenapa? Jelek amat mukanya” seru Dika sambil duduk di samping dinda.

“nggak ada kok”

“eh tau nggak, kata-kata ‘enggak kok’ itu punya arti lo”

“maksudnya?”

“ya biasanya yang bilang nggak ada apa-apa itu, ya ada apa-apa.” Jelas dika singkat

“kamu tau nggak, masalah itu bukan buat di diemin yang lama-lama bakal numpuk. Sama kayak hati, cinta yang di pendam lama-lama bakal numpuk kayak aku ke kamu” sambil tertawa tambahnya

“dika, kamu nggak tau. Perasaan manusia itu berbeda” jelasnya datar

“iya aku nggak tau apa-apa, tapi aku cuma ngasih saran, kalau memang ini tentang perasaan, memang itu hanya kamu yang tahu. Jika ini tentang cinta yang bertepuk sebelah tangan, seharusnya kamu lebih bijak menyikapi hatimu sendiri. Kamu sudah besar, bisa menentukan mana yang pantas dan mana yang nggak pantas buat kamu. Tipe laki-laki itu banyak, ada yang peka dan ada yang nggak peka. Kalau dia nggak peka, itu tugas kamu buat dia peka sama perasaan kamu. Tapi kalau kamu sudah berusaha melakukannya dan tidak ada reaksi apa-apa, itu berarti dia merasa terganggu denganmu. Tapi, salahnya itu kadang laki-laki mengatakan mengatakannya dengan cara yang berbeda. Jadi kamu jangan salah tanggap.”

“tapi ingat, laki-laki yang pantas untuk gadis sabar seperti kamu itu adalah laki-laki yang dapat menghargai setiap perlakuan baikmu, menjaga perkataannya yang dapat melukaimu, dan menyanyangimu tanpa ada rasa segan atau rasa bersalah dalam dirinya. Karena ketulusan hanya akan disandingkan pada ketulusan. Carilah yang seperti itu dinda.” Sambil menepuk bahu dinda, dika berlalu pergi.
***

“Anita, jangan diam seperti ini. Apa yang harus aku lakukan biar kamu kembali ngomong sama aku?”
Tanya dinda dengan nada sedikit nanar.

“aku bukannya diam, tapi aku sudah tidak mengerti bagaimana menjelaskan padamu tentang kedewasaan.”

“kalau begitu, bantu aku untuk mengerti sekali lagi”

“kamu itu perempuan yang selalu ingin belajar, aku tau. Kamu terlalu baik untuk laki-laki yang mudah membiarkan kamu menunggu sia-sia. Bukan kamu yang seharusnya memperjuangkan cinta itu sendiri din. Seharusnya kamu yang di perjuangkan. Seharusnya kamu juga merasakan cinta orang lain yang bahkan lebih tulus dari orang yang kamu cintai itu. Dulu dia mungkin memiliki hati untukmu, tapi kita tidak tau, perasaannya besar atau hanya sekedar saja. Kau yang terlalu cepat memberikan seluruh hatimu, dan percaya bahwa dia akan menyimpannya baik-baik.”

“mungkin dia tidak pernah menyakitimu dengan cara mendua seperti lelaki kebanyakan. Tapi dari sikapnya, seharusnya kau belajar. Dia telah banyak memperlihatkan sikap bahwa hatinya tak lagi untukmu dinda. Dunia maya itu palsu. Setiap orang bisa berganti peran disana. Belum tentu jika di depan matamu mereka akan berkata hal yang sama seperti yang kau temui di dunia maya itu.”

“begini, jika orang yang kau cintai setengah mati itu akan kembali, itu tidak untuk sekarang. Tidak untuk saat ini. Nikmati hidupmu dengan banyak kenangan. Seharusnya kau hidup untuk menciptakan banyak kenangan yang bisa membuatmu belajar.”

“kamu terlalu mencintai dia sampai kamu lupa, bahwa dia tidak mencintaimu sama sekali. Jika dia cinta, dia takkan mematahkan hatimu berulang-ulang din. Seharusnya dia menjaga perkataannya untukmu. Seharusnya hatinya akan luluh dengan setiap cinta yang kau punya. dan seharusnya dia berfikir untuk tidak membuatmu berharap padanya.”

“ketika kamu ikhlas maka ketulusan itu akan datang. Dan ketulusan itu akan besama dengan ketulusan. Jika kau tulus, maka kau akan besama dengan orang yang tulus. Karena kau pantas mencari penggantinya, bahkan yang lebih baik dari pada dia” jelas Anita panjang lebar.
***



for some people who ever felt this story.


write by @aistiqasuwondo

Komentar

Anonim mengatakan…
gut gemacht
itijonas mengatakan…
Danke schön anon
Anonim mengatakan…
Iti, ceritanya sedih banget :' aku sampe nangis bacanya hehe... Aku sering baca blog kamu, tulisan kamu bagus bangett :)
itijonas mengatakan…
makasih anon udah seing baca blog iti :)

Postingan populer dari blog ini

saya bercerita sedikit

  hello semua para pembaca, ini cerita saya kemarin 8. Oktober 2013 selamat membaca dan melihat beberapa foto yang tertera :)   cerita kemarin, kemarau sudah mulai menampakkan jati dirinya. pepohonan mulai menguning dan gugur satu per satu. udara yang begitu dingin membuat tubuh sedikit menggigil. namun tidak menghalangi niat saya untuk terus berjalan dan mencari tahu seluk-beluk kota ini. ini dia salah satu taman kota yang terletak tidak jauh dari tempat tinggal saya.  -Ronaldstrasse- haltestelle berkunjung kesana untuk pertama kalinya, dengan modal nekat tanpa tau tempat lebih tepatnya. berjalan bersama seorang teman sehabis pulang kursus, setidaknya melupakan sedikit beban kepala yang begitu menumpuk. balik lagi, taman ini sewaktu saya berkunjung tidak begitu ramai, mungkin di karenakan masih terlalu siang, banyaknya pohon membuat rindang taman ini, saya tidak banyak memotret tapi coba lihat beginilah kira-kira keadaan taman yang saya kunju...

kau biarkan aku berperang sendirian

tulisan ini terbentuk dari potongan-potongan perasaan yang tak bisa ku utarakan. saat itu menilai diriku dan kamu hanyalah bentuk ketidakdewasaan. namun setelah ku telusuri segala sisi dari hidupku, melihat dari sisi terluar perasaan kita, lingkungan baru membuat cara pandangku semakin berbeda. patutlah aku beranjak lebih cepat. depalan tahun lalu, sebelum kita memutuskan untuk saling memaafkan lagi. kita punya misi yang baik untuk dapat ku percaya bahwa ini adalah terakhir kalinya. kau terjebak dengan pesona masa lalumu ini, aku terjebak dengan kata cinta yang selalu kau utarakan berkali-kali. sekejap kita bagaikan simpul tali yang terikat dengan erat. hari-hariku bersamamu adalah waktu dimana aku berusaha menyesuaikan diri, meninggalkan ego di kantong belakang, agar janji tersebut dapat terlaksana. ku beri kau seluruh dunia, agar semangatmu tak lagi hilang. ku beri kau seluruh cinta agar sepimu tak lagi datang. ku beri kau waktu yang berlimpah, agar kau tak perlu menanggung rindu. sa...