Langsung ke konten utama

aku baik-baik saja

malam, dingin ditambah lagi dengan lagu-lagu pilihan, pastilah jadi waktu untuk ku ataupun orang lain mulai berdrama dalam kepalanya. menggali semua ketidakmungkinan menjadi wujud utuh nan mustahil diterima logika. mungkin, untuk yang patah hati, ia membayangkan hatinya utuh kembali. untuk yang kecewa, mungkin ia membayangkan mampu memaafkan. untuk yang rindu, secepatnya terbayar tuntas. atau untuk yang telah bersama, berangan-angan semua akan baik-baik saja. begitu banyak pimikiran yang tidak bisa tersampaikan menjadikan air mata sebagai jawaban.

mungkin terlalu klise jika mengatakan bahwa "baik-baik saja" pada semua orang maupun diri sendiri. tapi, selain jadi tameng, "baik-baik saja" mampu membuat hati kerap tenang. entahlah, mungkin ini analogi yang bisa ku tuliskan hari ini. 

selain itu, "baik-baik saja" menurutku adalah kalimat penipu yang paling ampuh. meski sesungguhnya, kita tahu bagaimana mimik yang terpancar dari muka mereka. baiklah, semua setuju, apapun yang terasa di dada, kita hanya bisa berkata "ya, baik-baik saja." mungkin untuk sebagian orang tidak, tapi percayalah hampir seluruhnya berkata demikian, namun dalam hatinya berbeda. kalimat itu bukan kamus para perempuan, perlu dicatat. tak semua perempuan berkata baik-baik saja untuk mengharapkan kepekaan seorang laki-laki. sometimes, itu berarti mereka memang baik-baik saja.

tidak masalah hari ini bagaimana orang lain menafsirkan kalimat itu. aku tidak peduli. 
saat ini, hatiku terasa penuh olehnya. isi kepalaku penuh oleh jutaan kosakata baru. badanku sibuk tak menentu. jemariku kencang merangkai ribuan ide. waktuku terasa cukup sejak kemarin. pagi sudah jadi sarapanku, malam sudah jadi canduku. mata masih milikku. aku baik-baik saja.

perasaanku baik-baik saja. penuh cinta bergairah tak kenal lagi apa-apa. cinta itu membuatku bersemangat. ya, aku baik-baik saja dengan perasaan.

benar, aku baik-baik saja.




dan benar, ini penipuan.



with love, itijonas

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Karena kau pantas mencari penggantinya

“kamu bertahan untuk apa? Memutar waktu? Membalikkan hati manusia yang sudah tak mengingatmu?” seru Anita  Dalam rintikan hujan, Dinda termenung memikirkan setiap rangkaian kata dari Anita. Dalam pikirannya hanya bermain-main satu orang laki-laki yang sejak dulu tak ingin ia lupakan.   Ia bertahan karena ia percaya bahwa keajaiban akan mengembalikan hati lelaki itu. Ia tak pernah bosan untuk bertahan menanti, walau ia tau bagaimana rasanya di abaikan berkali-kali. Andai waktu dapat menjawab hati manusia lebih cepat, penantian mungkin takkan pernah berujung lama dan penuh tanda tanya seperti yang terjadi pada setiap manusia saat ini. Andai rasa bisa di hapus dengan lebih cepat tanpa harus menunggu waktu, pasti tak banyak manusia yang merasakan luka dan rasa iba setiap saat. Tapi, waktu terlalu sering bermain-main hingga ia berlama-lama mengguncang hati manusia setiap kali manusia terluka. *** “bagaimana sudah berfikiran jernih?” tanya Anita tiba-tiba “ti...

saya bercerita sedikit

  hello semua para pembaca, ini cerita saya kemarin 8. Oktober 2013 selamat membaca dan melihat beberapa foto yang tertera :)   cerita kemarin, kemarau sudah mulai menampakkan jati dirinya. pepohonan mulai menguning dan gugur satu per satu. udara yang begitu dingin membuat tubuh sedikit menggigil. namun tidak menghalangi niat saya untuk terus berjalan dan mencari tahu seluk-beluk kota ini. ini dia salah satu taman kota yang terletak tidak jauh dari tempat tinggal saya.  -Ronaldstrasse- haltestelle berkunjung kesana untuk pertama kalinya, dengan modal nekat tanpa tau tempat lebih tepatnya. berjalan bersama seorang teman sehabis pulang kursus, setidaknya melupakan sedikit beban kepala yang begitu menumpuk. balik lagi, taman ini sewaktu saya berkunjung tidak begitu ramai, mungkin di karenakan masih terlalu siang, banyaknya pohon membuat rindang taman ini, saya tidak banyak memotret tapi coba lihat beginilah kira-kira keadaan taman yang saya kunju...

kau biarkan aku berperang sendirian

tulisan ini terbentuk dari potongan-potongan perasaan yang tak bisa ku utarakan. saat itu menilai diriku dan kamu hanyalah bentuk ketidakdewasaan. namun setelah ku telusuri segala sisi dari hidupku, melihat dari sisi terluar perasaan kita, lingkungan baru membuat cara pandangku semakin berbeda. patutlah aku beranjak lebih cepat. depalan tahun lalu, sebelum kita memutuskan untuk saling memaafkan lagi. kita punya misi yang baik untuk dapat ku percaya bahwa ini adalah terakhir kalinya. kau terjebak dengan pesona masa lalumu ini, aku terjebak dengan kata cinta yang selalu kau utarakan berkali-kali. sekejap kita bagaikan simpul tali yang terikat dengan erat. hari-hariku bersamamu adalah waktu dimana aku berusaha menyesuaikan diri, meninggalkan ego di kantong belakang, agar janji tersebut dapat terlaksana. ku beri kau seluruh dunia, agar semangatmu tak lagi hilang. ku beri kau seluruh cinta agar sepimu tak lagi datang. ku beri kau waktu yang berlimpah, agar kau tak perlu menanggung rindu. sa...