malam, dingin ditambah lagi dengan lagu-lagu pilihan, pastilah jadi waktu untuk ku ataupun orang lain mulai berdrama dalam kepalanya. menggali semua ketidakmungkinan menjadi wujud utuh nan mustahil diterima logika. mungkin, untuk yang patah hati, ia membayangkan hatinya utuh kembali. untuk yang kecewa, mungkin ia membayangkan mampu memaafkan. untuk yang rindu, secepatnya terbayar tuntas. atau untuk yang telah bersama, berangan-angan semua akan baik-baik saja. begitu banyak pimikiran yang tidak bisa tersampaikan menjadikan air mata sebagai jawaban.
mungkin terlalu klise jika mengatakan bahwa "baik-baik saja" pada semua orang maupun diri sendiri. tapi, selain jadi tameng, "baik-baik saja" mampu membuat hati kerap tenang. entahlah, mungkin ini analogi yang bisa ku tuliskan hari ini.
selain itu, "baik-baik saja" menurutku adalah kalimat penipu yang paling ampuh. meski sesungguhnya, kita tahu bagaimana mimik yang terpancar dari muka mereka. baiklah, semua setuju, apapun yang terasa di dada, kita hanya bisa berkata "ya, baik-baik saja." mungkin untuk sebagian orang tidak, tapi percayalah hampir seluruhnya berkata demikian, namun dalam hatinya berbeda. kalimat itu bukan kamus para perempuan, perlu dicatat. tak semua perempuan berkata baik-baik saja untuk mengharapkan kepekaan seorang laki-laki. sometimes, itu berarti mereka memang baik-baik saja.
tidak masalah hari ini bagaimana orang lain menafsirkan kalimat itu. aku tidak peduli.
saat ini, hatiku terasa penuh olehnya. isi kepalaku penuh oleh jutaan kosakata baru. badanku sibuk tak menentu. jemariku kencang merangkai ribuan ide. waktuku terasa cukup sejak kemarin. pagi sudah jadi sarapanku, malam sudah jadi canduku. mata masih milikku. aku baik-baik saja.
perasaanku baik-baik saja. penuh cinta bergairah tak kenal lagi apa-apa. cinta itu membuatku bersemangat. ya, aku baik-baik saja dengan perasaan.
benar, aku baik-baik saja.
dan benar, ini penipuan.
with love, itijonas
Komentar