Langsung ke konten utama

seharusnya begini

debaranku masih terasa ketika ku tau kau menyapaku. bukan karena aku masih mengingatmu, aku bahkan sudah bisa dan bahkan terbiasa mengenyampingkan rasaku. tapi, karena hatiku terlalu senstif akan hadirmu, detaknya masih terus menggebu ketika sosokmu perlahan muncul dan berhadapan langsung denganku. kuasa siapa yang membuat debaran ini masih ada? bahkan aku telah menginginkan seseorang yang jauh lebih baik darimu masuk dalam hidupku, tapi tetap saja kau selalu memiliki debaran hebat untuk jantungku, atau apa karena jantungku yang masih mencintaimu? aku tak menyangka saja, kelupaanku padamu tak berfungsi lagi ketika, kau hadir. berjuta kupu-kupu berterbangan diperutku. kau tahu, telah lama aku mencintaimu. kau pun juga tahu, begitu banyak waktu yang ku sia-siakan untuk menanti gejolak hatimu. ketika dulu kau tak bisa membalas satu per satu besarnya perasaanku. bagiku dulu, tak pernah ada salahnya jika menantimu begitu lama, bahkan aku tidak sadar hingga detik ini rasa itu masih ada saja. ada, karena kau tak pernah pergi.

kebodohan adalah dimana aku memang selalu membodohi perasaanku karena terlalu mengingat dan mengelu-elukan kenangan yang tak seberapa menjadi miliyaran cerita indah yang kufantasikan bersamamu dalam khayal. mungkin banyak perkiraan lain, yang diluar sana menyangka bahwa hatiku mulai memudar. mungkin kedengarannya itu benar. karena kau yang memudarkan segalanya, termasuk segala harapan yang selalu pupus. kau yang memudarkan rasamu terlebih dahulu, pergi menjauh dan meninggalkanku. mungkin ada saat dimana sendi-sendi cinta yang dulunya tetancap hebat, setelah sekian lama meminta untuk terlepas.

coba kau ingat lagi, seberapa sering aku menyebutkan namamu di hadapan orang-orang? coba kau perhatikan lagi, selama apakah aku tak berkedip melihatmu tersenyum. coba kau kenang lagi, seberapa sering aku mencoba membuatmu terkesan dengan apa yang kulakukan. kau tahu, aku begitu menaruh hati padamu, dan terkadang kau berbuat seakan-akan aku adalah perempuan yang akan terus menunggumu. kalau boleh bertanya, apakah kau begitu senang melihat perempuan bergantian menanti cintamu?
kau tahu, dulu aku sempat berlari kencang, lebih kencang dari yang pernah terbanyangkan, berharap kau akan keluar dan mengejarku dengan segala kekuatanmu. tapi aku salah, akulah yang mengejarmu terus-menerus hingga aku lupa berhenti dan menoleh kebelakang bahwa masih ada yang berlari mengejarku untuk menarikku pulang.

sepertinya aku terus dan menerus menyalahkanmu bukan? maaf, bukan maksudku. aku hanya semua kembali normal, saat kita sama-sama tidak saling mengenal. memang, pengharapan seperti itu selalu muncul dalam sel-sel otakku. aku bahkan sudah mencoba membiarkannya mengalir bersama waktu, tapi tetap saja banyanganmu itu memang sesuatu yang sulit untuk hilang. kata orang-orang "kenangan itu pada akhrinya akan hilang bersama zaman bahkan terlupa", sepertinya itu belum tentu berlaku untukku. tapi, siapa yang tau?

hingga pada akhirnya waktu menjawab, aku dan kamu harus menghilangkan semuanya. menghilangkan apa yang seharusnya bisa dimulai kembali. tapi kita, ditakdirkan untuk benar-benar terpisah dengan menemukan sosok baru dari masing-masingnya. apakah seperti ini? iya memang seharusnya begini.


inspired story from 'nobody'

write by @aistiqasuwondo

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Karena kau pantas mencari penggantinya

“kamu bertahan untuk apa? Memutar waktu? Membalikkan hati manusia yang sudah tak mengingatmu?” seru Anita  Dalam rintikan hujan, Dinda termenung memikirkan setiap rangkaian kata dari Anita. Dalam pikirannya hanya bermain-main satu orang laki-laki yang sejak dulu tak ingin ia lupakan.   Ia bertahan karena ia percaya bahwa keajaiban akan mengembalikan hati lelaki itu. Ia tak pernah bosan untuk bertahan menanti, walau ia tau bagaimana rasanya di abaikan berkali-kali. Andai waktu dapat menjawab hati manusia lebih cepat, penantian mungkin takkan pernah berujung lama dan penuh tanda tanya seperti yang terjadi pada setiap manusia saat ini. Andai rasa bisa di hapus dengan lebih cepat tanpa harus menunggu waktu, pasti tak banyak manusia yang merasakan luka dan rasa iba setiap saat. Tapi, waktu terlalu sering bermain-main hingga ia berlama-lama mengguncang hati manusia setiap kali manusia terluka. *** “bagaimana sudah berfikiran jernih?” tanya Anita tiba-tiba “ti...

saya bercerita sedikit

  hello semua para pembaca, ini cerita saya kemarin 8. Oktober 2013 selamat membaca dan melihat beberapa foto yang tertera :)   cerita kemarin, kemarau sudah mulai menampakkan jati dirinya. pepohonan mulai menguning dan gugur satu per satu. udara yang begitu dingin membuat tubuh sedikit menggigil. namun tidak menghalangi niat saya untuk terus berjalan dan mencari tahu seluk-beluk kota ini. ini dia salah satu taman kota yang terletak tidak jauh dari tempat tinggal saya.  -Ronaldstrasse- haltestelle berkunjung kesana untuk pertama kalinya, dengan modal nekat tanpa tau tempat lebih tepatnya. berjalan bersama seorang teman sehabis pulang kursus, setidaknya melupakan sedikit beban kepala yang begitu menumpuk. balik lagi, taman ini sewaktu saya berkunjung tidak begitu ramai, mungkin di karenakan masih terlalu siang, banyaknya pohon membuat rindang taman ini, saya tidak banyak memotret tapi coba lihat beginilah kira-kira keadaan taman yang saya kunju...

kau biarkan aku berperang sendirian

tulisan ini terbentuk dari potongan-potongan perasaan yang tak bisa ku utarakan. saat itu menilai diriku dan kamu hanyalah bentuk ketidakdewasaan. namun setelah ku telusuri segala sisi dari hidupku, melihat dari sisi terluar perasaan kita, lingkungan baru membuat cara pandangku semakin berbeda. patutlah aku beranjak lebih cepat. depalan tahun lalu, sebelum kita memutuskan untuk saling memaafkan lagi. kita punya misi yang baik untuk dapat ku percaya bahwa ini adalah terakhir kalinya. kau terjebak dengan pesona masa lalumu ini, aku terjebak dengan kata cinta yang selalu kau utarakan berkali-kali. sekejap kita bagaikan simpul tali yang terikat dengan erat. hari-hariku bersamamu adalah waktu dimana aku berusaha menyesuaikan diri, meninggalkan ego di kantong belakang, agar janji tersebut dapat terlaksana. ku beri kau seluruh dunia, agar semangatmu tak lagi hilang. ku beri kau seluruh cinta agar sepimu tak lagi datang. ku beri kau waktu yang berlimpah, agar kau tak perlu menanggung rindu. sa...