kita sudah sama-sama dewasa, sebelumnya bertindak seperti anak-anak. kita sudah melewati banyak fase untuk menjadi lebih baik. jadi, kenapa masih saja kita menyimpan dingin di antara keduanya. bukankah lebih nyaman jika kita bisa bertatap muka dan berbagi cerita dari masing-masing. bukankah lebih arif jika kita bisa saling peduli satu sama lain. bukankah sebelumnya pun kita begitu. atau adakah sisi lain yang membuat kita harus membentang jarak begitu jauh dan membangun dinding yang begitu luas. bukan kah sebelumnya kita terbiasa bercakap hingga larut malam. Ada waktu dimana kita ingin menjarak, lalu berganti haluan mencari yang lebih tepat. bukan hati, tapi ingin. haruskah kita memendam tanya setiap hari untuk tau bagaimana. lebih tepatnya, kita peduli meski harus diam-diam. tidakkah lebih bijaksana jika kita mampu mengutarakan dan bertanya.
jika kita memilih mundur, siapa lagi yang akan memulai memperbaiki semuanya. manakah yang lebih baik selain belajar bertanya dahulu ketimbang menunggu di tanyai. bukankah kita sudah besar bersama walau dalam keadaan yang berbeda. bukankah dewasa itu mampu menyelaraskan masa lalu dengan hari ini. apa yang lebih baik dari bertahan mengagumi ketimbang berpura tak peduli. apa yang ada dalam pikiran jika sesekali terlintas kenangan tentang keakraban kita. apa lebih baik begini, saya melihatmu dari jauh dan berkata "wah dia baik-baik saja ternyata", ketimbang "hai, apa kabar?" bukankah lebih manis jika kita mampu dewasa untuk menyembunyikan segala rasa dalam senyum.
rasanya salah saja, jika harus begini kita menyikapi keadaan. mengacuh pada setiap hal dan peduli dalam angan. bagaimana?
with love, itijonas
Komentar