Langsung ke konten utama

karena dia adalah orangnya

aku sudah berjalan menempuh panas yang garang sampai merasakan suntikan dingin yang membekukan. aku sudah terjatuh dan berdiri dengan kaki yang terluka. sebelumnya aku juga sudah berhadapan dengan segala misteri serta kesialan yang kerap mengikuti. aku sudah berhenti dan menyerah untuk tidak lagi membuka lubang yang bernama, cinta.

tapi, siapa sangka Tuhan adalah zat yang jauh lebih kuat dari segala keinginan.

di saat aku tak lagi ingin berhubungan dengan segala hal tentangnya, di saat segala kekuatan sudah ku kerahkan untuk menghilang darinya. Tuhan membalikkan segala cinta yang sempat tertinggal. Ia mengangkat semua ego dalam isi kepalaku. hingga aku menyerah dan pasrah saat rindu menggerogoti perasaanku, akan dia. ternyata benar, tak selamanya aku mampu membenci dan menolak untuk lupa akan perasaan yang sudah terlanjur besar ku bentuk untuknya. perasaan yang selama itu ku paksa untuk mati demi sebuah harga diri. perasaan yang dibenamkan demi sebuah nama baik. ya, perasaan yang ku biarkan tak terselamatkan. perasaan yang membuatku karam bertahun-tahun menemukan cinta. 

awalnya, ku kira aku berhasil lari dari kenyataan. namun, ternyata kenyataanlah yang membawaku berlabuh padanya kembali. sebelum itu, aku sempat mengira ini semua adalah lelucon. bagaimana mungkin, hati yang sudah pecah dapat disatukan lagi. tapi itulah hebatnya sebuah keadaan yang bernama kasih sayang. kasih sayang yang selama ini ku purakan menjadi benci agar terlihat sebagai pemegang kendali. namun sekali lagi, aku menemukan hatiku terdampar padanya. bukan naif, beginilah adanya sebuah kasih sayang yang terlanjur membikin orang-orang seperti aku dan dia selalu saling menemukan dengan berbagai macam cara-Nya.

sempat terjadi petir-petir kecil menyambar kami. 
namun, ia menguatkan aku untuk tidak peduli. karena sebuah perasaan yang terlanjur ia patri kepadaku adalah kesederhanaan yang sempurna. jika ada kerikil, ia pastikan untuk menuntunku pelan. selama ini tak ku temukan yang seperti dia. dan memang karena dia orangnya, tak pernah ada yang lain seperti itu.

bertahun-tahun memang tak pernah cukup untuk mencintainya, karena kata cukup hanya untuk para pengalah. karena dia orangnya, aku mampu bertahan berdiri dengan tegar. menjalani lika dan liku yang mungkin kelak dapat kami ceritakan pada anak dan cucu. karena dia adalah orangnya, yang mampu membuat hatiku yang keras melunak untuk belajar meleburkan isi kepala. sudah tak terkira lagi, berapa ribu surat cinta seperti ini ku tulis untuknya. dan kali ini akan ku tuliskan kepadanya sebuah puisi sederhana mengenai perasaan, karena dia adalah orangnya.

---

jatuh cinta denganmu, bukanlah hal yang dapat ku jabarkan dengan panjang.
karena bersamamu bukan lagi hal yang sebentar.
tumbuh dan belajar dewasa pada setiap sisi kehidupan yang berat
bukan juga faktor yang dapat menyelamatkan.
aku hanya bersyukur, kau adalah orangnya.

bersilam ke tujuh tahun yang lalu kau memang orangnya.
segala perasaan patah yang hinggap mendatangiku adalah puing penambah pengalaman hidup.
tapi, ketika bersamamu sudah ku tempuh ribuan jalan yang membawaku pada definisi bahagia.
karena kau memang orangnya, yang akan terus menjadi pertama.
pelipur segala gundah, teman berbagi nasihat, serta 'romantic partner' yang tiada dua.

aku bersyukur kita sudah saling menemukan.
dari sebuah kehilangan kita belajar untuk saling bergenggaman.
aku bersyukur kita selalu ditemukan.
dari ribuan badai dan jutaan jarak yang membentang.

karena kau memang orangnya.
kita akan selalu dipertemukan
untuk merintis kebahagiaan itu menjadi realita sederhana.

Padang, 30 September 2017 21:25

---

semoga segala perasaan yang tiada akhir ini dapat mewujudkan segala mimpi-mimpi yang sering kita ceritakan. menjadi lebih baik setiap harinya dan belajar menabung kebahagiaan tanpa celah. semoga apa yang sudah kita semogakan kemarin, hari ini dan nanti dapat membawa kita pada kisah-kisah yang lebih banyak lagi.

karena bersamamu aku takkan pernah lelah lagi berjalan menempuh nestapa.




with love, itijonas.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Karena kau pantas mencari penggantinya

“kamu bertahan untuk apa? Memutar waktu? Membalikkan hati manusia yang sudah tak mengingatmu?” seru Anita  Dalam rintikan hujan, Dinda termenung memikirkan setiap rangkaian kata dari Anita. Dalam pikirannya hanya bermain-main satu orang laki-laki yang sejak dulu tak ingin ia lupakan.   Ia bertahan karena ia percaya bahwa keajaiban akan mengembalikan hati lelaki itu. Ia tak pernah bosan untuk bertahan menanti, walau ia tau bagaimana rasanya di abaikan berkali-kali. Andai waktu dapat menjawab hati manusia lebih cepat, penantian mungkin takkan pernah berujung lama dan penuh tanda tanya seperti yang terjadi pada setiap manusia saat ini. Andai rasa bisa di hapus dengan lebih cepat tanpa harus menunggu waktu, pasti tak banyak manusia yang merasakan luka dan rasa iba setiap saat. Tapi, waktu terlalu sering bermain-main hingga ia berlama-lama mengguncang hati manusia setiap kali manusia terluka. *** “bagaimana sudah berfikiran jernih?” tanya Anita tiba-tiba “ti...

saya bercerita sedikit

  hello semua para pembaca, ini cerita saya kemarin 8. Oktober 2013 selamat membaca dan melihat beberapa foto yang tertera :)   cerita kemarin, kemarau sudah mulai menampakkan jati dirinya. pepohonan mulai menguning dan gugur satu per satu. udara yang begitu dingin membuat tubuh sedikit menggigil. namun tidak menghalangi niat saya untuk terus berjalan dan mencari tahu seluk-beluk kota ini. ini dia salah satu taman kota yang terletak tidak jauh dari tempat tinggal saya.  -Ronaldstrasse- haltestelle berkunjung kesana untuk pertama kalinya, dengan modal nekat tanpa tau tempat lebih tepatnya. berjalan bersama seorang teman sehabis pulang kursus, setidaknya melupakan sedikit beban kepala yang begitu menumpuk. balik lagi, taman ini sewaktu saya berkunjung tidak begitu ramai, mungkin di karenakan masih terlalu siang, banyaknya pohon membuat rindang taman ini, saya tidak banyak memotret tapi coba lihat beginilah kira-kira keadaan taman yang saya kunju...

kau biarkan aku berperang sendirian

tulisan ini terbentuk dari potongan-potongan perasaan yang tak bisa ku utarakan. saat itu menilai diriku dan kamu hanyalah bentuk ketidakdewasaan. namun setelah ku telusuri segala sisi dari hidupku, melihat dari sisi terluar perasaan kita, lingkungan baru membuat cara pandangku semakin berbeda. patutlah aku beranjak lebih cepat. depalan tahun lalu, sebelum kita memutuskan untuk saling memaafkan lagi. kita punya misi yang baik untuk dapat ku percaya bahwa ini adalah terakhir kalinya. kau terjebak dengan pesona masa lalumu ini, aku terjebak dengan kata cinta yang selalu kau utarakan berkali-kali. sekejap kita bagaikan simpul tali yang terikat dengan erat. hari-hariku bersamamu adalah waktu dimana aku berusaha menyesuaikan diri, meninggalkan ego di kantong belakang, agar janji tersebut dapat terlaksana. ku beri kau seluruh dunia, agar semangatmu tak lagi hilang. ku beri kau seluruh cinta agar sepimu tak lagi datang. ku beri kau waktu yang berlimpah, agar kau tak perlu menanggung rindu. sa...