Langsung ke konten utama

Permohonan untuk tidak datang kembali

teruslah berfikir akulah penyebab semua luka itu, agar hatimu kokoh untuk tidak lagi pulang ke sini. 


Sebuah lembaran surat ini akan ku rangkai pelan-pelan berdasarkan perasaanku yang kian lama rusak. Aku berfikir, semua akan pulih jika kenangan itu dikubur dalam-dalam. Ku fikir meninggalkanmu adalah rencana paling baik untuk membuatmu kembali mencintaiku. Karena, kehilanganku adalah bentuk rasa rindu yang selalu berkecamuk dalam hatimu. Ku kira, kalimat itu akan berlaku lagi. Namun aku salah kaprah. Tak ada lagi sorot cinta itu walau hanya setitik. Tak ada lagi cinta yang ku banggakan hadir. Aku mengira ini akan sementara. Kita akan sementara berjarak dan merenung. Ternyata kita kebablasan begitu lama. Kau menghadiahiku dengan sebuah kejutan besar, yaitu benar-benar pergi dan menghilang pula.

Saat itu hatiku kacau lagi. Kenapa aku menjilat ludahku sendiri. Kenapa strategi ini tak lagi berhasil. Ya, benar. Perasaan itu ternyata sudah kadaluarsa. Segitu hebatnya kata cinta yang ku terima satu dekade itu, musnah bagai ditelan bumi. Aku yang masih terkungkung kenangan perjalanan cinta hebat itu tersudut melihat bayangmu sudah menggandeng tangan baru. Aku tertawa kecil, haruskah aku marah dan merusak semua ini?

Tidak, hatimu sudah ku patahkan berkali-kali. Ya, karena aku hanya ingin dicintai. Begitu mungkin sejarah akan mencatatnya. Tak apa, aku akan berterus terang pada akhirnya. Aku mengkhianatimu terlebih dahulu dengan mencintai orang lain diam-diam. Tidak percaya bahwa kata cinta dari mulutmu waktu itu adalah benar. Berkali-kali ku rusak hatimu demi menggenapkan perasaanku untukmu. Ternyata menemukan cara untuk mencintaimu adalah dengan menyakitimu sekaligus. Berkali-kali kau merasa sakit (katamu) akibat semua keputusanku. Dan ku fikir kau merasa cukup untuk menutup buku yang sudah kau baca berulang-ulang. Kau sudah memutuskan, dan kau akan memengang itu selamanya. Bukan hanya aku yang mengubur mimpi besar itu, kaupun demikian ternyata.

Pada akhirnya kau menyadari, mencintaiku adalah mimpi buruk yang terus menghantui. Akhirnya kau sadar, aku bukanlah seindah surga yang kau harapkan. Walaupun berkali-kali telah ku bilang, kau tetap kokoh, namun lihat hari ini kau lebih bahagia kan?

Bersyukurlah kau, karena aku melepaskanmu. Aku tau, kau teramat sulit meninggalkanku akibat komitmen yang sudah terlanjur kau buat. Katamu, “hanya aku lah yang dapat menyelesaikan hubungan ini.“ Lalu ku kabulkan semua permintaan itu. Aku mundur dan tak lagi merengek padamu untuk diantarkan pulang. Aku pindah dan tak lagi menghancurkan hatimu. Sekarang kau sudah bisa bernafas lega dan memilih orang lain yang lebih baik dariku. Aku turut bahagia, jika pilihanmu dapat membuat perasaanmu kembali utuh. Hapuslah, buanglah, dan jangan kenang lagi namaku. Karena aku akan menjadi mimpi buruk itu sekali lagi jika kau mengingatnya. Jangan besitkan pikiranmu untuk melihatku di sini bersedih, urungkan niatmu untuk memperjelas mimpi-mimpi itu.

Aku bukan lagi perempuan yang harus kau dapatkan cintanya. Karena seperti yang sudah ku katakan “datangpun kau kembali, aku akan tetap memilihmu.“ Oleh karena itu, jangan coba-coba memberanikan diri lagi masuk dalam neraka yang telah kau jalani selama sepuluh tahun ini. Aku tidak ingin kau sengsara akibat ketidakpandaianmu dalam memilih pasangan hidup. Cukuplah kau sekali melakukan kesalahan. Cukuplah sekali kau memilihku dengan meninggalkan perempuan lain. Ternyata, pilihanmu terhadapku tak membuatmu bahagia. Ternyata aku bukanlah pelukan hangat itu.

Permohonan ini ku buat karena aku sangat mencintaimu. Aku tidak ingin kau terjebak dalam hatiku yang penuh duri. Perkataanku terlalu tajam untuk hatimu yang begitu tulus. Kau berhak mendapatkan segala cinta dari semua sisi hidup perempuan, tapi tidak dengan aku. Cukuplah aku saja yang pada akhirnya mengerti seperti itu rasanya dicintai sebegitu hebatnya. Berilah orang lain cinta yang lebih layak. Lupakanlah semua genggaman tangan yang kita taut, mimpi yang pernah kita rajut. Berhentilah membaca ceritaku yang berisi kenangan tentangmu. Berhenti berharap aku akan kembali ke sana. Sebesar apapun pada akhirnya aku menyadari rasa cinta yang tertimbun dalam hatiku ini, aku tak ingin ada kita lagi.

Di saat terakhir kali aku memutuskan untuk pergi, dengan berat hati, dengan cinta yang terkunci rapat, aku memang tidak berniat kembali. Ini pilihan yang menyakitkan tidak hanya untukmu. Bagiku, memutuskan untuk pergi dengan mendadak adalah jalan pintas demi menyelesaikan semua neraka yang kau rasakan selama bersamaku. Aku tidak ingin kau menangis lagi karena ulahku yang begitu mengontrol kehidupanmu. Aku tidak ingin berlama-lama menghalangi masa depanmu yang cerah. Aku tidak ingin merusak mimpi yang kau bangun untuk dirimu sekali lagi. Sudah cukup berkali-kali aku jadi pengahalang semua itu. Saatnya aku akan berhenti egois. Merelakanmu adalah bentuk rasa cinta itu sendiri.

Kita cukup selesai sebagai catatan sejarah bukan masa depan.

 

With love, itijonas.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Karena kau pantas mencari penggantinya

“kamu bertahan untuk apa? Memutar waktu? Membalikkan hati manusia yang sudah tak mengingatmu?” seru Anita  Dalam rintikan hujan, Dinda termenung memikirkan setiap rangkaian kata dari Anita. Dalam pikirannya hanya bermain-main satu orang laki-laki yang sejak dulu tak ingin ia lupakan.   Ia bertahan karena ia percaya bahwa keajaiban akan mengembalikan hati lelaki itu. Ia tak pernah bosan untuk bertahan menanti, walau ia tau bagaimana rasanya di abaikan berkali-kali. Andai waktu dapat menjawab hati manusia lebih cepat, penantian mungkin takkan pernah berujung lama dan penuh tanda tanya seperti yang terjadi pada setiap manusia saat ini. Andai rasa bisa di hapus dengan lebih cepat tanpa harus menunggu waktu, pasti tak banyak manusia yang merasakan luka dan rasa iba setiap saat. Tapi, waktu terlalu sering bermain-main hingga ia berlama-lama mengguncang hati manusia setiap kali manusia terluka. *** “bagaimana sudah berfikiran jernih?” tanya Anita tiba-tiba “ti...

saya bercerita sedikit

  hello semua para pembaca, ini cerita saya kemarin 8. Oktober 2013 selamat membaca dan melihat beberapa foto yang tertera :)   cerita kemarin, kemarau sudah mulai menampakkan jati dirinya. pepohonan mulai menguning dan gugur satu per satu. udara yang begitu dingin membuat tubuh sedikit menggigil. namun tidak menghalangi niat saya untuk terus berjalan dan mencari tahu seluk-beluk kota ini. ini dia salah satu taman kota yang terletak tidak jauh dari tempat tinggal saya.  -Ronaldstrasse- haltestelle berkunjung kesana untuk pertama kalinya, dengan modal nekat tanpa tau tempat lebih tepatnya. berjalan bersama seorang teman sehabis pulang kursus, setidaknya melupakan sedikit beban kepala yang begitu menumpuk. balik lagi, taman ini sewaktu saya berkunjung tidak begitu ramai, mungkin di karenakan masih terlalu siang, banyaknya pohon membuat rindang taman ini, saya tidak banyak memotret tapi coba lihat beginilah kira-kira keadaan taman yang saya kunju...

kau biarkan aku berperang sendirian

tulisan ini terbentuk dari potongan-potongan perasaan yang tak bisa ku utarakan. saat itu menilai diriku dan kamu hanyalah bentuk ketidakdewasaan. namun setelah ku telusuri segala sisi dari hidupku, melihat dari sisi terluar perasaan kita, lingkungan baru membuat cara pandangku semakin berbeda. patutlah aku beranjak lebih cepat. depalan tahun lalu, sebelum kita memutuskan untuk saling memaafkan lagi. kita punya misi yang baik untuk dapat ku percaya bahwa ini adalah terakhir kalinya. kau terjebak dengan pesona masa lalumu ini, aku terjebak dengan kata cinta yang selalu kau utarakan berkali-kali. sekejap kita bagaikan simpul tali yang terikat dengan erat. hari-hariku bersamamu adalah waktu dimana aku berusaha menyesuaikan diri, meninggalkan ego di kantong belakang, agar janji tersebut dapat terlaksana. ku beri kau seluruh dunia, agar semangatmu tak lagi hilang. ku beri kau seluruh cinta agar sepimu tak lagi datang. ku beri kau waktu yang berlimpah, agar kau tak perlu menanggung rindu. sa...