hai, bagaimana rasanya menjalani kehidupan yang mana semua beban sedang dipikul seberat-beratnya? lelah ya? ya, aku juga, begitulah kita semua menjadi dewasa.
memasuki umur dua puluh awal, pundak sedang kuat-kuatnya menikmati rangkaian perjalanan yang rumit. rasanya, segala sesuatu mampu terlewati hanya dengan kobaran semangat dalam dada. namun, seiring berjalannya waktu, pundak yang tadinya tegap perlahan pegal kemudian cedera.
ternyata melelahkan juga menjadi dewasa.
ada kalanya, ingin sekali berhenti dari situasi yang rumit bernama beranjak dewasa ini. rasanya ingin istirahat, namun dewasa tak memberi kita ruang untuk memulihkan diri. seperti kata orang-orang zaman sekarang, berhenti satu detik kau akan kehilangan banyak kesempatan. semenakutkan itu, saat ini menjadi dewasa. semua orang berlomba-lomba untuk menimbun banyak aset agar menjamin hari tuanya. semua orang sibuk saling sikut demi jabatan yang lebih tinggi. semua orang dewasa, sepertinya memang tidak ingin istirahat dari polusi kapitalis. ibarat kata, gila kerja adalah slogan yang keren. tidak bekerja sama dengan beban keluarga. terdengar lucu namun miris, tapi itulah kenyataan pahit dari menjadi dewasa. kita dipaksa melebur bersama dunia yang menyeramkan. mau tidak mau harus mengikuti standar yang entah diciptakan oleh siapa. rasanya, untuk menangis pun berat.
belum lagi kehidupan yang kejam ini membuat sisi takut itu terpaksa kembali harus ditutupi, sekali lagi agar terlihat keren. padahal, siapa yang tau palung terdalam dari pikiran seseorang? tidak ada. manusia adalah tempat dimana segala rahasia disimpan. tidak akan ada yang tau, betapa rumit perjalanan setiap orang menerjemahkan proses pendewasaan mereka. ada yang dipaksa dewasa sebelum waktunya, ada yang terlambat dewasa karena masih dalam zona nyaman, ada yang sudah jatuh bangun berkali-kali, masih saja kehilangan jati dirinya. semuanya bermacam-macam, namun masih dalam benang merah yang sama. tidak ada orang yang lebih berat perjalanan hidupnya dari orang lain. menurutku, segala proses itu sama saja. karena manusia tak diciptakan sama, sehingga setiap manusia melalui proses pendewasaan sesuai dengan kapasitasnya dan semua kapasitas itu pastilah berat bagi masing-masing.
tapi aku yakin, kita semua yang merasa lelah dan ingin istirahat ini adalah pejuang paling ulung. kita masih bisa tertawa di tengah tekanan yang menghujam jantung. kita masih bisa bagun pagi mencari rezeki demi rezeki untuk membeli keperluan keluarga atau keperluan diri sendiri. kita memang hebat sudah bisa bertahan sejauh ini. lelahnya menjadi dewasa akan terbayar setiap kali syukur kita berikan kepada Tuhan yang memberi kekuatan di tengah badai.
jadi, jangan pernah menyerah ya!
apapun yang ingin kau lakukan, lakukan saja. kejar semua bara ambisi dalam hatimu. kita masih terlalu muda untuk berhenti, tapi istirahatlah sebentar demi mendapatkan atmosfir positif dari dunia yang tengah kita geluti ini. jangan lupa, dahulukan kesehatanmu, karena uang tidak bisa membeli kesehatan itu sendiri. jadi dewasa memang lelah, tapi bergembiralah, masa muda ini hanya sekali.
with love, itijonas
Komentar