Langsung ke konten utama

a sweet and sour person

ingin ku tulis cerita tentang dia. pria tampan, tinggi semampai yang tiba-tiba saja ku kenal seperti angin. dia yang tidak pernah ada dalam rencanaku, baik itu bertemu, berkenalan ataupun berbagi waktu bersama. dia tidak pernah ada dalam daftar keinginan ku. tiba-tiba saja, saat dunia terasa berat, Tuhan seperti menghadirkan sosoknya muncul dalam radarku. begitu dekat, hingga aku berkali-kali harus mematikan sinyal agar tak selalu melihatnya. tak ada yang mudah, ketika jatuh cinta hanya dalam hitungan detik. tidak pernah ada yang mulus jalannya, ketika kau tak punya cukup banyak waktu untuk memperlihatkan sisi terbaik dari dirimu kepadanya. 

dia, pria yang sangat dingin. 

saat ku perhatikan ia berjalan, selalu ku lihat lesu kerap kali menempel di wajahnya. ingin rasanya, membuat dia tertawa saja. hal itulah yang muncul dalam kepala ku setiap melihatnya berjalan sendirian. entah kenapa, rasa seperti itu muncul pada orang asing yang tak ku kenali asal usulnya. rasanya lucu, melihat diriku saat itu begitu bahagia hanya dengan percikan kecil yang tak disengaja. berbincang dengannya, tertawa bersamanya, rasanya, aku ingin terus membuat dia tertawa dengan keahlian ku yang tak seberapa. mungkin saja, bebannya akan berkurang barang kali seinci. sampai aku sadari, ternyata aku menyayanginya lebih dari yang aku rencanakan.

hingga di suatu malam, aku meramu diriku untuk tidak bertindak terlalu jauh. aku tidak ingin, ada dalam lingkaran setan yang bernama cinta lagi. jika dengan melihatnya, segala tameng yang ku bangun akan runtuh, aku perlu merapikan lagi susunan pikiranku. aku tidak ingin hadirku, dapat merusak semua pola hidupnya. sejak malam itu, ku putuskan untuk mengikat jarak dengan dia, dengan berusaha hanya menjadi teman yang akan selalu ada. 

untuk pertama kalinya, aku merasakan bahagia tanpa perlu terbebani oleh sebuah harapan. rasanya, dia dihadirkan memang untuk menguji segala pertahanan yang sudah ku bagun. dia seperti sebuah tes yang akan menentukan, apakah aku akan kembali menerjemahkan banyak rasa atau menjalani segalanya dengan lapang dan baik-baik saja. walaupun sekali-kali pikiranku akan kelewat batas jika melihat wajahnya. ada-ada saja jalan cerita yang dibuat-buat oleh ilusi malamku. tapi, beruntung semua dapat ku lahap cukup dalam imajinasi. 

aku tak merasa takut kesepian jika ia memutuskan untuk pergi dari hidupku. aku tak merasa takut akan banyak hal perihal perasaanku padanya, jika nantinya ia menemukan pelabuhan lain untuk berhenti berlayar. sampai saat ini, aku hanya menyayanginya seperlunya. aku hanya ingin hadirku dapat membuatnya melepaskan lega atas segala hal yang melelahkan harinya, aku akan selalu berusaha mengangkat panggilan darinya tanpa tau waktu, hanya ingin mendengar dia tertawa setiap hari dan bersemangat menjalani hari. 

aku takkan pertanyakan apa beban yang sedang ia pikul, aku akan berusaha untuk tak ingin tau masalah apa yang tengah ia hadapi, sulitkah harinya, beratkah hatinya, cukupkah tidurnya, teraturkah makannya. bagiku, semua itu bukanlah kapasitasku untuk mempertanyakan semua padanya secara langsung. begitupun aku, aku takkan mendeskripsikan segala hariku, takkan menerjemahkan kesedihan ataupun rasa sepiku. aku hanya ingin dia selalu tahu, aku baik-baik saja dan aku akan selalu mendoakan segala kebaikan serta kesehatan untuknya dari jauh dan dalam diam. Tuhan pasti mendengarkanku, tanpa perlu ku utarakan segala keingintahuan itu padanya. apakah itu bagian dari menjalani segalanya dengan lapang? iya. begitulah caraku saat ini menyayanginya dan menyayangi diriku sendiri.

keputusan yang berat bagiku untuk menahan segala bentuk rasa peduli dengan semua kebiasaanku yang cenderung menumpahkan kepedulian itu sendiri kepada orang-orang yang cukup berarti. tapi, demi kebaikan perasaanku, segala asam dan manis keputusan itu takkan bernilai buruk untuk aku, dia atau siapapun nantinya karena aku takkan menyalakan apiku terlalu besar lagi untuk saat ini. untuk pertama kalinya aku tak letakkan ekspektasi apapun di kepalaku untuknya. aku hanya ingin semua mengalir saja, karena yang baik akan tetap tinggal dan yang buruk akan memilih untuk pergi lebih dulu.

begitulah kisah orang itu dalam asam manis perjalananku saat ini. 


with love, itijonas.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Karena kau pantas mencari penggantinya

“kamu bertahan untuk apa? Memutar waktu? Membalikkan hati manusia yang sudah tak mengingatmu?” seru Anita  Dalam rintikan hujan, Dinda termenung memikirkan setiap rangkaian kata dari Anita. Dalam pikirannya hanya bermain-main satu orang laki-laki yang sejak dulu tak ingin ia lupakan.   Ia bertahan karena ia percaya bahwa keajaiban akan mengembalikan hati lelaki itu. Ia tak pernah bosan untuk bertahan menanti, walau ia tau bagaimana rasanya di abaikan berkali-kali. Andai waktu dapat menjawab hati manusia lebih cepat, penantian mungkin takkan pernah berujung lama dan penuh tanda tanya seperti yang terjadi pada setiap manusia saat ini. Andai rasa bisa di hapus dengan lebih cepat tanpa harus menunggu waktu, pasti tak banyak manusia yang merasakan luka dan rasa iba setiap saat. Tapi, waktu terlalu sering bermain-main hingga ia berlama-lama mengguncang hati manusia setiap kali manusia terluka. *** “bagaimana sudah berfikiran jernih?” tanya Anita tiba-tiba “ti...

saya bercerita sedikit

  hello semua para pembaca, ini cerita saya kemarin 8. Oktober 2013 selamat membaca dan melihat beberapa foto yang tertera :)   cerita kemarin, kemarau sudah mulai menampakkan jati dirinya. pepohonan mulai menguning dan gugur satu per satu. udara yang begitu dingin membuat tubuh sedikit menggigil. namun tidak menghalangi niat saya untuk terus berjalan dan mencari tahu seluk-beluk kota ini. ini dia salah satu taman kota yang terletak tidak jauh dari tempat tinggal saya.  -Ronaldstrasse- haltestelle berkunjung kesana untuk pertama kalinya, dengan modal nekat tanpa tau tempat lebih tepatnya. berjalan bersama seorang teman sehabis pulang kursus, setidaknya melupakan sedikit beban kepala yang begitu menumpuk. balik lagi, taman ini sewaktu saya berkunjung tidak begitu ramai, mungkin di karenakan masih terlalu siang, banyaknya pohon membuat rindang taman ini, saya tidak banyak memotret tapi coba lihat beginilah kira-kira keadaan taman yang saya kunju...

kau biarkan aku berperang sendirian

tulisan ini terbentuk dari potongan-potongan perasaan yang tak bisa ku utarakan. saat itu menilai diriku dan kamu hanyalah bentuk ketidakdewasaan. namun setelah ku telusuri segala sisi dari hidupku, melihat dari sisi terluar perasaan kita, lingkungan baru membuat cara pandangku semakin berbeda. patutlah aku beranjak lebih cepat. depalan tahun lalu, sebelum kita memutuskan untuk saling memaafkan lagi. kita punya misi yang baik untuk dapat ku percaya bahwa ini adalah terakhir kalinya. kau terjebak dengan pesona masa lalumu ini, aku terjebak dengan kata cinta yang selalu kau utarakan berkali-kali. sekejap kita bagaikan simpul tali yang terikat dengan erat. hari-hariku bersamamu adalah waktu dimana aku berusaha menyesuaikan diri, meninggalkan ego di kantong belakang, agar janji tersebut dapat terlaksana. ku beri kau seluruh dunia, agar semangatmu tak lagi hilang. ku beri kau seluruh cinta agar sepimu tak lagi datang. ku beri kau waktu yang berlimpah, agar kau tak perlu menanggung rindu. sa...