Langsung ke konten utama

yang mekar hanya hatiku


aku selalu berfikir, aku akan baik-baik saja ketika mengingatmu kembali, nyatanya aku masih tersiksa. aku tak berniat melupakan apapun, karena sejatinya kenangan hanya akan tinggal di sana, tanpa bisa ku kembalikan. kenangan itu akan tetap berada di linimasa ku, takkan bisa terhapus. aku sudah maju dua ribu langkah, tanpa kamu, tanpa menghubungimu, tanpa tau bagaimana kabarmu. kau sudah menghilang begitu lama, walaupun rasanya masih sama.

kau tinggalkan jejak yang begitu pekat, sehingga sulit ku timpa. tak ada yang benar-benar bersedia membantuku untuk berdiri tegak, karena katanya aku harus bisa sendirian. terbukti, sampai hari ini aku tak ditemani siapapun menghadapi masa depan yang begitu gelap seperti yang kita bicarakan sebelas tahun lalu. kau tidak ada di sana menyaksikan aku melewati itu, apalagi orang lain. walaupun kau sudah memprediksikan aku mampu melawatinya, tapi aku berusaha dengan tangan gemetar.

saat itu, tak ada tangan yang bisa ku pengang. tak ada bahu tempat aku bisa bersandar sejenak. tak ada tubuh yang bisa ku peluk, saat aku ingin katakan aku sedang tidak baik-baik saja. tidak ada telinga yang seperti biasa tertarik mendengar celotehan dan ketakutan ku akan hari depan. aku memang mandiri, tapi aku merasa masih manusia biasa yang sering kali kesepian. aku harus terbiasa menyimpan kebenaran tentang perasaanku sendirian, karena tak ada yang benar-benar ingin berbagi seperti kau ingin berbagi denganku. aku bisa melihat dari mata mereka, cara mereka merespon ceritaku, dari cara mereka menyimpulkan aku, bahkan dari cara mereka bertutur kata padaku. aku berusaha, sangat berusaha menjadi diriku yang utuh untuk mereka, tapi aku tak bisa lama-lama tersiksa diperlakukan sebaliknya. semuanya, dewasa ini, menuntutku untuk menjadi sempurna. tapi masih saja, aku tidak cukup baik untuk mereka, lalu aku ditinggalkan.

aku selalu bertanya-tanya, apa yang menjadi masalah utama perpisahan kita waktu itu? perpisahan yang terjadi bahkan sebelum kita memulai sesuatu. ya, sepertinya karena kita terlalu lama saling mengenal hingga tidak bisa lagi membedakan rasa sayang itu. aku menyesal terjebak diantara persahabatan yang aku sendiri tidak bisa pertahankan keberlangsungannya. tapi aku tidak bisa marah, karena kehadiranmu sebagai orang terdekat sudah sangat cukup melengkapi warna yang ku punya. denganmu aku tak pernah takut menjadi lemah, karena tanganmu selalu menarik ku untuk berdiri. tutur katamu selalu jadi penyemangat ketika aku merasa begitu kurang dimata dunia. karena kau begitu baik, sangat tidak mungkin bisa membuat ku marah hanya karena tidak bisa bersama, setelah apa yang sudah kau berikan, menjadikan aku perempuan yang paling berharga memiliki kenangan lebih manis dari gula saat remaja. tutur katamu, sikapmu semua adalah cerminan doa yang selalu ku minta pada Tuhan. tapi, ternyata orang itu bukan kamu, dan takkan pernah menjadi kamu. karena yang mekar di sini hanyalah hatiku, bukan hatimu.

apa jadinya jika nanti, kau lebih dulu menemukan pelabuhan terakhirmu? saat menulis ini, aku sudah membayangkan betapa remuk serpihan yang sedang ku perbaiki ini. 


with love, itijonas

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Karena kau pantas mencari penggantinya

“kamu bertahan untuk apa? Memutar waktu? Membalikkan hati manusia yang sudah tak mengingatmu?” seru Anita  Dalam rintikan hujan, Dinda termenung memikirkan setiap rangkaian kata dari Anita. Dalam pikirannya hanya bermain-main satu orang laki-laki yang sejak dulu tak ingin ia lupakan.   Ia bertahan karena ia percaya bahwa keajaiban akan mengembalikan hati lelaki itu. Ia tak pernah bosan untuk bertahan menanti, walau ia tau bagaimana rasanya di abaikan berkali-kali. Andai waktu dapat menjawab hati manusia lebih cepat, penantian mungkin takkan pernah berujung lama dan penuh tanda tanya seperti yang terjadi pada setiap manusia saat ini. Andai rasa bisa di hapus dengan lebih cepat tanpa harus menunggu waktu, pasti tak banyak manusia yang merasakan luka dan rasa iba setiap saat. Tapi, waktu terlalu sering bermain-main hingga ia berlama-lama mengguncang hati manusia setiap kali manusia terluka. *** “bagaimana sudah berfikiran jernih?” tanya Anita tiba-tiba “ti...

saya bercerita sedikit

  hello semua para pembaca, ini cerita saya kemarin 8. Oktober 2013 selamat membaca dan melihat beberapa foto yang tertera :)   cerita kemarin, kemarau sudah mulai menampakkan jati dirinya. pepohonan mulai menguning dan gugur satu per satu. udara yang begitu dingin membuat tubuh sedikit menggigil. namun tidak menghalangi niat saya untuk terus berjalan dan mencari tahu seluk-beluk kota ini. ini dia salah satu taman kota yang terletak tidak jauh dari tempat tinggal saya.  -Ronaldstrasse- haltestelle berkunjung kesana untuk pertama kalinya, dengan modal nekat tanpa tau tempat lebih tepatnya. berjalan bersama seorang teman sehabis pulang kursus, setidaknya melupakan sedikit beban kepala yang begitu menumpuk. balik lagi, taman ini sewaktu saya berkunjung tidak begitu ramai, mungkin di karenakan masih terlalu siang, banyaknya pohon membuat rindang taman ini, saya tidak banyak memotret tapi coba lihat beginilah kira-kira keadaan taman yang saya kunju...

kau biarkan aku berperang sendirian

tulisan ini terbentuk dari potongan-potongan perasaan yang tak bisa ku utarakan. saat itu menilai diriku dan kamu hanyalah bentuk ketidakdewasaan. namun setelah ku telusuri segala sisi dari hidupku, melihat dari sisi terluar perasaan kita, lingkungan baru membuat cara pandangku semakin berbeda. patutlah aku beranjak lebih cepat. depalan tahun lalu, sebelum kita memutuskan untuk saling memaafkan lagi. kita punya misi yang baik untuk dapat ku percaya bahwa ini adalah terakhir kalinya. kau terjebak dengan pesona masa lalumu ini, aku terjebak dengan kata cinta yang selalu kau utarakan berkali-kali. sekejap kita bagaikan simpul tali yang terikat dengan erat. hari-hariku bersamamu adalah waktu dimana aku berusaha menyesuaikan diri, meninggalkan ego di kantong belakang, agar janji tersebut dapat terlaksana. ku beri kau seluruh dunia, agar semangatmu tak lagi hilang. ku beri kau seluruh cinta agar sepimu tak lagi datang. ku beri kau waktu yang berlimpah, agar kau tak perlu menanggung rindu. sa...