Langsung ke konten utama

berhenti saling mengarah

 "kamu sebenarnya tidak benar-benar pergi dari hidupku. hanya karena kamu ingin pergi, itulah kenapa aku membiarkannya. tapi jika kau datang kembali, aku akan selalu jatuh cinta." - O

 

ucapan itu yang ku dengar terakhir kali darinya. aku melihat wajahnya dari layar ponsel buram itu. aku menelaah semua perkataannya seperti biasa. jika ku ingat lagi, ketika momen aku dan dia bercengkrama, aku selalu mendengarkannya dan setuju dengan semua pendapatnya. tapi, kali ini ada yang berbeda. aku tak begitu mudah percaya lagi. entah karena usia yang merubah cara berfikirku atau memang aku yang sudah tak sama. namun, aku setuju pada ucapannya bahwa dia sebenarnya tidak benar-benar pergi dari hidupku. mustahil aku dapat melupakan seseorang begitu saja yang hampir dari satu dekade menjalani hari-hari bersama. jadi wajar, melupakan adalah kosakata yang sulit di dapat. apalagi, dengannya hampir seluruh rahasia telah ku bagi. ada dua orang yang berusaha mati-matian untuk merelakan yang namanya perpisahan.

dahulu aku begitu mudah merasa tenang jika mendengar dia mengatakan cintanya. aku merasa utuh ketika dia mulai mendeskripsikan perasaannya. namun kenapa kali ini berbeda. setelah mendengarnya bercerita, setelah ponsel itu ku matikan, air mataku terus berlinang. ibarat aku masih ingin mencintainya tapi sudah tak bisa. aku tidak merasakan ada perasaan yang berusaha menarikku lagi dari ucapannya. ibarat saat itu aku hanya ingin mendengar kebohongan manis yang diucapkannya agar aku merasa tenang saja. aku tak rasa lagi tulus itu menggantung pada langit-langit kenangan diantara kita berdua. aku tak rasa lagi, kadar cintanya masih sama.

untuk dua orang yang menghabiskan masa remaja dan setengah dewasa bersama, menghadapi peliknya saling mengerti satu sama lain, aku merasa gagal. aku merasa waktu yang ku habiskan dengannya tak membuahkan apapun selain perpisahan, padahal dengannya selalu ku taruh harapan paling besar untuk bisa mewujudkannya berdua. dimatanya, dia adalah beban yang perlahan terangkat dari pundak ku. pada akhirnya dia mengerti aku berjalan begitu ringan beberapa tahun ini. padahal, memutuskan untuk berpisah adalah pilihan paling berat ketika hati telah ku beri seluruh untuknya. 

namun tak bisa disangkal, memilih untuk pergi memanglah keputusan yang baik pada akhirnya. melepaskan diri dari rasa tergantung dan berharap tidaklah mudah. tidak lagi melihat orang yang sama setiap harinya juga gugup. tapi jika tak ku lakukan, aku akan tetap meredam harapan yang tidak bisa dia kabulkan, aku akan terus berharap untuk dia menjadi seseorang yang aku butuhkan, aku akan terus menyalahkannya dan terus meminta pengertian. aku hanya akan menghantam egonya, dan kita hanya akan saling menyakiti.

saat ku dengar dia sudah menghapusku dalam skala prioritasnya, membuat hatiku teriris sangat banyak. padahal, selama kepergian kita berdua aku selalu mendoakan kebaikan untuk kami dalam kepala yang dingin agar dapat merajut benang yang sudah putus berkali-kali itu. karena aku percaya akan ada masa, dimana aku dan dia mampu menghadapinya setelah perpisahan ini. namun, ketika mendengar ucapannya, aku tak lagi menyimpulkan apapun. kata yang tidak pernah dia lontarkan sebelumnya, membuat petir menghantam pikiranku. semua daftar yang sudah ku siapkan untuknya perlahan ku coret kembali dan ku buang ke tempat sampah. tidak ada gunanya, mendengar seseorang yang masih mencintaimu namun menghapusmu dari skala prioritasnya. aku memilih untuk berhenti mengarah padanya sekali lagi. sudah benar, menutup pintu dengan rapat.



love, itijonas.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Karena kau pantas mencari penggantinya

“kamu bertahan untuk apa? Memutar waktu? Membalikkan hati manusia yang sudah tak mengingatmu?” seru Anita  Dalam rintikan hujan, Dinda termenung memikirkan setiap rangkaian kata dari Anita. Dalam pikirannya hanya bermain-main satu orang laki-laki yang sejak dulu tak ingin ia lupakan.   Ia bertahan karena ia percaya bahwa keajaiban akan mengembalikan hati lelaki itu. Ia tak pernah bosan untuk bertahan menanti, walau ia tau bagaimana rasanya di abaikan berkali-kali. Andai waktu dapat menjawab hati manusia lebih cepat, penantian mungkin takkan pernah berujung lama dan penuh tanda tanya seperti yang terjadi pada setiap manusia saat ini. Andai rasa bisa di hapus dengan lebih cepat tanpa harus menunggu waktu, pasti tak banyak manusia yang merasakan luka dan rasa iba setiap saat. Tapi, waktu terlalu sering bermain-main hingga ia berlama-lama mengguncang hati manusia setiap kali manusia terluka. *** “bagaimana sudah berfikiran jernih?” tanya Anita tiba-tiba “ti...

saya bercerita sedikit

  hello semua para pembaca, ini cerita saya kemarin 8. Oktober 2013 selamat membaca dan melihat beberapa foto yang tertera :)   cerita kemarin, kemarau sudah mulai menampakkan jati dirinya. pepohonan mulai menguning dan gugur satu per satu. udara yang begitu dingin membuat tubuh sedikit menggigil. namun tidak menghalangi niat saya untuk terus berjalan dan mencari tahu seluk-beluk kota ini. ini dia salah satu taman kota yang terletak tidak jauh dari tempat tinggal saya.  -Ronaldstrasse- haltestelle berkunjung kesana untuk pertama kalinya, dengan modal nekat tanpa tau tempat lebih tepatnya. berjalan bersama seorang teman sehabis pulang kursus, setidaknya melupakan sedikit beban kepala yang begitu menumpuk. balik lagi, taman ini sewaktu saya berkunjung tidak begitu ramai, mungkin di karenakan masih terlalu siang, banyaknya pohon membuat rindang taman ini, saya tidak banyak memotret tapi coba lihat beginilah kira-kira keadaan taman yang saya kunju...

kau biarkan aku berperang sendirian

tulisan ini terbentuk dari potongan-potongan perasaan yang tak bisa ku utarakan. saat itu menilai diriku dan kamu hanyalah bentuk ketidakdewasaan. namun setelah ku telusuri segala sisi dari hidupku, melihat dari sisi terluar perasaan kita, lingkungan baru membuat cara pandangku semakin berbeda. patutlah aku beranjak lebih cepat. depalan tahun lalu, sebelum kita memutuskan untuk saling memaafkan lagi. kita punya misi yang baik untuk dapat ku percaya bahwa ini adalah terakhir kalinya. kau terjebak dengan pesona masa lalumu ini, aku terjebak dengan kata cinta yang selalu kau utarakan berkali-kali. sekejap kita bagaikan simpul tali yang terikat dengan erat. hari-hariku bersamamu adalah waktu dimana aku berusaha menyesuaikan diri, meninggalkan ego di kantong belakang, agar janji tersebut dapat terlaksana. ku beri kau seluruh dunia, agar semangatmu tak lagi hilang. ku beri kau seluruh cinta agar sepimu tak lagi datang. ku beri kau waktu yang berlimpah, agar kau tak perlu menanggung rindu. sa...