Langsung ke konten utama

pria dewasa

dia pria yang mengaku dewasa dihadapanku dengan segudang kisah dan pengalamannya dalam hidup. ia menceritakan dirinya sebagaimana ia ingin dipahami lebih baik. ia katakan tak pernah peduli dengan anggapan orang lain tentangnya namun selalu membahas tentang dirinya. kenalkan dia, pria yang mengaku dewasa kepada seorang gadis kecil.

lihatlah bagaimana matanya penuh dengan kebohongan, ucapannya penuh dengan sampah manis yang selalu menyuapiku dengan omong kosong. usia yang terpaut jauh, dikiranya aku akan menangis diperlakukan begitu buruk. lelaki yang mengatakan bahwa perjalanannya mencari cinta jauh lebih tragis daripada menyakiti wanita yang baru ia temui setahun lalu. aku adalah pecinta wanita katanya. ku perlakukan manis setiap semut yang berada di sisiku, namun kenyataannya yang dia lakukan hanyalah mengambil kesempatan itu untuk menulis daftar wanita yang dapat ia tahlukkan. dan dia bangga akan jerih payah itu. sekali lagi, aku mendengar semua ceritanya yang seolah-olah dia adalah pria dewasa yang menjadi tempat sandaran yang hangat untuk setiap wanita. ternyata, dia tak lebih dari sebuah kasur yang keras. kasur yang membuat tidur tak pernah nyaman, membuat sakit seluruh badan, dan membuat malam menjadi lebih panjang. 

kata-katanya semakin hari semakin tidak bisa dipercaya. ia katakan rembulan adalah cahaya terang yang ia lihat di mataku, namun ia tak masalah jika cahaya terang itu redup setiap hari. ia katakan gula tidak akan pernah manis jika tidak disandingkan denganku, namun ia malah memilih kopi pahit. katanya waktu adalah aku seperti hal yang dia butuhkan. tapi, rembulannya redup, gulanya tak manis bahkan waktunya habis dia tak pernah kebingungan. lalu dia katakan bahwa dia belum terlalu dewasa untuk memahami gadis kecil ini.

dia mengira, menggoreskan luka pada hatiku yang sudah lama tersayat oleh orang lain akan membuatku putus asa. jelas tidak! kehadirannya hanyalah ilusi yang ku buat untuk menemani kesepianku saja. bahkan dengannya, aku masih melihat sosok yang ku cintai. dia seperti bayangan yang ku ciptakan untuk memuaskan rasa rinduku terhadap lelaki yang ku cintai itu. dia beranggapan, melukaiku adalah salah satu tujuannya. padahal dia tidak tahu, sebelum aku menenggelamkan diriku ke dalam pangkuannya, aku lebih dulu sudah tau apa yang akan dia perbuat. oleh karena itu tidak ada sedikitpun rasa kecewa menumpuk dalam dadaku untuknya.

malam itu, sebelum dia mengirim badai di kepalaku.

"aku ingin bermasa depan denganmu. katanya"

aku melihatnya dengan tidak selera. ucapan sampah seperti ini tidak akan menenggelamkan ku pada harapan. karena bahkan ketika aku mengenalnya, tak pernah ada terbesit ingin bermasa depan dengannya. semakin kita beranjak dewasa, kita mengerti, menikmati cinta tidak harus dengan perasaan yang sebenarnya. manusia punya banyak topeng yang bisa ia perlihatkan kedapa orang lain. begitupun aku. aku sudah menarik diri sebelum semua kata-kata manisnya lengket dalam nadiku. aku tidak selera bermasa depan dengan pria dewasa yang punya segudang ego dan kebohongan. sampai akhirnya, aku mendengar pesta pernikahannya akan di gelar tepat sehari setelah malam itu.

dia adalah definisi bajingan yang penuh dengan setan disekelilingnya. setan itu melindunginya dan melukai yang lain. dia adalah definisi air bah nan keruh yang tidak bisa dinikmati orang lain. baginya dirinya yang paling utama, menyakiti orang lain adalah nafasnya. dia bukan pria baik yang tergambar dari penampilannya. dia akan sangat senang mengumbar cerita bagaimana dia dapat meluluhkan ribuan hati, padahal dia sendiri tidak menyadari ketika dia bercerita seperti itu, betapa rendah dirinya di mataku. dua perspektif yang mengantarkanku pada kedamaian. betapa beruntungnya aku tidak terjebak ke dalam kolam keruh yang berisi sampah busuk di dalamnya. ku perlakukan kau dengan baik, bukan berarti aku meminta balasan. ku perlakukan kau dengan baik karena aku masih menganggapnya manusia saja.

aku sangat ingin mengambil kembali waktu-waktu ku yang telah dia ambil. sepertinya memang dia tidak berhak mendapatkan waktuku yang berharga itu. namun, semua sudah berlalu. aku hanyalah seorang gadis dengan ego yang sama dengannya. aku yang bermain dengannya harus siap dipermainkan juga. lagipula, menikmati kebohongan dan berita seperti ini adalah hal yang lumrah untuk setiap orang. mungkin, waktu ku saja yang lebih lama dari orang lain. lebih baik ditinggal bajingan daripada ditinggal orang yang selama ini menetap di hati. begitulah setiap hari ku yakinkan diriku, bahwa karma akan ada untuk setiap orang. jika hari ini kau merasa buruk, besok Tuhan akan mengambilnya darimu dan melemparkannya kepada yang lain. bagiku dia hanyalah sekedar penyesalan yang terlajur ku rajut sepanjang hidupku. dia hanyalah sebuah penyesalan tidak lebih. namun, aku akan tetap bersinar seperti kembang api di bawah kota kesedihanmu yang sepi itu. 


love, itijonas.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Karena kau pantas mencari penggantinya

“kamu bertahan untuk apa? Memutar waktu? Membalikkan hati manusia yang sudah tak mengingatmu?” seru Anita  Dalam rintikan hujan, Dinda termenung memikirkan setiap rangkaian kata dari Anita. Dalam pikirannya hanya bermain-main satu orang laki-laki yang sejak dulu tak ingin ia lupakan.   Ia bertahan karena ia percaya bahwa keajaiban akan mengembalikan hati lelaki itu. Ia tak pernah bosan untuk bertahan menanti, walau ia tau bagaimana rasanya di abaikan berkali-kali. Andai waktu dapat menjawab hati manusia lebih cepat, penantian mungkin takkan pernah berujung lama dan penuh tanda tanya seperti yang terjadi pada setiap manusia saat ini. Andai rasa bisa di hapus dengan lebih cepat tanpa harus menunggu waktu, pasti tak banyak manusia yang merasakan luka dan rasa iba setiap saat. Tapi, waktu terlalu sering bermain-main hingga ia berlama-lama mengguncang hati manusia setiap kali manusia terluka. *** “bagaimana sudah berfikiran jernih?” tanya Anita tiba-tiba “ti...

saya bercerita sedikit

  hello semua para pembaca, ini cerita saya kemarin 8. Oktober 2013 selamat membaca dan melihat beberapa foto yang tertera :)   cerita kemarin, kemarau sudah mulai menampakkan jati dirinya. pepohonan mulai menguning dan gugur satu per satu. udara yang begitu dingin membuat tubuh sedikit menggigil. namun tidak menghalangi niat saya untuk terus berjalan dan mencari tahu seluk-beluk kota ini. ini dia salah satu taman kota yang terletak tidak jauh dari tempat tinggal saya.  -Ronaldstrasse- haltestelle berkunjung kesana untuk pertama kalinya, dengan modal nekat tanpa tau tempat lebih tepatnya. berjalan bersama seorang teman sehabis pulang kursus, setidaknya melupakan sedikit beban kepala yang begitu menumpuk. balik lagi, taman ini sewaktu saya berkunjung tidak begitu ramai, mungkin di karenakan masih terlalu siang, banyaknya pohon membuat rindang taman ini, saya tidak banyak memotret tapi coba lihat beginilah kira-kira keadaan taman yang saya kunju...

kau biarkan aku berperang sendirian

tulisan ini terbentuk dari potongan-potongan perasaan yang tak bisa ku utarakan. saat itu menilai diriku dan kamu hanyalah bentuk ketidakdewasaan. namun setelah ku telusuri segala sisi dari hidupku, melihat dari sisi terluar perasaan kita, lingkungan baru membuat cara pandangku semakin berbeda. patutlah aku beranjak lebih cepat. depalan tahun lalu, sebelum kita memutuskan untuk saling memaafkan lagi. kita punya misi yang baik untuk dapat ku percaya bahwa ini adalah terakhir kalinya. kau terjebak dengan pesona masa lalumu ini, aku terjebak dengan kata cinta yang selalu kau utarakan berkali-kali. sekejap kita bagaikan simpul tali yang terikat dengan erat. hari-hariku bersamamu adalah waktu dimana aku berusaha menyesuaikan diri, meninggalkan ego di kantong belakang, agar janji tersebut dapat terlaksana. ku beri kau seluruh dunia, agar semangatmu tak lagi hilang. ku beri kau seluruh cinta agar sepimu tak lagi datang. ku beri kau waktu yang berlimpah, agar kau tak perlu menanggung rindu. sa...