Langsung ke konten utama

menyayangi saja (tidak cukup)

dalam banyaknya ruas waktu, kau memilih menjadi apa? 
atau apa yang akan kau lakukan untuk mengisi ruasmu yang kosong?
***

aku menempatkan perasaan terlalu dalam. menempatkan kepedulian terlalu tinggi dan mengharapkan sesuatu terlalu ya terlalu besar pada seseorang. aku mengerti, menempatkan hal seperti itu pada seseorang yang belum tentu akan melakukannya untukmu adalah salah. bukan salahnya tidak peduli atau menempatkanmu pada posisi kesekian. salahmulah yang menempatkannya paling depan. karena pada akhirnya kau akan kecewa pada harapan yang kau bangun sendiri. pada akhirnyapun kau akan terdiam mendengar ia berusaha membenarkan posisinya tanpa berfikir dulu apa yang telah dilakukannya padamu. ingat! dia membenarkan posisinya. dan saat ia selesai kau akan merasa penyebab pertengkaran adalah dirimu. ya, kamu yang terlalu berharap padanya.

saat itu aku berfikir cinta memang dapat mengalahkan segalanya. sisi berlebihan dan segala macamnya dapat muncul. yang kata orang jatuh cinta membuat orang-orang jadi berlebihan menyikapi keadaannya. ya, aku mengalami itu.

atau karena aku terlalu sering membaca fiksi sehingga mempengaruhi isi pikiranku? dan bertolak belakang dengan harapanku padanya? ya memang.

entah sejak kapan rasa ini berkembang.
aku menjadi seorang yang skeptis. dengan segala apa yang akan aku ucapkan padanya. dengan segala apa yang aku lakukan padanya. rasanya isi hati ini tak pernah lagi berdegup indah. 
aku menyanyanginya. diapun menyanyangiku.
tapi menyayangi saja ternyata tidaklah cukup. bagiku mungkin.

saat aku berhenti meminta padanya. apa yang terjadi pada perasaan ini?

kadang memang benar rumput tetangga lebih hijau. beratus-ratus kali aku mencoba untuk tidak peduli dengan keadaan sekitarku. keadaan yang kerap membuatku cemburu tak jelas. atau lebih tepatnya cemburu sendiri.  semakin hari semakin memusingkan kepala juga. aku yang tak ingin terjebak dengan drama percintaan seperti ini ternyata mustahil menolak keadaan. aku masuk dalam perasaan yang penuh dengan pertanyaan.

apakah hubungan cukup dengan mencintai saja?
apakah hubungan cukup dengan bertanya jika ingat saja?
apakah hubungan cukup dengan tidak berusaha untuk menyempatkan diri?

jikalau memang menjalin semua hubungan seperti itu, artinya aku memang salah. tapi jika tidak? dia yang salah atau hubungan kami yang salah?
hahah yang jelas bagaimanapun itu
.
.
.
jangan terlalu berikan hatimu untuk seseorang yang belum tentu masa depanmu. karena pada hakikatnya hati manusia dapat berbolak-balik. orang yang sudah menjalin hubungan bertahun-tahun bisa saja berpisah karena hal sepele dan mudah mencari penggantinya kok. jangan terlalu berharap pada pasanganmu karena hidupmu bukanlah sepenuhnya untuknya. jika kau sudah terlanjur begitu tapi ia tidak sadar, berhentilah pelan-pelan. ia perlu tahu juga bagaimana rasanya rindu saat ia kesepian.
jangan berikan hatimu.
jangan berikan hidupmu.
jangan berikan ia kesempatan untuk melihat air matamu karenanya. jika itu terjadi, semangatlah kau akan menjadi orang yang lemah. terutama dimatanya.
jika kau masih merasa dia terlalu menikmati hidupnya tanpamu.
hiduplah seperti yang ia lakukan.

karena, baik laki-laki ataupun perempuan berhak menentukan sikap jika hatimu mulai menimbulkan pertanyaan. 'apakah menyayangi saja cukup?' 




with love, iti jonas

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Karena kau pantas mencari penggantinya

“kamu bertahan untuk apa? Memutar waktu? Membalikkan hati manusia yang sudah tak mengingatmu?” seru Anita  Dalam rintikan hujan, Dinda termenung memikirkan setiap rangkaian kata dari Anita. Dalam pikirannya hanya bermain-main satu orang laki-laki yang sejak dulu tak ingin ia lupakan.   Ia bertahan karena ia percaya bahwa keajaiban akan mengembalikan hati lelaki itu. Ia tak pernah bosan untuk bertahan menanti, walau ia tau bagaimana rasanya di abaikan berkali-kali. Andai waktu dapat menjawab hati manusia lebih cepat, penantian mungkin takkan pernah berujung lama dan penuh tanda tanya seperti yang terjadi pada setiap manusia saat ini. Andai rasa bisa di hapus dengan lebih cepat tanpa harus menunggu waktu, pasti tak banyak manusia yang merasakan luka dan rasa iba setiap saat. Tapi, waktu terlalu sering bermain-main hingga ia berlama-lama mengguncang hati manusia setiap kali manusia terluka. *** “bagaimana sudah berfikiran jernih?” tanya Anita tiba-tiba “ti...

saya bercerita sedikit

  hello semua para pembaca, ini cerita saya kemarin 8. Oktober 2013 selamat membaca dan melihat beberapa foto yang tertera :)   cerita kemarin, kemarau sudah mulai menampakkan jati dirinya. pepohonan mulai menguning dan gugur satu per satu. udara yang begitu dingin membuat tubuh sedikit menggigil. namun tidak menghalangi niat saya untuk terus berjalan dan mencari tahu seluk-beluk kota ini. ini dia salah satu taman kota yang terletak tidak jauh dari tempat tinggal saya.  -Ronaldstrasse- haltestelle berkunjung kesana untuk pertama kalinya, dengan modal nekat tanpa tau tempat lebih tepatnya. berjalan bersama seorang teman sehabis pulang kursus, setidaknya melupakan sedikit beban kepala yang begitu menumpuk. balik lagi, taman ini sewaktu saya berkunjung tidak begitu ramai, mungkin di karenakan masih terlalu siang, banyaknya pohon membuat rindang taman ini, saya tidak banyak memotret tapi coba lihat beginilah kira-kira keadaan taman yang saya kunju...

kau biarkan aku berperang sendirian

tulisan ini terbentuk dari potongan-potongan perasaan yang tak bisa ku utarakan. saat itu menilai diriku dan kamu hanyalah bentuk ketidakdewasaan. namun setelah ku telusuri segala sisi dari hidupku, melihat dari sisi terluar perasaan kita, lingkungan baru membuat cara pandangku semakin berbeda. patutlah aku beranjak lebih cepat. depalan tahun lalu, sebelum kita memutuskan untuk saling memaafkan lagi. kita punya misi yang baik untuk dapat ku percaya bahwa ini adalah terakhir kalinya. kau terjebak dengan pesona masa lalumu ini, aku terjebak dengan kata cinta yang selalu kau utarakan berkali-kali. sekejap kita bagaikan simpul tali yang terikat dengan erat. hari-hariku bersamamu adalah waktu dimana aku berusaha menyesuaikan diri, meninggalkan ego di kantong belakang, agar janji tersebut dapat terlaksana. ku beri kau seluruh dunia, agar semangatmu tak lagi hilang. ku beri kau seluruh cinta agar sepimu tak lagi datang. ku beri kau waktu yang berlimpah, agar kau tak perlu menanggung rindu. sa...