perlulah kiranya kita berhenti sejenak dengan sebuah perasaan. mengenai sedang mencintai siapa atau ingin dicintai oleh siapa. terbesit dalam benakku mengenai sebuah hubungan yang diikat oleh banyak kenangan yang terbuang. hal ini, membuat hubungan itu hanyalah sebuah hubungan dengan kenangan. sebatas aku pernah mencintainya di masa lampau dan ia pernah mencintaiku dengan sabar. namun, dalam kenyataan cinta bukanlah semudah itu. ternyata bagiku tak cukup menjadikan kenangan sebagai landasan utama aku mempertahankan. baik kiranya rasa sayang yang terlanjur berlebih ini, tidak untuk disimpan terlalu lama. semua orang berhak mencintai terlalu dalam, tapi tidak untuk melukai dirinya sendiri.
sebuah hubungan yang kerap dijalani penuh api, tak lagi baik untuk dijalani. begitulah kata pepatah. bukankah aku dan dia sedang sama-sama belajar dewasa?
saling meninggalkan bukanlah berarti, kita harus berhenti mencintai. hanya saja, melepaskan berarti kita tau batas apa yang membuat kita harus pergi. bukan perkara perasaan saja yang harus dihitung, melainkan hal-hal kecil yang bisa menjadi penyebab mulainya luka di hati. semua yang terjadi diantara kita adalah sikap diri. kita selalu menyangka kita saling mengerti dengan baik. kita mengira kita sudah saling membutuhkan satu sama lain. ternyata memang benar, hubungan ini terbangun hanya karena kita belajar menebus kesalahan di masa lalu. atau karena kini kita sudah mulai dewasa dan semua isi kepala kita bertabrakan. seolah kita sudah memberi segalanya.
tak ada hubungan yang baik, jika salah satu pihak merasa terluka. bagi seorang perempuan, banyak hal yang bisa membuatnya terluka. tak cuma terhentinya komunikasi saja, melainkan gerak tubuhmu yang tak kau sadari saja bisa melukainya diam-diam. mengutarakan isi hati memang bentuk penyelesaian yang terbaik, tapi percayalah tak pernah ada kejujuran yang utuh dalam percakapan itu. hati akan terus terluka diam-diam karena tak ingin orang yang disayangi ikut terluka. karena imajinasi perempuan itulah yang menyebabkan masalah. seperti aku.
love, itijonas.
tak ada hubungan yang baik, jika salah satu pihak merasa terluka. bagi seorang perempuan, banyak hal yang bisa membuatnya terluka. tak cuma terhentinya komunikasi saja, melainkan gerak tubuhmu yang tak kau sadari saja bisa melukainya diam-diam. mengutarakan isi hati memang bentuk penyelesaian yang terbaik, tapi percayalah tak pernah ada kejujuran yang utuh dalam percakapan itu. hati akan terus terluka diam-diam karena tak ingin orang yang disayangi ikut terluka. karena imajinasi perempuan itulah yang menyebabkan masalah. seperti aku.
love, itijonas.
Komentar