sudah seberapa jauh aku berkelana, hingga kelam hanya jadi akhir penantian.
sudah seberapa lama aku memendam, hingga kamu hanyalah kenangan.
musim hujan kali ini, aku mulai memilih untuk kembali kepada aku yang sempat hilang. awalnya aku hanya bilang, aku bosan dengan segala hal tentang hari depan. sepertinya, semua akan sama. semua orang baru dalam hidupku tak cukup mudah untuk menjadi sasaran untuk bersandar. semua orang baru, hanya seperti angin singgah dan berlalu tanpa bisa terlihat.
musim hujan beberapa tahun lalu, aku memilih untuk menjadi seseorang yang penuh kisah dan kasih. rasanya, menjadi berbeda akan membuatmu berjalan pada ruang yang indah. ternyata, menjadi penuh kasih bukanlah alasan untuk membuat ku merasa puas. aku dikhianati waktu. semesta saat itu seolah-olah menunjukkan bahwa aku kurang cakap menjadi baik-baik saja.
musim hujan tahun lalu, aku menjadi begitu murung dengan gelapnya hari-hari. seolah gemuruh senantiasa setia menemani perjalananku dari senin hingga minggu. semakin hari semakin tak tertarik dengan udara pagi dan warna senja terlihat semakin masam. kenapa semakin menyebalkan menjalani kehidupan? aku tak sanggup ungkapkan cinta berlebihan lagi, karena mereka yang ku beri cinta tak cukup cakap membalas semua kasih sayang. begitukah manusia ingin sekali mendapatkan perhatian?
namun musim hujan kali ini cukup deras, hingga parit-parit di depan rumah ikut meluap. rasanya, bahagia melepas semua sesak, walaupun masih banyak yang ditahan. pelan-pelan kususuri ruang rindu melihat aku beberapa tahun yang lalu, mengharap banyak pada sesuatu.
rasanya musim hujan kali ini menumpahkan semua isi yang bertahun-tahun membebani. aku memilih mundur menjadi orang penuh kasih. mungkin aku belum sanggup, karena ego yang masih setinggi langit untuk tak mengharap diperlakukan sama. aku masih apatis dan akan selalu begitu. menjadi berbeda, ternyata lebih menyakitkan. melihat orang di sekelilingmu menjadi buas karena kau melunak. ternyata sangat menyakitkan melihat orang-orang di sekitarmu meminta lebih banyak dari yang dia berikan. apakah begini rasanya mengalah?
tapi tampaknya, aku terlalu mudah memutuskan.
aku hanya kurang beruntung, karena tidak menemukan orang-orang dengan frekuensi yang sama. karena tidak menemukan orang-orang yang bisa memahami kurang dibanding lebih. atau aku hanya merasa kurang percaya pada orang-orang sehingga aku tak izinkan mereka untuk mencoba menetap. tapi sepertinya bukan. musim hujan beberapa tahun yang lalu aku adalah deskripsi yang bahagia di mata orang banyak, tapi aku tidak.
dan sepertinya, aku perlu mundur dari banyak hal dan mulai menemukan mereka yang sama.
with love,
iti jonas
Komentar