malam yang semakin dingin, mengantarkanku pada kisah cinta sepasang anak manusia yang selalu dipertemukan meski waktu selalu berusaha memisahkan. kisah klasik namun menarik untuk diceritakan kembali dan berulang tanpa bosan. kisah romansa gadis belia yang tidak pernah membayangkan hidupnya hanya akan melihat satu lelaki dalam hidupnya. meski kerap berubah-ubah, pada suatu malam yang benar-benar gelap ia selalu merasakan lelaki itu, hanya dia pada titik nadirnya. lelaki itu selalu jadi alasan pertama dari perasannya yang kerap ditutup waktu. mendapati kisahnya yang kerap menyayat hati, akupun ikut terjun pada kisah milikku sendiri.
dengannya mungkin adalah perjalanan paling panjang yang pernah aku lakukan bersama dengan seseorang. menjadi miliknya seperti ketidakmungkinan yang selalu menjadi nyata. berulang tulisan ini selalu kubuat untuknya tanpa bosan. mendapati diriku sangat cinta bahkan benci diwaktu yang sama. saat perasaan seorang gadis labil seperti ku dapat berubah-ubah, hanya dengan dia perasaan itu tak pernah padam. sekeras apapun ego ini meminta untuk menyudahi segala layu, aku selalu bertahan bersamanya. semua mengalir begitu saja tanpa aku sengaja. bahkan, tiap kali aku terlena dengan waktu dan tak bisa menemukannya dimana-mana alam bawah sadarku selalu ingin didekatnya. aku bahkan tidak tahu, pada bagian mencintai yang mana perasaanku saat ini padanya. aku hanya mencintainya, begitu saja.
jika tulisan adalah sebuah kejujuran yang paling sulit untuk diucapkan lisan, ku rasa semua tulisanku adalah jawaban dari segala perasaan semerawut yang selama ini aku perlihatkan. kita memilih untuk diam agar semuanya terlihat baik-baik saja. tapi tenyata kediaman itu adalah badai paling hebat yang selalu ku rasa setiap kita melakukannya. dalam hubungan yang berlangsung hampir satu dekade lebih ini, aku yakin semua orang juga mengalami badai paling sulit. ternyata, kebersamaan itu selalu menjadi penyebab badai. aku masih terlalu dini untuk merasakan sakit, kecewa dan rangkaian patah hati lainnya. walaupun pada tahap ini aku hampir menyerah, ingatan bersamamu selalu jadi tiang yang selalu ku semen ulang agar terus kokoh meski dalam hening yang kita lakukan terus menerus. pelajaran yang selalu terlihat dimataku adalah tidak ada yang sempurna dalam mencintai seseorang. mesikpun mereka sudah membina hubungan itu begitu lama. tidak ada yang selalu hangat, tidak ada yang terus menerus harmonis. hal terbaik yang bisa kita lakukan adalah tetap saling mencintai meskipun itu adalah bagian tersulit.
with love itijonas.
Komentar