Langsung ke konten utama

Saat Menemukan

Disaat aku lelah menimbang hati kedalam hidupku lagi. Ku temukan engkau merawatnya dengan baik hingga layuku berubah mekar. Dari sudut tergelap kau masih melihat cahaya dalam tanganku. Meski ku tutup, kau selalu yakin itu cahaya yang indah. Disaat yang lain tak melihat memar, kau mengetahuinya dan mengajakku mengobatinya dengan sabar. Diantara bintang yang bertabur di cakrawala, mengapa baru kali ini aku melihat kau begitu terang? Bahkan menyilaukan penglihatanku. Baiknya, kau berbagi cahaya denganku dan menambah energi ku. Bahkan saat matahari muncul, kita masih saja memiliki cahaya walau samar. Berbeda dengan bulan yang habis indahnya jika raja siang muncul.

Aku banyak berbagi puisi dengan daun gugur. Aku memberi setiap mereka sepotong cerita resah dan indah. Kau mengetahuinya lewat bacaan yang terlintas dari indra penglihatanmu. Saat dihembuskan angin, cerita hanya menjadi kisah yang ditelan waktu. Sejak ku putuskan untuk mengarungi samudera yang luas, beraneka ragam ikan yang ku temukan. Sampai ku terpikat pada keluguan seekor lumba-lumba sederhana yang menarik simpul senyumku dalam pertemuan pertama. Kesederhanaan perilaku yang membuatku balik menimbang pada hati. Siapkah ia jatuh dengan benar kali ini?

Sempat terbesit, apakah tujuan kita akan sama. Apakah kita sudah benar saling menemukan. Apakah bisa kita menyatukan perbedaan.

Dalam ingatanku, kau belum begitu banyak. Bahkan selembar halaman pun belum bisa menceritakan perihal yang terjadi hari ini. Tapi jika ini terus berjalan, tidak ada yang mustahil kau bisa menjadi buku yang akan terus ku tulis tanpa henti. Ada yang menggertakku bahwa aku tidaklah konsisten dengan ultimatum yang akan ku buat, bisakah kau mengindahkannya sementara? Entah mengapa, aku hanya merasa berbeda setelah mengenalmu sedikit lebih banyak. Aku merasa, apa yang ku cari ada padamu. Ini hanya firasat atau apa aku belum berani menyimpulkan. Tapi haruskah senyaman ini?

Apa kau tahu, aku berhasil menjadi diriku sendiri saat aku bersamamu untuk beberapa saat tanpa perlu takut. Aku berhasil mengenal apa yang aku inginkan ketika kau ada di sampingku tanpa perlu berfikir keras. Aku mampu mengutarakan sedikit sesak dada yang mengendap lama tanpa peduli kau dengarkan atau tidak. Aku mampu berbagi tanpa perlu takut untuk kehabisan. Aku menemukan sesuatu yang baru diantara rangkaian kisah yang pernah terlewati. Beginikah memiliki perasaan lega setelah menemukan kamu?

Tak ada alasan logis untuk menyeruput perasaan ini. Beginilah yang terasa, begini adanya. Jika benar adanya venus itu paling terang, bisakah yakinkan aku untuk tidak pergi mencari lagi?

With love, itijonas

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Karena kau pantas mencari penggantinya

“kamu bertahan untuk apa? Memutar waktu? Membalikkan hati manusia yang sudah tak mengingatmu?” seru Anita  Dalam rintikan hujan, Dinda termenung memikirkan setiap rangkaian kata dari Anita. Dalam pikirannya hanya bermain-main satu orang laki-laki yang sejak dulu tak ingin ia lupakan.   Ia bertahan karena ia percaya bahwa keajaiban akan mengembalikan hati lelaki itu. Ia tak pernah bosan untuk bertahan menanti, walau ia tau bagaimana rasanya di abaikan berkali-kali. Andai waktu dapat menjawab hati manusia lebih cepat, penantian mungkin takkan pernah berujung lama dan penuh tanda tanya seperti yang terjadi pada setiap manusia saat ini. Andai rasa bisa di hapus dengan lebih cepat tanpa harus menunggu waktu, pasti tak banyak manusia yang merasakan luka dan rasa iba setiap saat. Tapi, waktu terlalu sering bermain-main hingga ia berlama-lama mengguncang hati manusia setiap kali manusia terluka. *** “bagaimana sudah berfikiran jernih?” tanya Anita tiba-tiba “ti...

saya bercerita sedikit

  hello semua para pembaca, ini cerita saya kemarin 8. Oktober 2013 selamat membaca dan melihat beberapa foto yang tertera :)   cerita kemarin, kemarau sudah mulai menampakkan jati dirinya. pepohonan mulai menguning dan gugur satu per satu. udara yang begitu dingin membuat tubuh sedikit menggigil. namun tidak menghalangi niat saya untuk terus berjalan dan mencari tahu seluk-beluk kota ini. ini dia salah satu taman kota yang terletak tidak jauh dari tempat tinggal saya.  -Ronaldstrasse- haltestelle berkunjung kesana untuk pertama kalinya, dengan modal nekat tanpa tau tempat lebih tepatnya. berjalan bersama seorang teman sehabis pulang kursus, setidaknya melupakan sedikit beban kepala yang begitu menumpuk. balik lagi, taman ini sewaktu saya berkunjung tidak begitu ramai, mungkin di karenakan masih terlalu siang, banyaknya pohon membuat rindang taman ini, saya tidak banyak memotret tapi coba lihat beginilah kira-kira keadaan taman yang saya kunju...

kau biarkan aku berperang sendirian

tulisan ini terbentuk dari potongan-potongan perasaan yang tak bisa ku utarakan. saat itu menilai diriku dan kamu hanyalah bentuk ketidakdewasaan. namun setelah ku telusuri segala sisi dari hidupku, melihat dari sisi terluar perasaan kita, lingkungan baru membuat cara pandangku semakin berbeda. patutlah aku beranjak lebih cepat. depalan tahun lalu, sebelum kita memutuskan untuk saling memaafkan lagi. kita punya misi yang baik untuk dapat ku percaya bahwa ini adalah terakhir kalinya. kau terjebak dengan pesona masa lalumu ini, aku terjebak dengan kata cinta yang selalu kau utarakan berkali-kali. sekejap kita bagaikan simpul tali yang terikat dengan erat. hari-hariku bersamamu adalah waktu dimana aku berusaha menyesuaikan diri, meninggalkan ego di kantong belakang, agar janji tersebut dapat terlaksana. ku beri kau seluruh dunia, agar semangatmu tak lagi hilang. ku beri kau seluruh cinta agar sepimu tak lagi datang. ku beri kau waktu yang berlimpah, agar kau tak perlu menanggung rindu. sa...