Disaat aku lelah menimbang hati kedalam hidupku lagi. Ku temukan engkau merawatnya dengan baik hingga layuku berubah mekar. Dari sudut tergelap kau masih melihat cahaya dalam tanganku. Meski ku tutup, kau selalu yakin itu cahaya yang indah. Disaat yang lain tak melihat memar, kau mengetahuinya dan mengajakku mengobatinya dengan sabar. Diantara bintang yang bertabur di cakrawala, mengapa baru kali ini aku melihat kau begitu terang? Bahkan menyilaukan penglihatanku. Baiknya, kau berbagi cahaya denganku dan menambah energi ku. Bahkan saat matahari muncul, kita masih saja memiliki cahaya walau samar. Berbeda dengan bulan yang habis indahnya jika raja siang muncul.
Aku banyak berbagi puisi dengan daun gugur. Aku memberi setiap mereka sepotong cerita resah dan indah. Kau mengetahuinya lewat bacaan yang terlintas dari indra penglihatanmu. Saat dihembuskan angin, cerita hanya menjadi kisah yang ditelan waktu. Sejak ku putuskan untuk mengarungi samudera yang luas, beraneka ragam ikan yang ku temukan. Sampai ku terpikat pada keluguan seekor lumba-lumba sederhana yang menarik simpul senyumku dalam pertemuan pertama. Kesederhanaan perilaku yang membuatku balik menimbang pada hati. Siapkah ia jatuh dengan benar kali ini?
Sempat terbesit, apakah tujuan kita akan sama. Apakah kita sudah benar saling menemukan. Apakah bisa kita menyatukan perbedaan.
Dalam ingatanku, kau belum begitu banyak. Bahkan selembar halaman pun belum bisa menceritakan perihal yang terjadi hari ini. Tapi jika ini terus berjalan, tidak ada yang mustahil kau bisa menjadi buku yang akan terus ku tulis tanpa henti. Ada yang menggertakku bahwa aku tidaklah konsisten dengan ultimatum yang akan ku buat, bisakah kau mengindahkannya sementara? Entah mengapa, aku hanya merasa berbeda setelah mengenalmu sedikit lebih banyak. Aku merasa, apa yang ku cari ada padamu. Ini hanya firasat atau apa aku belum berani menyimpulkan. Tapi haruskah senyaman ini?
Apa kau tahu, aku berhasil menjadi diriku sendiri saat aku bersamamu untuk beberapa saat tanpa perlu takut. Aku berhasil mengenal apa yang aku inginkan ketika kau ada di sampingku tanpa perlu berfikir keras. Aku mampu mengutarakan sedikit sesak dada yang mengendap lama tanpa peduli kau dengarkan atau tidak. Aku mampu berbagi tanpa perlu takut untuk kehabisan. Aku menemukan sesuatu yang baru diantara rangkaian kisah yang pernah terlewati. Beginikah memiliki perasaan lega setelah menemukan kamu?
Tak ada alasan logis untuk menyeruput perasaan ini. Beginilah yang terasa, begini adanya. Jika benar adanya venus itu paling terang, bisakah yakinkan aku untuk tidak pergi mencari lagi?
With love, itijonas
Komentar