aku sejenak larut dalam pikiranku, melihat dunia ternyata berbeda dari yang ada di kepala. seolah menampar kedewasaanku untuk tumbuh terus menerus, mengasah insting pertahanan diri entah dari siapa. mendapat banyak hal, sama halnya dengan bersiap menerima kehilangan. ada banyak jenis kehilangan yang kita temui saat menuju dewasa. entah itu dari keluarga, teman, maupun pasangan. entah apa yang menjadikan hidup menjadi berliku, tapi pada kenyataannya hidup memanglah begitu. semua hal akan silih berganti bertukar dari ketidaktahuan menjadi jera dan pembelajaran. saat ku putuskan keluar dari sangkar, aku menerima banyak pesan untuk berhati-hati dalam menerima apapun. hal yang diberi dunia luar, tidak akan sama dengan apa yang diberi dari dalam.
bagaimana rasanya mengintip masa depan?
ternyata tidak ada yang menyenangkan. masa depan yang menyenangkan hanya ada di dalam kepala kita saja. semua skenario terbentuk karena hal indah yang diberikan oleh buku-buku dan film-film selama ini. rasanya, dalam kehidupan tidak ada jalan yang mulus. harus penuh terjal dan lubang. walau tak selamanya berat, tapi rasa sulitlah yang mengasah insting pertahanan kita dari berbagai ancaman. banyak yang ingin menyakiti kita dari berbagai sudut, berbohong bahwa mereka mencintai kita adalah hal yang kerap sekali ku jumpai akhir-akhir ini. dipenghujung umur dua puluh ku, suasana jalan ini semakin dingin dan gelap. namun, tidak membuatku berhenti berjalan. kita selalu tau, jika ingin mengintip masa depan itu haruslah dengan terus berjalan meski luka di kakimu tak kunjung sembuh. jalanlah terus sampai kau temukan hangat di tempat yang kau impikan. meski hari ini bukan tempatnya, perjalanan menuju ke sana akan membuatmu belajar beribu-ribu bab tentang menerjemahkan rasa bersyukur.
with love, itijonas
Komentar