Langsung ke konten utama

Mungkin

kucoba menutupi hati
menutup telinga hingga mata
menyisihkan kepala ketika melihat
berpura tak tahu bahkan tak mendengar

dulu ku kecewa
dulu ku menyesal
ku berbuat hingga kau terluka
kau pergi dan menjauh begitu pun aku

debaran ketika berjumpa lagi
masih tak terukur, masih kencang seperti dulu
entah itu apa aku tak mengerti
yang jelas aku hanya berusaha menepis rasa.

dan entah rasa bersalah atau apa
aku hanya berusaha untuk tidak memikirkan
mencari hati baru untuk berlabuh
namun lagi-lagi mereka mengecewakan

ini sesuatu yang absurd untuk di pikirkan
melewati hari tanpa kamu, berbeda
sapaan hingga senyuman di pagi hari tak lagi ada
walau terkadang hati ingin kembali ber cengkrama
ada satu hal yang ku mengerti, kita terpisahkan jarak
ada satu hal yang ku tau, aku merindukan mu
dan ada satu hal yang ku yakini, kau akan kembali
nanti, mungkin

melewati ratusan hari yang ada
kau dan aku masih saja terpisah, hilang dan entah kemana
aku merasa kau merenggut seluruh aku
tak sadar ternyata aku begitu mencintaimu

mungkinkah kau kembali?
mungkinkah kau menepati janji?
mungkinkah kau mengingat 8 tahun yang akan datang itu?
mungkinkah kau menjanjikan Makassar untukku?
mungkinkah kau menemui ku di negara yang sempat kita bayangkan dulu?

kini hanya "mungkin" yang ku persembahkan
kini hanya "angan" itu yang ku pertahankan


write by @istiqasuwondo

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Karena kau pantas mencari penggantinya

“kamu bertahan untuk apa? Memutar waktu? Membalikkan hati manusia yang sudah tak mengingatmu?” seru Anita  Dalam rintikan hujan, Dinda termenung memikirkan setiap rangkaian kata dari Anita. Dalam pikirannya hanya bermain-main satu orang laki-laki yang sejak dulu tak ingin ia lupakan.   Ia bertahan karena ia percaya bahwa keajaiban akan mengembalikan hati lelaki itu. Ia tak pernah bosan untuk bertahan menanti, walau ia tau bagaimana rasanya di abaikan berkali-kali. Andai waktu dapat menjawab hati manusia lebih cepat, penantian mungkin takkan pernah berujung lama dan penuh tanda tanya seperti yang terjadi pada setiap manusia saat ini. Andai rasa bisa di hapus dengan lebih cepat tanpa harus menunggu waktu, pasti tak banyak manusia yang merasakan luka dan rasa iba setiap saat. Tapi, waktu terlalu sering bermain-main hingga ia berlama-lama mengguncang hati manusia setiap kali manusia terluka. *** “bagaimana sudah berfikiran jernih?” tanya Anita tiba-tiba “ti...

saya bercerita sedikit

  hello semua para pembaca, ini cerita saya kemarin 8. Oktober 2013 selamat membaca dan melihat beberapa foto yang tertera :)   cerita kemarin, kemarau sudah mulai menampakkan jati dirinya. pepohonan mulai menguning dan gugur satu per satu. udara yang begitu dingin membuat tubuh sedikit menggigil. namun tidak menghalangi niat saya untuk terus berjalan dan mencari tahu seluk-beluk kota ini. ini dia salah satu taman kota yang terletak tidak jauh dari tempat tinggal saya.  -Ronaldstrasse- haltestelle berkunjung kesana untuk pertama kalinya, dengan modal nekat tanpa tau tempat lebih tepatnya. berjalan bersama seorang teman sehabis pulang kursus, setidaknya melupakan sedikit beban kepala yang begitu menumpuk. balik lagi, taman ini sewaktu saya berkunjung tidak begitu ramai, mungkin di karenakan masih terlalu siang, banyaknya pohon membuat rindang taman ini, saya tidak banyak memotret tapi coba lihat beginilah kira-kira keadaan taman yang saya kunju...

kau biarkan aku berperang sendirian

tulisan ini terbentuk dari potongan-potongan perasaan yang tak bisa ku utarakan. saat itu menilai diriku dan kamu hanyalah bentuk ketidakdewasaan. namun setelah ku telusuri segala sisi dari hidupku, melihat dari sisi terluar perasaan kita, lingkungan baru membuat cara pandangku semakin berbeda. patutlah aku beranjak lebih cepat. depalan tahun lalu, sebelum kita memutuskan untuk saling memaafkan lagi. kita punya misi yang baik untuk dapat ku percaya bahwa ini adalah terakhir kalinya. kau terjebak dengan pesona masa lalumu ini, aku terjebak dengan kata cinta yang selalu kau utarakan berkali-kali. sekejap kita bagaikan simpul tali yang terikat dengan erat. hari-hariku bersamamu adalah waktu dimana aku berusaha menyesuaikan diri, meninggalkan ego di kantong belakang, agar janji tersebut dapat terlaksana. ku beri kau seluruh dunia, agar semangatmu tak lagi hilang. ku beri kau seluruh cinta agar sepimu tak lagi datang. ku beri kau waktu yang berlimpah, agar kau tak perlu menanggung rindu. sa...