Langsung ke konten utama

aku mencintaimu selalu

Berapa kali kadang kita mencintai orang yang berbeda. berapa kali kita mencintai hal-hal yang di benci. Tapi kau begitu menarik hatiku kembali. Kembali menggenggam erat diriku dalam peluk dan nafas yang selama ini kau persembahkan untukku. 
Aku telah menjadi seorang Monster untukmu. Menjadi seorang yang sangat tidak bertanggung jawab atas  hatimu. Dan juga aku telah menjadi gadis yang melukai hatimu hingga bertahun-tahun. Kau mencintai ku dengan seluruh nafas mu, setiap denyut yang berdetak dalam jantung mu, kau izinkan aku untuk hidup disana bersemayam. 
Namun karena diriku, kau terluka. Karena diriku kau terdiam. Dan karena diriku kau menyakiti dirimu sendiri. Aku merasa bersalah, hingga air mata ku tak dapat lagi membayangkan betapa kejam diriku padamu. Kau tetap saja mengatakan "ini bukan salah mu". Kalimat itu semakin merobek setiap helaian hatiku.

Aku begitu mengasihi mu kini. Tapi aku terlambat. Aku terlambat memiliki mu. Kau telah bersama yang lain. Bahkan gadis itu jauh lebih baik dari diriku. Kau berhak untuk mendapatkan sesuatu yang seharusnya kau rasakan dahulu. Dan aku tak bisa lagi menghalangi mu untuk mencari bahagia bersamanya. Karena posisi ku yang salah, aku mencintaimu dari hari ke hari dan seterusnya. Tak ada yang perlu ku sesal kan. Dunia memang seperti roda. Yang ku tahu aku hanya mencintaimu dengan semua denyut nadi ku, detak jantung ku dan dengan semua nafas ku. Sekarang atau nanti aku akan bertahan. Memastikan kau kembali ke peluk ku. Namun jika memang sulit untukku gapai lagi, jika kau bahagia bersamanya aku rela. 
Terima kasih untuk semua cinta dan senandung kata sayang yang selalu terucap di bibirmu. Itu sangat berarti bahkan lebih berarti hingga logika ku tak mampu mengucapkan kalimat selain terima kasih padamu. Baca saja mata dan hatiku kau akan tahu kebenarannya. Aku mencintaimu selalu


write by @istiqasuwondo

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Karena kau pantas mencari penggantinya

“kamu bertahan untuk apa? Memutar waktu? Membalikkan hati manusia yang sudah tak mengingatmu?” seru Anita  Dalam rintikan hujan, Dinda termenung memikirkan setiap rangkaian kata dari Anita. Dalam pikirannya hanya bermain-main satu orang laki-laki yang sejak dulu tak ingin ia lupakan.   Ia bertahan karena ia percaya bahwa keajaiban akan mengembalikan hati lelaki itu. Ia tak pernah bosan untuk bertahan menanti, walau ia tau bagaimana rasanya di abaikan berkali-kali. Andai waktu dapat menjawab hati manusia lebih cepat, penantian mungkin takkan pernah berujung lama dan penuh tanda tanya seperti yang terjadi pada setiap manusia saat ini. Andai rasa bisa di hapus dengan lebih cepat tanpa harus menunggu waktu, pasti tak banyak manusia yang merasakan luka dan rasa iba setiap saat. Tapi, waktu terlalu sering bermain-main hingga ia berlama-lama mengguncang hati manusia setiap kali manusia terluka. *** “bagaimana sudah berfikiran jernih?” tanya Anita tiba-tiba “ti...

saya bercerita sedikit

  hello semua para pembaca, ini cerita saya kemarin 8. Oktober 2013 selamat membaca dan melihat beberapa foto yang tertera :)   cerita kemarin, kemarau sudah mulai menampakkan jati dirinya. pepohonan mulai menguning dan gugur satu per satu. udara yang begitu dingin membuat tubuh sedikit menggigil. namun tidak menghalangi niat saya untuk terus berjalan dan mencari tahu seluk-beluk kota ini. ini dia salah satu taman kota yang terletak tidak jauh dari tempat tinggal saya.  -Ronaldstrasse- haltestelle berkunjung kesana untuk pertama kalinya, dengan modal nekat tanpa tau tempat lebih tepatnya. berjalan bersama seorang teman sehabis pulang kursus, setidaknya melupakan sedikit beban kepala yang begitu menumpuk. balik lagi, taman ini sewaktu saya berkunjung tidak begitu ramai, mungkin di karenakan masih terlalu siang, banyaknya pohon membuat rindang taman ini, saya tidak banyak memotret tapi coba lihat beginilah kira-kira keadaan taman yang saya kunju...

kau biarkan aku berperang sendirian

tulisan ini terbentuk dari potongan-potongan perasaan yang tak bisa ku utarakan. saat itu menilai diriku dan kamu hanyalah bentuk ketidakdewasaan. namun setelah ku telusuri segala sisi dari hidupku, melihat dari sisi terluar perasaan kita, lingkungan baru membuat cara pandangku semakin berbeda. patutlah aku beranjak lebih cepat. depalan tahun lalu, sebelum kita memutuskan untuk saling memaafkan lagi. kita punya misi yang baik untuk dapat ku percaya bahwa ini adalah terakhir kalinya. kau terjebak dengan pesona masa lalumu ini, aku terjebak dengan kata cinta yang selalu kau utarakan berkali-kali. sekejap kita bagaikan simpul tali yang terikat dengan erat. hari-hariku bersamamu adalah waktu dimana aku berusaha menyesuaikan diri, meninggalkan ego di kantong belakang, agar janji tersebut dapat terlaksana. ku beri kau seluruh dunia, agar semangatmu tak lagi hilang. ku beri kau seluruh cinta agar sepimu tak lagi datang. ku beri kau waktu yang berlimpah, agar kau tak perlu menanggung rindu. sa...