Berapa kali kadang kita mencintai orang yang berbeda. berapa kali kita mencintai hal-hal yang di benci. Tapi kau begitu menarik hatiku kembali. Kembali menggenggam erat diriku dalam peluk dan nafas yang selama ini kau persembahkan untukku.
Aku telah menjadi seorang Monster untukmu. Menjadi seorang yang sangat tidak bertanggung jawab atas hatimu. Dan juga aku telah menjadi gadis yang melukai hatimu hingga bertahun-tahun. Kau mencintai ku dengan seluruh nafas mu, setiap denyut yang berdetak dalam jantung mu, kau izinkan aku untuk hidup disana bersemayam.
Namun karena diriku, kau terluka. Karena diriku kau terdiam. Dan karena diriku kau menyakiti dirimu sendiri. Aku merasa bersalah, hingga air mata ku tak dapat lagi membayangkan betapa kejam diriku padamu. Kau tetap saja mengatakan "ini bukan salah mu". Kalimat itu semakin merobek setiap helaian hatiku.
Aku begitu mengasihi mu kini. Tapi aku terlambat. Aku terlambat memiliki mu. Kau telah bersama yang lain. Bahkan gadis itu jauh lebih baik dari diriku. Kau berhak untuk mendapatkan sesuatu yang seharusnya kau rasakan dahulu. Dan aku tak bisa lagi menghalangi mu untuk mencari bahagia bersamanya. Karena posisi ku yang salah, aku mencintaimu dari hari ke hari dan seterusnya. Tak ada yang perlu ku sesal kan. Dunia memang seperti roda. Yang ku tahu aku hanya mencintaimu dengan semua denyut nadi ku, detak jantung ku dan dengan semua nafas ku. Sekarang atau nanti aku akan bertahan. Memastikan kau kembali ke peluk ku. Namun jika memang sulit untukku gapai lagi, jika kau bahagia bersamanya aku rela.
Terima kasih untuk semua cinta dan senandung kata sayang yang selalu terucap di bibirmu. Itu sangat berarti bahkan lebih berarti hingga logika ku tak mampu mengucapkan kalimat selain terima kasih padamu. Baca saja mata dan hatiku kau akan tahu kebenarannya. Aku mencintaimu selalu
write by @istiqasuwondo
Komentar