Seperti halnya yang kau katakan
kini ‘rindu’. untuk apa kau menyebutnya
sekali lagi jika itu hanya sekedar ucapan belaka yang tak berujung dan tak
bermuara?
Kau menyebutkan melalui tulisan
sedang fisik mu tak pernah mendukung adanya ‘rindu’ yang kau tuliskan itu. Kau lewat,
sekedar lewat. Kau mengintip hanya sekedar mengintip. Apa gunanya kau
menyebutkannya lagi?
Kau sudah tau, aku tak berada di
haluan yang dulu. Jangan kau menjadi seperti ini untuk kembali mendapatkan
kesempatan lagi, sudah berapa kali kesempatan yang kau buang? Dengan baik hati
aku memberinya, seenak hati kau perlakukan. Jika niatmu untuk kembali, maaf kau
sudah terlambat.
Aku berbicara bukan karena rasa
benci, aku hanya tak ingin luka kembali muncul. Ketidakpedulianmu di masa lalu
sudah cukup membuatku bertahan, dan aku jengah.
Aku berbicara bukan karena rasa
bosan, aku hanya lelah. Disudutkan setiap kali pertengkaran mengelilingi
hubungan kita. Yang kita sendiri tak tau siapa yang benar dan siapa yang salah,
siapa yang bertahan dan siapa yang melepas. Cinta yang hanya seperti sebuah ‘status’
itu bukan inginku. Kau tau sejak awal, aku sulit mencintai, aku sulit
mempercayai. Kau sudah tau juga, bisa di hitung jari berapa banyak aku mencintai. Tidak sebanyak kamu, yang gampang membuka hati tanpa rasa bersalah, gampang
menemukan yang lebih dengan waktu yang kau inginkan. Aku, tidak seperti itu. Kau
sudah tahu bagaimana kesalahan-kesalahanku dengan cinta yang lalu.
Denganmu aku paling lama, tapi
tak secuil pun yang kuketahui tentang gaya hidupmu. Jikalau aku tahu tentang
pribadimu, kau malah kontras denganku. Sama sekali tidak tahu apapun. Seperti itukah?
Lama memang tak menjamin cinta tumbuh dengan mudah.
Egois. Seperti yang sering kau
sebutkan. Dari mana sisi letaknya aku tak mengerti. Kau menyebutku entah untuk
menyebut dirimu sendiri. Kita memang berbeda, sudah sejak dari awal. Tak ada
kesamaan selain bentuk mata dan pola wajah yang ‘mereka’ bilang serupa.
Mungkin sudah lebih baik, kau
hanya menjadi pelajaran. Begitu saja cukup tidak menyakiti ku ataupun hatimu. Karena
gadis seperti aku, juga pantas mendapatkan yang lebih baik, tak beda halnya
denganmu. Kita bersama, di jalan yang sudah terbentang masing-masing. Lurus atau
berbelok itu sesuka keinginan. Yang jelas, kau dan aku, takkan menjadi kita.
kontras . serupa yang berbeda
cinta yang salah . ketidakpedulian bersama kenangan yang hilang
write by @istiqasuwondo
Komentar