mereka bilang kau hanyalah seorang sepupu. bagaimana mungkin aku bisa menganggapmu seperti itu, sedang kau 14 tahun menjagaku?
Untuk kak Soni Sundari
P. Siantar, 20 Maret 2013
Kak, kenapa semuanya terasa begitu cepat? kak, kenapa tiba-tiba kakak pergi tinggalin iti? kak, sama siapa lagi iti mau cerita? kak, tolong jangan tinggalin iti.
14 tahun, mulai dari iti jadi anak ingusan yang ditinggal kerja mama, papa. 14 tahun kakak terus jagain iti sama yuqi. masakin makanan kesukaan kami. dengerin cerita iti. yang tiap hari tidur sama iti, ngasih dongeng sebelum iti tidur. yang bersihin lemari baju iti, kamar iti, bahkan buku-buku iti yang berantakan.
Kak, iti nggak tau harus gimana, iti belum bisa ikhlas. semuanya begitu mendadak. tolong iti kak, ini kedua kalinya iti di tinggal pergi sama orang yang berpengaruh dalam hidup iti. kak, tapi kakak janji mau beliin iti kado ulang tahun sebelum iti berangkat kuliah besok? kakak bahkan nyuruh iti pulang ke Siantar dulu sebelum berangkat ke sana, kakak juga minta salju kalau iti udah pulang dari sana! kak iti belum pergi kenapa kakak tinggalin iti duluan??!! kak iti belum sempat ngasih apa-apa kak.
Kak, makasih banyak selama ini udah bantuin keluarga iti, yang udah bela-belain 14 tahun cuma buat ngurusin iti sama yuqi. sampai kakak lupa sama hidup kakak sendiri. makasih udah bantuin mama sama papa selama ini. yang paling utama, makasih udah banyak berkorban untuk iti. makasih selama ini udah ngapus air mata iti kalau iti lagi patah hati, makasih selama ini udah simpan semua rahasia iti yang orang lain nggak pernah tau, makasih udah ngajarin iti masak mpek-mpek, ngajarin iti jualan, nganterin pesanan orang, makasih udah ngajarin iti bersih-bersih rumah, selama kakak nggak tinggal sama kami lagi, iti kesepian kak. dirumah orang nggak pernah ada, semuanya pulang malam, selama kakak nggak tinggal disini lagi, iti udah bisa ngerjain semua pekerjaan yang biasanya kakak kerjain kayak nyapu, ngepel, nyuci, gosok baju, cuci piring, masak nasi. semuanya udah bisa iti lakuin sendiri kak. kak iti udah nggak manja lagi, iti udah mandiri.
Kak, maafin iti ya kalau waktu iti kecil suka ngerepotin kakak, walaupun kakak suka bilang iti 'tongkar' tapi nggak papa, dulu iti emang bandel. maafin iti ya kak kalau iti dulu cengeng. tapi sekarang iti janji iti nggak bakalan cengeng lagi.
selamat jalan kakak ku, semoga kau di surga menemukan dan merasakan yang namanya cinta, meskipun di dunia kau sama sekali tidak sempat merasakannya, yang jelas semoga kau tenang disana bersama kembaranmu yang sudah sejak lama mendahuluimu. aku disini akan seperti yang kau inginkan, aku pulang akan membawa kesuksesan. terima kasih banyak atas segalanya. kau memang tak ada tandingannya, layaknya orang tua kedua bagiku. terimakasih kakak ku, selamat jalan .
jika aku berlebihan, maklumi saja
jika aku berlebihan, abaikan saja
suratku hanya untuk dia, kakakku
Padang, 20 Maret 2013
Annisa Istiqa Suwondo
Komentar