Langsung ke konten utama

First new year in Germany!

haii semuanya kembali lagi dengan saya. ini mungkin sudah lewat sekali tahun baruannya, baru sempat ngepost ini soalnya hehehe. tahun baru saya kali ini mungkin beda dari tahun baru sebelum-sebelumnya. karena saya sedang berada di negara berudara super dingin ini. tahun baru bagi negara barat mungkin sangat di sambut dengan meriah, tak terkecuali di negara kita sendiri pasti, Indonesia. 
kali ini saya diberi kesempatan untuk berlibur di rumah salah satu guru dari teman saya. nama kotanya ´Karlsruhe´ ini dia fotonya. tapi, tau nggak sih kota ini berbatasan langsung dengan negara Prancis dan Swiss.
kota Karlsruhe

ini pertama kalinya saya berlibur berdua saja bersama teman saya, Cynthia diluar kota lagi. kami memilih untuk menaiki mobil daripada kereta, karena mungkin harga kereta sudah sangat mahal. dan akhirnya kami menyewa sebuah mobil untuk mengantarkan kami ke kota yang belum tersentuh itu. dan perjalanan kami sangat berkabut -_-
cuaca di Karlsruhe lebih dingin di bandingkan dengan Aachen. Karlsruhe sudah memasuki Jerman bagian selatan sepertinya. dan baru pertama kali inilah saya menggigil karena tidak memakai jaket yang pas. 
beginilah keadaan dalam mobil

hingga akhirnya kami berdua sampai, dan diturunkan di Hauptbahnhof Karlsruhe. kami menunggu guru teman saya itu, mungkin kalau di hitung bisa mencapai 20 menit kami berdiri menggigil di pintu stasiun. hingga akhirnya dia datang menjemput kami dengan teriakan heboh. saya memperkenalkan diri dan dia menyambut dengan hangat. namanya Claudia Umlauft. ia datang bersama suaminya. mereka sangat baik dan memperlakukan kami seperti anak mereka sendiri. itu mungkin karena mereka tidak memiliki anak. 
karena waktu sudah sore, kami hanya diajak untuk berbelanja untuk pesta kecil-kecilan tahun baru depan. saya seperti belanja dengan orang tua jika mengingatnya.
lalu kami sampai dirumah mereka ^.^
ini dia rumah mereka
setelah selesai merapikan barang-barang, saya dan cynthia mencoba membantu menata belanjaan tadi. dan setelah selesai kami bercerita banyak hal, walaupun Claudia berbicara terlalu cepat dan kadang-kadang saya juga tidak mengerti, tapi dia sungguh baik ingin mengulangnya dengan kalimat yang mudah kami mengerti. dia menjelaskan pada kami tetang beasiswa, sekolah dan bermacam-macam hal lainnya sambil disuguhkan roti beserta selainya kami makan dan berbincang lagi.
hingga pukul 6 sore setelah selesai sholat maghrib, kami berangkat keluar untuk menjemput salah satu teman mereka yang juga ikut menginap bersama kami namanya Philip, setelah itu kami mengitari kota Karlsruhe di malam hari. karena cuaca sangat dingin dan batrai handphone saya mendadak habis, jadi saya tidak bisa memberikan potret seperti apa pusat kota saat itu.

setelah puas dan lelah berkeliling kami kembali kerumah. saatnya makan malam! saya dan cynthia di tantang untuk membuat "grünn salat" atau salat hijau. karena kami tidak tahu seperti apa salat orang bule jadi kami asal membuat. 
semua sibuk, tiba-tiba Philip membuatkan saya, khusus saya, Lemon tea hahaha lanjut kami memasak. dan akhirnya jadi seperti ini
ini sebelum meja di tata, grünn salat ala iti dan icyn.
yang orange itu wortel serut pakai jus apel

setelah kami selesai dengan pekerjaan kami, waktunya selfie :)

setelah mereka selesai memasak, kami membantu menata meja makan. karena ini baru pertama kalinya makan bersanding dengan bule, jadi kelihatan awkward karena tidak tahu bagaimana tataan yang benar.

claudia sedang menyiapkan piring
dan waktunya makan malam, menunya adalah kentang rebus dan ayam panggang ditambah dengan serutan wortel bercampur jus apel. sangan lezat ternyata hingga perut saya serasa mau pecah karena kekeanyangan  -_- sampai akhirnya setelah selesai makan kami diberi kado natal dari sepasang suami istri ini. 

ini dia makan malam kami
dan ini kado natal kami
setelah selesai kami berbicara lagi, hingga larut dan tidur. paginya seperti biasa sarapan dengan secangkir teh panas dan roti beserta beraneka ragam isi. tidak sempat difoto karena kelaparan hehe lalu kami mengadakan rute jalan-jalan mengeliling Istana Karlsruhe. seperti ini 
ini dia Istana Karlsruhe dari depan
okey selfie dulu
kalau semua kota punya cerita sendiri, Karlsruhe pun punya juga. Dulu itu ada bangsawan namanya Karl III Wilhelm dari Baden-Durlach katanya, pada waktu ia sedang berburu. dan beliau tidur di Hardtwald salah satu hutan dekat Durlach. lalu dia bermimpi tentang satu istana yang megah dan punya bentuk seperti matahari sebagai pusat kotanya, dan sinar-sinar dari pancaran matahari itu sebagai jalan-jalan di kotanya. 
kemudian beliau menggambarkannya di sebuah kertas dan beliau mewujudkannya dengan nama Karlsruhe kalau tidak salah pada tanggal 17 Juni 1715 peletakan batu pertamanya. 

jalan-jalan yang seperti sinar matahari itu masih bisa dilihat di peta kotanya. Istana ini terletak di tengah dari sebuah lingkaran dan kemudian dengan sinar pancaran ke arah selatan yang membentuk seperti kipas ke arah selatan dan jalan lurus ke arah utara melalui hutan Hardtwald. makanya Karlsruhe terkenal dengan nama Fächerstadt atau kota kipas. seperti itulah yang dijelaskan Philip pada saya saat kami sedang berjalan mengelilingi hutan Hardtwald itu. 
seperti inilah kiranya, hutan Hardtwald itu :






 

setelah jauh berkeliling kami mampir sebentar melihat wahana "eis laufen" mungkin karena salju tak kunjung datang, seperti ini kiranya: 

 
setelah itu kami terus berjalan lagi, Istana ini luas sekali. banyak bangunan indah dan bersejarah pastinya. tapi saya tidak terlalu ingat apa yang dijelaskan Philip waktu itu, karena maklum kosakata bahasa jerman saya masih belum banyak. 
banyak foto yang saya ambil tapi, saya hanya memasukkan beberapa saja lihat kebawah!
gedung ini dipakai untuk cafetaria jika musim panas

ini salah satu pohon dengan akar yang keluar dan seperti ini
jadinya

matahari di antara musim dingin
ini salah satu kebun kaktus
bunga disinipun memiliki arti `stepmother flowers´





pohon yang akarnya keluar dan membentuk setengah lingkaran




dan akhirnya karena sudah lelah kami memilih pulang. dalam perjalan menuju mobil

ini lambang cinta katanya


tapi yang masih saya ingat perkataan Claudia, Istana ini akan sangat ramai jika itu ´musim panas´ karena ada banyak pertunjukan yang diadakan di istana ini. ataupun orang-orang datang hanya untuk melihat-lihat, bersantai ataupun berjemur ditengah terik matahari. dan wahana permainan, orang-orang bersepeda, berolahraga bahkan konser musim panas pun diadakan tanda hidupnya istana ini saat musim panas.

hingga sore akhirnya kami pulang melepas lelah dengan bermain kartu. ini permainan yang baru saya kenal. permainan disebut double. karena kita harus mencocokkan gambar yang ada di tangan kita dengan yang tersisa sampai habis. kelihatannya gampang, tapi karena ini dalam bahasa jerman jadi harus ingat-ingat lagi kosakatanya. tapi karena saya lupa untuk memotretnya jadi hanya permainan kedua yang ada. kalau permainan ini saya tidak begitu mengerti karena saya tidak ikut bermain.


karena ini malam tahun baru, kami bermain sampai 3 orang tamu lagi datang. kebanyakan mereka sudah tua. tapi, itu tidak masalah. hahaha nama mereka Ingga, Ute dan satu lagi saya lupa. mereka ramah sekali. terutama Ute, dia sedang hamil dan keibuan sekali. beliau banyak bertanya tentang Indonesia dan dia menceritakan pengalamannya bagaimana susahnya ia berbicara bahasa inggris dahulu. 

hingga makan malam pun terhidang kami makan dengan banyak percakapan, walaupun aku dan cynthia sesekali saja berbicara karena masih dengan alasan bahasa.
makan malam hari ini saya tidak tau apa namanya tapi yang jelas komposisinya seperti daging cincang, jagung dan kacang merah. tentunya dengan nasi. finally hahaha
lecker!
karena kami muslim, mereka sudah menyiapkan terpisah mana yang bisa kami makan dan mana yang tidak. hingga dessert pun mereka membuatnya tanpa alkohol seperti ini contohnya
puding coklat strawberry
hingga akhirnya mereka melakukan tradisi tahun baru yaitu, membakar gula dan ditampung dengan wine. karena kami tidak bisa meminumnya kami hanya bisa melihat. tapi, kami diberi karamel seperti itu tanpa alkohol.
ini dia proses pembakarannya
dan, SELAMAT TAHUN BARU! HAPPY NEW YEAR! EINE GUTE NEUE JAHR 2014!



karena disini entah kenapa error melulu unggah video jadi foto aja ya. hehehe suara kembang api dari rumah-rumah benar-beanr sangat meriah. mereka benar-benar merayakannya. hingga pukul 3 dini hari barulah mereka menutup hari itu.

1 Januari 2014. saatnya pulang kembali kerumah lama. Aachen. sebelum pulang foto dulu boleh dong ;)




Terima kasih Claudia, sudah mengajak kami berlibur dan mendapatkan banyak pengalaman dan pelajaran walau hanya sebentar, setidaknya kami tahu bagaimana kebiasaan bule kalau sedang dirumah :)
"Danke sehr für alles. Ich hoffe, dass ich mit dir wieder treffen werde. Das sind einer schöner Urlaub."


write by Annisa Istiqa Suwondo

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Buramnya Cermin Diri

Lebih dari sepuluh tahun lalu, aku menulis sebuah catatan yang lahir dari amarah remaja. Tulisan itu kuberi judul tak resmi, “Butuh Cermin? ini ambil!” . Ia muncul dari kegelisahan terhadap manusia-manusia yang mudah menghakimi tanpa mengenal. Sebuah renungan—atau mungkin, teriakan batin—yang menggambarkan bagaimana remaja memandang dunia yang terasa tak adil. “Terlalu sibuk memberi cermin kepada orang lain sampai-sampai lupa melirik cermin sendiri. Cenderung melihat sisi buruk orang lain tanpa mengerti pribadi masing-masing. Terlalu banyak mengeluarkan frasa-frasa yang hanya mengandung kontra. Apa itu baik?” Begitu aku menulisnya dulu. Pola pikir seperti itu, kataku, muncul dari manusia yang belum selesai dengan dirinya. Manusia yang terlalu cepat menilai, dan belum cukup jujur untuk melihat ke dalam dirinya sendiri. Aku menuliskan bahwa semua manusia punya celah, dan tidak ada satu pun yang berhak merasa paling benar. Aku juga berkata bahwa mengkritik orang lain tanpa refleksi diri ...

butuh cermin? ini ambil!!

Sering kali, kita terlalu sibuk memberi cermin kepada orang lain—menunjukkan kekeliruan, mengkritik, bahkan mencemooh—hingga lupa melirik cermin kita sendiri. Kita terbiasa melihat sisi buruk orang lain tanpa benar-benar memahami siapa mereka. Terlalu cepat menyimpulkan, terlalu ringan mengeluarkan frasa-frasa penuh kontra. Tapi, apakah itu bijak? Manusia memang tidak sempurna. Semua orang tahu itu—termasuk saya. Tidak ada seorang pun yang bebas dari kesalahan, dan saya pun termasuk di dalamnya. Lalu, apa yang sebenarnya layak diagungkan? Tak ada. Mengangkat-angkat kesalahan orang lain, membicarakannya seolah-olah kita lebih tahu, lebih benar, hanya menunjukkan bahwa kita belum selesai dengan diri sendiri. Jika kisah manusia lain seharusnya menjadi pelajaran atau ruang pemahaman, mengapa malah jadi bahan gunjingan? Memberikan cermin kepada orang yang melakukan kesalahan bisa jadi tindakan mulia, jika niatnya murni untuk membantu. Namun, jika terlalu asyik menyoroti orang lain tanpa s...

Permohonan untuk tidak datang kembali

teruslah berfikir akulah penyebab semua luka itu, agar hatimu kokoh untuk tidak lagi pulang ke sini.   Sebuah lembaran surat ini akan ku rangkai pelan-pelan berdasarkan perasaanku yang kian lama rusak. Aku berfikir, semua akan pulih jika kenangan itu dikubur dalam-dalam. Ku fikir meninggalkanmu adalah rencana paling baik untuk membuatmu kembali mencintaiku. Karena, kehilanganku adalah bentuk rasa rindu yang selalu berkecamuk dalam hatimu. Ku kira, kalimat itu akan berlaku lagi. Namun aku salah kaprah. Tak ada lagi sorot cinta itu walau hanya setitik. Tak ada lagi cinta yang ku banggakan hadir. Aku mengira ini akan sementara. Kita akan sementara berjarak dan merenung. Ternyata kita kebablasan begitu lama. Kau menghadiahiku dengan sebuah kejutan besar, yaitu benar-benar pergi dan menghilang pula. Saat itu hatiku kacau lagi. Kenapa aku menjilat ludahku sendiri. Kenapa strategi ini tak lagi berhasil. Ya, benar. Perasaan itu ternyata sudah kadaluarsa. Segitu hebatnya kata cinta yang...