Langsung ke konten utama

engkau dari balik mataku

izinkan hari ini aku pulang ke matamu. untuk sejenak terlelap dan menenangkan perasaan. dari segala gaduh yang bergemuruh dalam terik hari-hariku. sebelumnya, aku ingin bersandar lebih lama dan mendekap mencari hangat, karena baru-baru ini di luar sana badai menggoyahkan isi percayaku. ajak aku berkelana lebih jauh lagi, mengenali isi bumi dan membaca setiap potong hatimu. kadang, aku ragu ingin menumpahkan rindu. takut, engkau tak kuat mengangkut beban berat yang menyiksa malam-malamku kala hujan. aku dirundung pilu saat malam, karena waktu terbaik untuk putus asa adalah malam hari. apakah karena gelap yang menghilangkanmu ataukah terang yang tak ingin pulang ke pangkuanku? yang jelas, aku tersedu.

jangan beri aku jeda terlalu lama. itu semua ternyata menyiksa. bak kata orang, perempuan bicara tak sesuai isi hatinya. meski ia berusaha menjaga semampunya. perihal waktu yang kita punya, gunakanlah selagi bisa. karena aku tak banyak mampu merekam segalanya. mencintaimu itu seperti gula. dan aku seperti garam. itulah alasan mengapa aku bertahan menggenggam kita. ingin ku ajak kau tersesat berdua diantara hutan lebat, yang hanya ada kau dan aku. agar aku bisa dengarkan ceritamu lebih lama. ingin ku bawa kau tenggelam dalam lumpur agar kau rasa betapa sulit sebuah hubungan tanpa pengorbanan. 

dan jika matahari lelah untuk bersinar, akan ku ambilkan cahayanya dan meletakkannya di matamu. dan jika kau ragu mengenai sebuah perasaan, lihatlah dari balik mataku bagaimana aku akan mendeskripsikan engkau dalam catatan hati.


with love, itijonas.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Karena kau pantas mencari penggantinya

“kamu bertahan untuk apa? Memutar waktu? Membalikkan hati manusia yang sudah tak mengingatmu?” seru Anita  Dalam rintikan hujan, Dinda termenung memikirkan setiap rangkaian kata dari Anita. Dalam pikirannya hanya bermain-main satu orang laki-laki yang sejak dulu tak ingin ia lupakan.   Ia bertahan karena ia percaya bahwa keajaiban akan mengembalikan hati lelaki itu. Ia tak pernah bosan untuk bertahan menanti, walau ia tau bagaimana rasanya di abaikan berkali-kali. Andai waktu dapat menjawab hati manusia lebih cepat, penantian mungkin takkan pernah berujung lama dan penuh tanda tanya seperti yang terjadi pada setiap manusia saat ini. Andai rasa bisa di hapus dengan lebih cepat tanpa harus menunggu waktu, pasti tak banyak manusia yang merasakan luka dan rasa iba setiap saat. Tapi, waktu terlalu sering bermain-main hingga ia berlama-lama mengguncang hati manusia setiap kali manusia terluka. *** “bagaimana sudah berfikiran jernih?” tanya Anita tiba-tiba “ti...

saya bercerita sedikit

  hello semua para pembaca, ini cerita saya kemarin 8. Oktober 2013 selamat membaca dan melihat beberapa foto yang tertera :)   cerita kemarin, kemarau sudah mulai menampakkan jati dirinya. pepohonan mulai menguning dan gugur satu per satu. udara yang begitu dingin membuat tubuh sedikit menggigil. namun tidak menghalangi niat saya untuk terus berjalan dan mencari tahu seluk-beluk kota ini. ini dia salah satu taman kota yang terletak tidak jauh dari tempat tinggal saya.  -Ronaldstrasse- haltestelle berkunjung kesana untuk pertama kalinya, dengan modal nekat tanpa tau tempat lebih tepatnya. berjalan bersama seorang teman sehabis pulang kursus, setidaknya melupakan sedikit beban kepala yang begitu menumpuk. balik lagi, taman ini sewaktu saya berkunjung tidak begitu ramai, mungkin di karenakan masih terlalu siang, banyaknya pohon membuat rindang taman ini, saya tidak banyak memotret tapi coba lihat beginilah kira-kira keadaan taman yang saya kunju...

kau biarkan aku berperang sendirian

tulisan ini terbentuk dari potongan-potongan perasaan yang tak bisa ku utarakan. saat itu menilai diriku dan kamu hanyalah bentuk ketidakdewasaan. namun setelah ku telusuri segala sisi dari hidupku, melihat dari sisi terluar perasaan kita, lingkungan baru membuat cara pandangku semakin berbeda. patutlah aku beranjak lebih cepat. depalan tahun lalu, sebelum kita memutuskan untuk saling memaafkan lagi. kita punya misi yang baik untuk dapat ku percaya bahwa ini adalah terakhir kalinya. kau terjebak dengan pesona masa lalumu ini, aku terjebak dengan kata cinta yang selalu kau utarakan berkali-kali. sekejap kita bagaikan simpul tali yang terikat dengan erat. hari-hariku bersamamu adalah waktu dimana aku berusaha menyesuaikan diri, meninggalkan ego di kantong belakang, agar janji tersebut dapat terlaksana. ku beri kau seluruh dunia, agar semangatmu tak lagi hilang. ku beri kau seluruh cinta agar sepimu tak lagi datang. ku beri kau waktu yang berlimpah, agar kau tak perlu menanggung rindu. sa...