izinkan hari ini aku pulang ke matamu. untuk sejenak terlelap dan menenangkan perasaan. dari segala gaduh yang bergemuruh dalam terik hari-hariku. sebelumnya, aku ingin bersandar lebih lama dan mendekap mencari hangat, karena baru-baru ini di luar sana badai menggoyahkan isi percayaku. ajak aku berkelana lebih jauh lagi, mengenali isi bumi dan membaca setiap potong hatimu. kadang, aku ragu ingin menumpahkan rindu. takut, engkau tak kuat mengangkut beban berat yang menyiksa malam-malamku kala hujan. aku dirundung pilu saat malam, karena waktu terbaik untuk putus asa adalah malam hari. apakah karena gelap yang menghilangkanmu ataukah terang yang tak ingin pulang ke pangkuanku? yang jelas, aku tersedu.
jangan beri aku jeda terlalu lama. itu semua ternyata menyiksa. bak kata orang, perempuan bicara tak sesuai isi hatinya. meski ia berusaha menjaga semampunya. perihal waktu yang kita punya, gunakanlah selagi bisa. karena aku tak banyak mampu merekam segalanya. mencintaimu itu seperti gula. dan aku seperti garam. itulah alasan mengapa aku bertahan menggenggam kita. ingin ku ajak kau tersesat berdua diantara hutan lebat, yang hanya ada kau dan aku. agar aku bisa dengarkan ceritamu lebih lama. ingin ku bawa kau tenggelam dalam lumpur agar kau rasa betapa sulit sebuah hubungan tanpa pengorbanan.
dan jika matahari lelah untuk bersinar, akan ku ambilkan cahayanya dan meletakkannya di matamu. dan jika kau ragu mengenai sebuah perasaan, lihatlah dari balik mataku bagaimana aku akan mendeskripsikan engkau dalam catatan hati.
with love, itijonas.
Komentar