Jum’at itu aku benar-benar
jatuh cinta
kali ini aku memutuskan
untuk pulang, menemuimu secara nyata. Aku mencari celah dan kaupun begitu. Aku
berhenti di matamu. Apa kau tahu aku menjadi perempuan paling bahagia waktu aku
mendapatimu secara nyata? Dan debaran di jantungku tidak hanya berdebar, namun
ingin copot saja rasanya. Setelah tamat sekolah menengah pertama, ini kali pertama kita bertemu
lagi berdua, sudah 4 tahun dan kau berubah begitu banyak. Aku tidak bisa
menutupi rona merah di pipiku dan kau tidak bisa menyembunyikan tanganmu yang
bergetar itu.
Jum’at sore yang tidak
pernah menjadi daftar keinginanku menjadi sangat manis dikemas dalam singkatnya
waktu. Saat kita menikmati sate madura sore itu, pertama kalinya aku makan
berdua saja dengan pria untungnya itu kamu. Dan saat kau mencoba menghabiskan
sate madura milikku, apa kau tahu kau terlihat begitu lucu? Saat kita berjalan
berdua menuju toko buku yang selalu menjadi tempat favoritku, kau tak
keberatan. Dan perlu kau tahu itu pertama kali pula aku mendatanginya bersama
pria dan itu masih kamu. Dari setiap rak kita kunjungi, betapa bahagia aku
waktu itu menatap punggung mu saja saat berjalan. Dan pada akhirnya hal yang
paling menjadikan aku terbang adalah ketika tanganmu merangkulku sebentar,
mengacak rambutku yang sudah ku tata rapi dan mencubit pipiku. Kau harus tahu,
waktu itu benar-benar menerbangkanku tanpa peduli bagaimana rasanya jatuh.
Hari itu benar-benar
membuat aku jatuh cinta. Jika kau tak merasakannya, biarlah gelapnya malam dan
terangnya bulan menjadi saksi bisu kebahagiaan singkat yang kurasakan ketika
bersamamu.
2 Januari 2015
with love, itijonas
Komentar