Langsung ke konten utama

Rangkai Kisah #4


Jum’at itu aku benar-benar jatuh cinta

            kali ini aku memutuskan untuk pulang, menemuimu secara nyata. Aku mencari celah dan kaupun begitu. Aku berhenti di matamu. Apa kau tahu aku menjadi perempuan paling bahagia waktu aku mendapatimu secara nyata? Dan debaran di jantungku tidak hanya berdebar, namun ingin copot saja rasanya. Setelah tamat sekolah menengah pertama, ini kali pertama kita bertemu lagi berdua, sudah 4 tahun dan kau berubah begitu banyak. Aku tidak bisa menutupi rona merah di pipiku dan kau tidak bisa menyembunyikan tanganmu yang bergetar itu.
            Jum’at sore yang tidak pernah menjadi daftar keinginanku menjadi sangat manis dikemas dalam singkatnya waktu. Saat kita menikmati sate madura sore itu, pertama kalinya aku makan berdua saja dengan pria untungnya itu kamu. Dan saat kau mencoba menghabiskan sate madura milikku, apa kau tahu kau terlihat begitu lucu? Saat kita berjalan berdua menuju toko buku yang selalu menjadi tempat favoritku, kau tak keberatan. Dan perlu kau tahu itu pertama kali pula aku mendatanginya bersama pria dan itu masih kamu. Dari setiap rak kita kunjungi, betapa bahagia aku waktu itu menatap punggung mu saja saat berjalan. Dan pada akhirnya hal yang paling menjadikan aku terbang adalah ketika tanganmu merangkulku sebentar, mengacak rambutku yang sudah ku tata rapi dan mencubit pipiku. Kau harus tahu, waktu itu benar-benar menerbangkanku tanpa peduli bagaimana rasanya jatuh.
            Hari itu benar-benar membuat aku jatuh cinta. Jika kau tak merasakannya, biarlah gelapnya malam dan terangnya bulan menjadi saksi bisu kebahagiaan singkat yang kurasakan ketika bersamamu.

2 Januari 2015
with love, itijonas

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Karena kau pantas mencari penggantinya

“kamu bertahan untuk apa? Memutar waktu? Membalikkan hati manusia yang sudah tak mengingatmu?” seru Anita  Dalam rintikan hujan, Dinda termenung memikirkan setiap rangkaian kata dari Anita. Dalam pikirannya hanya bermain-main satu orang laki-laki yang sejak dulu tak ingin ia lupakan.   Ia bertahan karena ia percaya bahwa keajaiban akan mengembalikan hati lelaki itu. Ia tak pernah bosan untuk bertahan menanti, walau ia tau bagaimana rasanya di abaikan berkali-kali. Andai waktu dapat menjawab hati manusia lebih cepat, penantian mungkin takkan pernah berujung lama dan penuh tanda tanya seperti yang terjadi pada setiap manusia saat ini. Andai rasa bisa di hapus dengan lebih cepat tanpa harus menunggu waktu, pasti tak banyak manusia yang merasakan luka dan rasa iba setiap saat. Tapi, waktu terlalu sering bermain-main hingga ia berlama-lama mengguncang hati manusia setiap kali manusia terluka. *** “bagaimana sudah berfikiran jernih?” tanya Anita tiba-tiba “ti...

saya bercerita sedikit

  hello semua para pembaca, ini cerita saya kemarin 8. Oktober 2013 selamat membaca dan melihat beberapa foto yang tertera :)   cerita kemarin, kemarau sudah mulai menampakkan jati dirinya. pepohonan mulai menguning dan gugur satu per satu. udara yang begitu dingin membuat tubuh sedikit menggigil. namun tidak menghalangi niat saya untuk terus berjalan dan mencari tahu seluk-beluk kota ini. ini dia salah satu taman kota yang terletak tidak jauh dari tempat tinggal saya.  -Ronaldstrasse- haltestelle berkunjung kesana untuk pertama kalinya, dengan modal nekat tanpa tau tempat lebih tepatnya. berjalan bersama seorang teman sehabis pulang kursus, setidaknya melupakan sedikit beban kepala yang begitu menumpuk. balik lagi, taman ini sewaktu saya berkunjung tidak begitu ramai, mungkin di karenakan masih terlalu siang, banyaknya pohon membuat rindang taman ini, saya tidak banyak memotret tapi coba lihat beginilah kira-kira keadaan taman yang saya kunju...

kau biarkan aku berperang sendirian

tulisan ini terbentuk dari potongan-potongan perasaan yang tak bisa ku utarakan. saat itu menilai diriku dan kamu hanyalah bentuk ketidakdewasaan. namun setelah ku telusuri segala sisi dari hidupku, melihat dari sisi terluar perasaan kita, lingkungan baru membuat cara pandangku semakin berbeda. patutlah aku beranjak lebih cepat. depalan tahun lalu, sebelum kita memutuskan untuk saling memaafkan lagi. kita punya misi yang baik untuk dapat ku percaya bahwa ini adalah terakhir kalinya. kau terjebak dengan pesona masa lalumu ini, aku terjebak dengan kata cinta yang selalu kau utarakan berkali-kali. sekejap kita bagaikan simpul tali yang terikat dengan erat. hari-hariku bersamamu adalah waktu dimana aku berusaha menyesuaikan diri, meninggalkan ego di kantong belakang, agar janji tersebut dapat terlaksana. ku beri kau seluruh dunia, agar semangatmu tak lagi hilang. ku beri kau seluruh cinta agar sepimu tak lagi datang. ku beri kau waktu yang berlimpah, agar kau tak perlu menanggung rindu. sa...