Yang terberat bukan berpindah,
namun mematikan kenangan
Aku sudah di sini,
menjalani akitifitas sebagai mahasiswi di universitas yang pernah kita
bicrakan. Aku sudah di sini sedikit lebih dekat denganmu.
Kau tahu, semenjak aku di sini, aku menemukan banyak lelaki
yang jauh melebihimu. Mereka dekat denganku, mereka berusaha menghapusmu dan
aku tak menyuruhnya berhenti. Aku menjalani hari-hari ku dengan baik sekarang,
kau sudah tahu bahwa aku akan baik-baik saja setelah perpisahan kemarin. Benar
sekali, aku baik-baik saja, aku memiliki banyak teman sekarang, aku memiliki
beberapa lelaki yang mendekatiku, aku memiliki kesibukan baru yang benar-benar ampuh
melupakan wajahmu.
Namun kenangan tetaplah
kenangan yang sudah pernah terjadi dan membekas. Hal yang paling sulit untuk
dihindari. Kenangan dapat muncul tiba-tiba disaat ia ingin, disaat ia rindu.
Karena hal yang terberat bukanlah berpindah, namun mematikan kenangan tentangmu.
Ini semakin sulit ketika, beberapa kali aku melihatmu berkeliaran di depan
mataku tanpa kau tahu.
Ketika melihat wajahmu
lagi, tanpa aku sadari banyangan kisah manis dulu mengepung keberadaanmu. Aku
sering kali tersesat tiba-tiba dalam banyangan kenangan itu. Sebisa aku
berlari, aku terus berlari. Dan kau tahu, aku sudah lelah.
Bisakah aku melupakanmu
dengan benar?
13 Agustus 2015
with love, itijonas
Komentar