Hari-hari setelah kita pergi
Tak terasa sudah hampir
dua bulan kita memutuskan komunikasi. Sudah dua bulan aku hanya tidur di rumah
tanpa melakukan aktivitas apapun. Sudah dua bulan aku tak menikmati mentari
pagi dan menghirup udara baru. Sembari menunggu pengumuman ujian, aku hanya
menyesali semuanya. Kau sudah tahu jika aku jatuh cinta semua terlihat seperti
drama, namun beginilah yang terjadi padaku setelah kau pergi. Aku tak nyaman
berbicara pada semua orang yang terbiasa menanyai kabarmu padaku. Aku hanya
mendengar suaramu dalam sela-sela imajinasiku. Aku menjadi pemalas, aku jadi
semakin kurus dan terlihat sangat menyedihkan. Aku mengunci semua pendengaranku
yang menyangkut namamu, aku berhenti mencari tahu karena aku hanya akan semakin
buruk jika melakukannya.
Sabtu sore saat pengumuman
telah disebutkan, aku mendapatkan posisi itu, aku mendapatkan tempat itu.
Tempat dimana aku akan mengejarmu dan berjanji untuk mendapatkannya. Aku tak
bisa menahan sedikit bahagia ini, sambil membuka laptop aku ingin mengirimkanmu
sebuah email. Memberitahumu bahwa aku berhasil, namun ku urungkan niat karena ini bukan
lagi berita yang menjadikan kita kembali merajut kisah. Aku menutup laptopku
dan duduk di mana kau duduk biasanya. Langit waktu itu penuh bintang, aku
merasakan hadirmu. Apa yang harus aku lakukan setelah ini?
Setelah rasa malas dan
perih ini menyelimuti, aku bangkit menata hidupku yang baru. Dan kali ini
benar-benar tanpamu. Aku belajar banyak setelah kehilangan ini. Aku mulai
belajar mengendarai sepeda motor, aku semakin giat memperlancar permainan
gitarku, aku semakin sering bernyanyi, dan semakin sering menulis. Disaat aku
melakukan itu semua, aku sedikit melupakan perih ini dan sedikit lupa tentang
mu.
Aku akan menjadi kuat.
9 Juli 2015
with love, itijonas
Komentar